Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
260


Haruka yang saat itu masih terlihat begitu sangat tidak perduli akan kehadiran dari Pangeran Kichiro yang saat itu tengah menyamar, membuatnya seakan tidak mendengarkan ucapan dari Pria itu, lalu dengan segera Haruka berjalan kembali untuk dapat pergi meninggalkan diri Pangeran, Pangeran Kichiro yang melihat hal itu lalu dia segera memiringkan kepalanya ke arah samping kanan, sambil sedikit tersenyum tipis pada diri Haruka. Lalu Pangeran dengan cepat meloncat ke arah bawah untuk dapat menghalangi langkah dari Haruka yang saat itu akan pergi meninggalkan dirinya begitu saja.


"Tidak disangka bukan Nona, kita dapat berjumpa kembali, mungkin ini sebuah takdir." Ucap, Pangeran Kichiro yang tengah menatap Wajah Haruka yang terlihat sangat dingin terhadap dirinya.


Haruka yang mendengar ucapan dari Pangeran Kichiro, segera ia membalas ucapan dari Pria licik itu dengan sorot mata yang begitu tajam.


"Hm, memanglah sungguh sangat kebetulan sekali ya, tapi aku tidak ingin berurusan dengan dirimu, jadi menyingkirlah dari hadapanku." Ucap, Haruka dengan tatapan tajam nan dinginnya itu.


Entah mengapa Pangeran Kichiro ketika melihat raut Wajah dari Haruka, ia merasakan sebuah kebimbangan yang saat ini tengah Haruka pikirkan didalam otaknya itu, Haruka yang melihat diri Pangeran Kichiro yang tengah menyamar itu terlihat semakin mendekat ke arah dirinya, dan juga ketika Pria itu menatap Wajahnya dengan sangat penuh arti membuat dirinya merasa semakin curiga, bahwa kedatangan Pria itu adalah untuk mengurusi urusannya.


Tidak lama kemudian daun kering yang berada diatas dahan pohon berjatuhan karena tersapu angin, dihadapan keduanya, lalu Pangeran Kichiro tanpa disadari telah melangkahkan kakinya dengan perlahan untuk dapat mendekati Haruka, Haruka yang melihat pergerakkan dari diri Pangeran Kichiro segera melangkahkan mundur kaki kanannya untuk dapat menghindari diri Pangeran.


"Sekali saja kau melangkahkan kakimu untuk mendekati diriku, maka kau akan mati!" Ucap, Haruka dengan perasaan waspada terhadap diri Pangeran.


Kretek....


Kaki kiri Pangeran Kichiro telah menginjak patahan dari ranting pohon yang saat itu tengah berada dibawah kakinya. Lalu dengan segera Pangeran menghentikan langkahnya sambil terdiam tanpa berkata apapun lagi. Haruka yang melihat hal itu merasa begitu sangat lega, kemudian Haruka segera berjalan untuk dapat melewati diri Pangeran.


Pangeran yang melihat hal itu dengan segera ia menggenggam pergelangan tangan kanan Haruka, Haruka kemudian segera melirik sinis ke arah Pangeran, dan tidak lama kemudian sebuah kekuatan internal milik Haruka ia keluarkan, hingga membuat diri Pangeran melepaskan genggamannya. Haruka yang melihat hal itu dengan cepat ia segera pergi untuk dapat meninggalkan diri Pangeran. Pangeran Kichiro kemudian segera menoleh ke arah belakang dilihatnya Haruka tengah berjalan untuk dapat masuk ke dalam hutan, Pangeran Kichiro hanya tersenyum kemudian dia segera menghilang dari tempatnya.


