Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
170


Haruka dibuat penasaran akan hal itu, kemudian dia segera menatap wajah Xiao dengan tatapan waspada. Xiao yang tengah memperhatikan pusaran dimensinya, kemudian segera menoleh kearah Haruka sambil menatap matanya.


"Ini adalah pusaran dimensi, aku akan membuat suatu permainan yang harus kau selesaikan, jika kau ingin mengetahui kebenarannya masuklah, dan lihat apa yang akan terjadi nantinya." Ucap Xiao sambil menatap wajah Haruka dengan serius.


"Apa kau yakin? Hanya dengan hal itu maka sudah cukup membuktikan semuanya?" tanya Haruka sambil menatap wajah Xiao.


"Tentu saja, jika kau adalah dia aku pastikan kau akan kembali dengan selamat, namun jika yang terjadi sebaliknya maka kau pasti sudah dapat mengerti apa yang akan terjadi kepada dirimu." Ucap, Xiao dengan tampang seriusnya.


Haruka menatap pusaran dimensi yang terus berputar dihadapannya. Didalam benaknya ia sungguh sangat ingin mengetahui semua kebenaran yang belum ia ketahui, namun disisi lain dia juga harus siap jika apa yang akan terjadi pada dirinya itu bukan tentang hal baik.


"Baiklah aku bersedia, jika itu bisa membuatku mengetahui semua rahasia yang dahulu pernah ada." Ucap Haruka dengan perasaan sangat yakin.


Xiao Chen tersenyum tipis sambil menatap wajah Haruka, dengan segera diapun berdiri dihadapan Haruka, sambil mengulurkan tangan kanannya.


"Bagus, sekarang genggam tanganku." Ucap, Xiao dengan menatap wajah Haruka yang berada dihadapannya itu.


Haruka terdiam sejenak sambil menatap lengan kanan Xiao, kemudian dia memperhatikan pusaran dimensi yang terus bergerak memutar.


"Permainanmu pasti bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi." Dalam benak Haruka.


Tanpa ragu Haruka segera menggengam tangan Xiao dan bangun dari duduknya, Xiao kemudian berjalan bersama dengan Haruka untuk memasuki ruang dimensi miliknya itu.


"Apa mungkin, mereka dibawa pergi menuju dimensi lain?!" Dalam benak Haruka yang nampak khawatir.


Tanpa rasa ragu Haruka dan Xiao akhirnya memasuki pusaran dimensi itu, tak lama kemudian dengan perlahan pusaran yang terus memutar itu menghilang dari pandangan.


Setelah berada disuatu tempat yang amat asing baginya, Haruka menatap sekeliling dengan kedua bola matanya yang mengkelirya. Rasa bingung, dan asing memenuhi jiwanya. Semua yang berada dipandangannya hanya sebuah tempat yang tertutup kabut putih.


"Apa kau sudah siap, Haruka?" tanya Xiao sambil menatap wajah Haruka yang tengah berada disampingnya.


Saat Xiao berbicara tak lama tempat yang awalnya hanya sebuah kabut putih yang terlihat, dengan cepat berubah menjadi sebuah taman dengan paparan rumput hijau yang lapang, disana juga Haruka menatap sebuah bunga yang bermekaran dihadapannya, seperti tengah berada disebuah taman pada waktu musim semi tiba.


Semua nampak sangat indah, kupu-kupu nampak cantik seolah dia tengah menari mengitari bunga-bunga musim semi, Haruka seakan terhipnotis dengan pesonanya, namun ia tersadar kembali ini hanyalah bagian dari permainan Xiao Chen untuknya.


"Tentu saja." Ucap, Haruka dengan tegas.


Tak lama sinar berwarna putih melesat begitu cepat dihadapannya. Kini Xiao tengah berdiri dihadapan Haruka, terlihat pria itu tengah menatap wajah Haruka dengan padangan yang amat dingin dan mengerikan. Haruka yang melihatnya sungguh dibuat terkejut oleh sikap dari Xiao.


Xiao Chen kemudian segera mengangkat tangan kanannya keatas langit biru. Kini rumput hijau yang begitu indah berubah dengan sangat cepat menjadi sebuah tanah kering yang tandus. Bunga-bunga mati, begitupun juga dengan kupu-kupu yang tengah mengitarinya. Awan yang cerah dengan warna biru itu segera berbuah menjadi kabut berwarna gelap.


Kilatan petir segera keluar dari atas langit yang mendung sinarnya seperti ingin menyambar tubuh Haruka. Haruka kemudian memperhatikan sekeliling, hal itu baginya bukanlah sesuatu yang patut untuk ia takutkan. Namun ini hanya sebuah permainan.