
Pangeran Kichiro juga segera meminum air sungai itu, rasanya sangat segar dan setidaknya hal itu dapat membuat dahaganya hilang. Pangeran Kichiro terlihat begitu sangat penasaran dengan aroma yang begitu sangat harum, dari air sungai itu, Pangeran Kichiro kemudian segera memasukkan lengan kanannya kedalam sungai itu.
Haruka yang tengah berenang sampai ke dasar air yang paling dalam, tidak terlihat oleh mata telanjang Pangeran Kichiro, apalagi suasana ditempat itu sangat sunyi, Pangeran Kichiro kemudian memutuskan untuk berdiam sejenak ditempat itu, sampai pada akhirnya Haruka segera kembali ke atas, Pangeran yang tengah mengambil air didalam kedua lengannya itu sangat ingin meminum lagi air sungai yang begitu sangat harum, saat dia ingin meminumnya kembali, dengan perasaan terkejut Pangeran dikejutkan dengan seseorang yang tiba-tiba saja keluar dari dalam sungai. Haruka memperhatikan wajah Pangeran Kichiro yang berada dihadapan dirinya dengan raut wajah yang terlihat sangat terkejut, begitu pun juga dengan Haruka. Haruka yang terlihat sangat tidak menyangka akan adanya Pangeran Kichiro yang tengah berada ditempat itu juga, membuat dirinya berteriak dengan sangat keras dan kembali memasukkan tubuhnya kedalam sungai.
"Ha... Haruka...?!" Ucap, Pangeran Kichiro yang begitu sangat terkejut melihat diri Haruka yang tengah berada dihadapan dirinya itu.
Pangeran Kichiro kemudian segera memalingkan tubuhnya sambil terlihat wajah malu darinya. Haruka yang berada didalam air terlihat begitu sangat malu, juga ia merasa sangat kesal atas keteledoran dirinya itu.
"Sial, mengapa aku bisa bertemu dengan dirinya disini?!" Ucap, Haruka yang tengah berada didalam air.
"Ma... Maaf, Haruka, aku tidak bermaksud untuk berbuat seperti itu terhadap dirimu, aku pun tidak lah tau jika kau tengah berendam ditempat ini, maafkan diriku." Ucap, Pangeran Kichiro yang terlihat merasa sangat bersalah.
Haruka yang mendengarnya kemudian dia segera mengangkat kepalanya ke atas, sambil sedikit melirik ke arah Pangeran Kichiro dengan perasaan malu.
"Tidak, ini bukanlah kesalahanmu, lagipula kau tidaklah bermaksud untuk mengintip diriku, tetapi bisakah kau menghindar dari sini, hmm sebelum itu tolong ambilkan pakaianku yang berada dibawah kakimu Pangeran." Ucap, Haruka dengan perasaan yang begitu sangat malu.
Pangeran Kichiro yang segera menunddukkan pandangannya, dan melihat sebuah pakaian wanita yang tengah tertutup oleh semak, kemudian dengan perlahan Pangeran Kichiro segera meraih pakaian itu, dan berjalan untuk kembali pada diri Haruka, terlihat wajah yang begitu sangat cemas dalam diri Pangeran, ia begitu sangat takut jika Haruka marah kepada dirinya.
Tanpa menatap diri Haruka Pangeran Kichiro segera meletakkan pakaiannya didekat sungai. Haruka yang berada didalam sungai, hanya terdiam dia tidaklah tau apakah Pangeran sudah selasai atau belum, karena ia tidak bersuara sedikitpun.
"Aku letakkan disini, aku akan pergi menjauh, sekali lagi maaf Haruka." Ucap, Pangeran Kichiro yang terlihat begitu sangat tidak enak kepada diri Haruka.
Setelah Pangeran telah meletakkan pakaian milik Haruka, segera Pangeran Kichiro pergi meninggalkan Haruka, iya dia hanya bersembunyi dibalik pohon besar, tanpa benar-benar pergi dari tempat itu. Haruka yang merasa bahwa Pangeran Kichiro telah pergi menjauh dari tempat itu, membuatnya segera mengangkat kepalanya ke atas untuk dapat memperhatikan sekitar, saat Haruka sudah merasa bahwa Pangeran Kichiro telah pergi dari tempat itu, membuat dirinya segera keluar dari dalam sungai, Haruka kemudian segera meraih pakaian dirinya yang berada disampingnya itu, kemudian dengan perlahan Haruka segera memakai pakaiannya dengan cepat.