Saat Haruka tengah berjalan untuk dapat menyusuri hutan, dan menemui Rumah Kayu yang tengah ditempati oleh diri Pangeran Kichiro, dengan segera ia dikejutkan dengan diri Kirana dan Xiao Chen yang tengah berdiri dihadapannya. Namun, karena jaraknya yang cukup jauh sehingga keduanya tidak mengetahui keberadaan dari Haruka yang tengah berada ditempat itu juga. Haruka dengan cepat bersembunyi dibalik dahan pohon yang cukup besar bahkan dapat menutupi tubuh mungilnya itu. Karena jaraknya yang cukup jauh Haruka kesulitan untuk mendengarkan apa yang tengah mereka bicarakan. Haruka kemudian segera teringat kembali akan perkataan dari Leo pada saat didalam Rumah Kayu.


"Tentu saja, beberapa hari yang lalu aku tidak sengaja mempergoki Kirana tengah berbincang-bincang dengan Xiao Chen, dan sedikit yang aku ketahui dari percakapan mereka Xiao Chen berencana untuk melumpuhkan dirimu, dengan perantara Kirana." Ucap, Leo dengan tatapan tajam.


Haruka kemudian segera menghela napasnya, dengan segera Haruka menghilang dari tempatnya untuk dapat meninggalkan tempat itu dengan mudah tanpa diketahui oleh Putri Kirana dan juga Xiao Chen.


Masih didalam hutan, Xiao Chen tengah mencengkeram pergelangan tangan kanan dari Putri Kirana, nampaknya ia begitu sangat marah terhadap diri Putri Kirana.


"Jangan mimpi ya kau Xiao Chen, aku tidak akan pernah melakukan hal semacam itu terhadap diri Haruka!" Bentak Putri Kirana, sambil menarik lengan kanannya yang saat itu tengah dicengkeram dengan sangat erat oleh Xiao Chen.


Xiao Chen yang telihat sudah sangat geram akan diri Kirana segera ia mengelurkan sebuah kekuatan dari dalam bola matanya itu, cahaya keemasan segera masuk ke dalam tubuh Putri Kirana dengan perlahan, Putri Kirana yang merasakan hal itu terlihat begitu sangat kesakitan, dia mencoba untuk dapat melepaskan diri dari cengkeraman Xiao Chen dengan terus memberikan perlawanan, dia memberontak ketika Xiao Chen akan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh Putri Kirana. Meskipun tubuh Xiao Chen tengah terluka, namun kekuatan yang diberikan oleh Pangeran Kichiro pada saat itu dapat ia perlambat pergerakkannya, jadi sebelum tubuhnya terluka semakin parah Xiao Chen memanfaatkan kesempatan itu untuk memperbudak diri Kirana, yang saat itu sudah dibenci dan diasingkan oleh diri Norr dan Leo, Xiao Chen percaya bahwa jika ia memanfaatkan diri Kirana yang juga sebenarnya begitu sangat membenci keluarga Kerajaan Yu, membuatnya dengan mudah dapat menguasai diri Kirana sepenuhnya.


Setelah usai Xiao Chen menyalurkan kekuatannya, terlihat diri Putri Kirana yang melemas, lalu dengan segera tubuhnya terjatuh dia pun bersimpuh dihadapan Xiao Chen, tubuhnya seakan sudah tidak dapat ia kendalikan lagi. Namun hatinya masih tetap sama seperti dahulu. Tetapi itu tidaklah berguna lagi bagi diri Xiao Chen, meskipun hati Kirana menolak, namun tubuhnya akan menjalankan semua hal yang sebenarnya tidaklah ingin ia lakukan.


"Jika aku tidak dapat memiliki dirimu, maka siapapun juga tidak ada yang boleh bersama dengan dirimu, Haruka!" Teriak, Xiao Chen dengan perasaan puas.


Dengan segera Xiao Chen tertawa dengan sangat keras, sampai pada akhirnya diapun tersedak oleh sebutir debu.


"Ukhuk... Ukhuk... Ukhuk... Sial!" Ucap, Xiao Chen yang segera menutup mulutnya dengan punggung tangan kanannya itu.


Lalu Xiao Chen segera melihat diri Putri Kirana yang terlihat sudah sangat tidak berdaya itu, Xiao Chen kemudian dengan segera menggunakan kekuatannya untuk dapat pergi dari tempat itu bersama dengan diri Putri Kirana.