
"Sial Wanita itu ternyata sangat lah kuat, dia sangat berbeda dari ibu nya yang lemah itu." Dalam Benak Permaisuri Jian.
Dengan cepat Permaisuri Jian mengeluarkan kekuatan yang selam ini dia sembunyikan dari siapapun.
Hanna sedikit terkejut saat sebuah sinar berwarna merah mengarah pada dirinya. Dengan segera Hanna melepaskan genggaman nya dan meloncat ke arah belakang dengan sangat cepat.
"Hmm, boleh juga." Ucap Hanna dengan pandangan dingin.
Tak lama sebuah sinar berwarna biru memenuhi tangan Hanna bola mata nya terlihat mengeluarkan cahaya berwarna biru.
Permaisuri Jian terkejut saat melihat sinar yang menerangi Ke dua bola mata Hanna.
"Terkejut?." Ucap Hanna dengan pandangan dingin.
"Siapa kau sebenarnya Hanna?!." Ucap Permaisuri Jian dengan sedikit takut.
"Siapa diriku?! Heh siapa kau pantas mengetahui identitas asli ku!." Ucap Hanna dengan serius.
Kemudian Hanna berjalan mendekat ke arah Permaisuri Jian dengan perlahan. Hanna memandang wajah Permaisuri Jian dengan tampang serius. Tak lama saat dia memperhatikan ke dua mata Permaisuri Jian terlihat gambaran sebuah darah dan ibu nya yang sudah tergeletak tak bernyawa Hanna pun tak menyangka dapat Melihat masa lalu dari Permaisuri Jian. Dengan pandangan benci kemudian Hanna mengepalkan tangan nya yang berada di samping pinggang.
"Pembunuh! Kau yang memulai pertumpahan darah ini jadi aku yang akan mengakhirinya, Mati saja kau!." Ucap Hanna dengan tatapan benci.
"Apa yang akan kau lakukan Hanna! Apa kau sudah gila!." Ucap Permaisuri Jian terus berjalan mundur.
"Kau yang gila!."
Dengan segera pedang yang tengah dia genggam di arahkan nya tepat pada tubuh Permaisuri Jian. Dengan cepat Permaisuri Jian menghindar dari serangan Hanna. Tak lama Permaisuri Jian menatap tajam wajah Hanna dengan segera dia mengeluarkan kekuatan nya yang sudah terpendam sangat lama dalam dirinya.
"Bagus! Mari bertarung!." Ucap Hanna dingin.
"Apa kau yakin kau akan mengalahkan ku! Apa kau fikir kau itu cukup kuat! Hahaha aku tidak tau apa yang sudah kau lihat dalam diri ku tetapi apapun itu, jika kau menantang ku maka aku akan tunjukkan seberapa jahat nya diriku kepadamu!." Ucap Permaisuri Jian wajah nya terlihat sangat pucat, bola mata yang berwarna hijau berbuah menjadi merah, dan kulit Permaisuri Jian nampak pucat pasi.
"Banyak omong!." Ucap Hanna yang segera berlari untuk menghampiri Permaisuri Jian yang tengah berada di hadapan nya.
Permaisuri Jian yang melihat Hanna dengan cepat nya berlari mendekati tubuh nya dia kemudian segera mengeluarkan jurus cakar api, ke di dua tangan nya di penuhi dengan jari-jari yang memiliki kuku tajam dan panjang bagai belati.
Hanna yang terlihat sangat kesal segera menghindar ke arah samping agar tidak terkena ke dua tangan itu. Dengan cepat Hanna memutarkan tubuh nya ke udara dan menginjak wajah Permaisuri Jian dengan sekuat tenaga Hanna meloncat ke belakang dan menendang punggung Permaisuri Jian dengan tubuh membelakangi nya.
Permaisuri Jian amat kesakitan Hanna dengan tidak sopan nya telah melukai wajah nya yang sangat dia bangga-banggakan itu.
"Kurang ajar!." Ucap Permaisuri Jian dengan sangat marah.