"Dasar teledor, mengapa aku tidak ingat sedikitpun bahwa tempat ini tidak terlalu jauh dari Rumah kayu milik Kichiro, tentu saja aku tidak dapat menyalahkan dirinya, hm... Mengapa harus diwaktu seperti ini diriku dipertemukan dengannya." Gumam, Haruka dengan suara yang sedikit lirih.
Kemudian saat ia telah selesai memakai pakaiannya itu, ia merasa sangat bingung saat di tidak melihat sebuah pin ditempatnya saat itu.
"Tunggu dimana pinnya?" ucap, Haruka yang terlihat sangat bingung saat mengetahui bahwa pin miliknya menghilang.
Pangeran Kichiro yang tengah berada dibalik dahan pohon besar, dengan segera ia berbicara kepada diri Haruka.
"Apakah kau sudah selesai?" ucap, Pangeran Kichiro yang berbicara dari balik dahan pohon besar.
Haruka yang tengah mencari pin kupu-kupu miliknya sangat terkejut saat mendengar ucapan dari Pangeran Kichiro, yang berbicara kepada dirinya dari balik dahan pohon besar yang berada disamping Haruka, tidak terlalu jauh, sehingga membuat Haruka menatap ke arah dahan pohon besar yang berada disamping kanannya itu.
Pangeran Kichiro kemudian segera berjalan untuk dapat menatap diri Haruka, Haruka yang melihat diri Pangeran Kichiro yang tengah berada dihadapannya itu membuatnya merasa sangat terkejut.
"Maaf diriku, tetapi aku juga ingin membersihkan diri disungai itu, apakah kau keberatan?" tanya, Pangeran Kichiro dengan raut wajah yang masih terlihat sangat merasa bersalah itu.
Haruka yang mendengar ucapan dari Pangeran Kichiro hanya terdiam, sehingga membuat suasana ditempat itu terasa sangat canggung.
"Untuk apa juga aku marah, ini memang bukan lah kesalahan dirinya." Dalam benak Haruka yang menatap diri Pangeran Kichiro.
Haruka kemudian segera menghela napasnya, lalu dia berjalan ke arah Pangeran Kichiro yang berada dihadapannya itu.
"Tidak, tidak masalah, tetapi apakah kau melihat pin kupu-kupu milikku? Aku masih sangat ingat pin itu aku letakkan diatas pakaianku, apakah kau mengambilnya?" ucap, Haruka yang menatap wajah Pangeran Kichiro dengan raut wajahnya yang terlihat sangat serius.
Pangeran Kichiro yang melihat Haruka begitu sangat memperdulikan pin kupu-kupu darinya sungguh hati Pangeran merasa sangat senang, tetapi dia juga tidak tau bahwa diatas pakaian Haruka terdapat pin kupu-kupu darinya, karena ketika itu ia mengambilnya tanpa memperhatikan dengan teliti, benda apa saja yang berada pada pakaian Haruka.
"Aku benar-benar tidak tau jika kau meletakkan pin itu diatas pakaianmu." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera menyentuh kedua lengan Haruka.
Haruka yang terlihat begitu sangat cemas, dengan segera ia mendorong lengan Pangeran Kichiro, dan pandangan Haruka tertuju pada semak yang berada disekitanya.
"Ah, berarti pin itu terjatuh, izinkan diriku untuk mencarinya sebentar saja, lalu setelah aku menemukannya maka kau dapat berendam didalam sungai." Ucap, Haruka yang segera berjalan kembali mendekat ke arah sungai.
Pangeran Kichiro yang memperhatikan diri Haruka begitu sangat memperdulikan barang yang ia berikan membuat bibir Pangeran tersenyum melihatnya.
"Aku akan membantu dirimu." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera berjalan mendekati semak-semak dekat sungai.
Haruka yang tidak memperdulikan Pangeran Kichiro yang hanya ia perdulikan adalah pin kupu-kupu miliknya itu. Haruka memperhatikan sekitar, tak lama kemudian Haruka segera melihat sebuah cahaya dari pantulan sinar Matahari yang sudah sangat cerah itu, dari balik semak belukar.
Haruka kemudian segera menghampiri sesuatu yang tengah bersinar-sinar itu. Pangeran yang tengah berada dibelakang Haruka hanya terdiam saat Haruka tengah berjalan untuk menghampiri sesuatu dihadapannya itu. Haruka kemudian segera mendekat ke arah semak itu, tak lama ia dapat menemukan pin kupu-kupu miliknya yang terkena pantulan dari sinar Matahari.
"Ketemu." Ucap, Haruka yang segera mengambil pin kupu-kupu, dan memperlihatkannya kepada Pangeran Kichiro.
Pangeran yang melihat hal itu, hanya mampu tersenyum tipis pada diri Haruka.