
Kirana menatap kichiro yang berjalan menghampiri mereka , kirana melirik hanna.
"Sebaik nya aku memasuki kamar hari sudah mulai siang , matahari di siang hari tidak baik untuk kulit wanita." Ucap Kirana berjalan meninggalkan hanna.
Hanna melirik kirana lalu dia menatap langit.
Dalam benak nya "Hm, ini masih pagi tau."
Hanna memandang kichiro sekilas lalu dia berjalan menuju kamar ,langkah hanna terhenti karena lelaki itu menarik lengan baju nya.
"Ada apa?." Ucap hanna sambil menatap kichiro.
"Aku ingin bicara dengan mu." Ucap kichiro berkata dengan suara lembut.
Hanna membalikkan tubuh dan sekarang mereka sedang menatap satu sama lain.
"Silahkan." Ucap hanna.
Tak lama tangan nya di tarik oleh kichiro, hanna terkejut dengan tingkah pria itu.
"Hey kau ini ingin membawa ku kemana?." Tanya hanna serius.
Kichiro dan hanna berhenti di sebuah taman dengan di kelilingi bunga mawar merah yang cukup banyak ,dan beberapa bunga tulip yang sangat cantik dan harum.
"Kau lihat bunga di sini sangat indah bukan , banyak kupu kupu yang mengelilingi nya." Ucap kichiro sambil menatap hanna.
Hanna memandang tanaman yang sangat di sukai nya itu adalah mawar merah.
"Tapi , sayang nya bunga secantik ini memiliki duri yang tajam , sehingga membuat siapapun yang menginginkan nya harus berhati hati agar tidak terluka." Sambil menatap hanna.
Hanna memandang kichiro "Ya , aku sudah tau itu , lalu apa tujuan mu membawa ku kemari?." Tanya hanna.
Kichiro tersenyum menatap hanna lalu dia mengalihkan pandangan nya dan memperhatikan bunga mawar itu , kichiro melangkah kan kaki nya dan mendekati tanaman berduri itu.
"Apa kau suka bunga?." Ucap kichiro sambil memetik satu tangkai mawar dengan hati hati."
Hanna memandang kichiro dari belakang.
"Tidak, aku tidak suka bunga." Ucap hanna sambil membuang muka.
Kichiro berjalan dan menatap setangkai mawar yang berada di genggaman nya lalu dia memberikan nya pada hanna.
"Untuk mu." Ucap kichiro sambil memberikan bunga.
Hanna menatap bunga itu "Sudah ku katakan aku tidak suka bunga." Ucap hanna.
"Tidak suka bunga nya , atau tidak suka pada orang yang memberikan bunga nya?." Tanya kichiro sambil memandang hanna.
Kemudian hanna mengambil bunga yang berada di tangan kichiro.
"Terimakasih." Ucap hanna sambil memalingkan pandangan.
Kichiro tersenyum memperhatikan istri nya itu.
"Hmm, kau bilang tidak suka pada bunga ,lalu mengapa kau menerima nya?." Ucap kichiro.
Kemudian hanna membelakangi kichiro , dia menatap mawar yang berada di tangan nya.
"Aku hanya menghargai usaha mu untuk mengambil bunga ini , kau bilang bunga ini dapat melukai siapapun yang mencoba untuk menyentuh nya, tapi ku rasa itu tidak ada masalah bagi mu." Ucap hanna.
Kichiro memperhatikan hanna sambil berjalan mendekat ke arah istri nya.
" Hmm, itu karna aku sangat berhati hati." Ucap kichiro.
Dalam batin hanna "Bukan berhati hati! ,tapi kau menggunakan kekuatan mu untuk mengambil bunga ini kichiro ,jelas saja kau tidak terluka."
Tak lama hanna menoleh suami nya "Hmm , iya benar kau sangat berhati hati ,sampai mengambil bunga saja menggunakan kekuatan mu, hmm kau memang sangat hebat." Ucap hanna sambil tersenyum.
Kichiro terkejut "Aku bisa mengambil dan menggenggam nya tanpa terluka , namun sayang aku tidak mampu untuk menjadi pemilik hati mu hanna." Ucap kichiro dengan tatapan sendu.
Hanna memalingkan pandangan nya "Terimakasih untuk bunga nya , aku harus menemui yuan dia pasti sudah menunggu ku di kamar." Ucap hanna sambil berjalan meninggalkan kichiro.
Dalam batin hanna "Tatapan itu lagi?! ,menyebalkan."
Kichiro memperhatikan hanna yang berjalan semakin menjauh dari nya.
Dalam benak nya "Terus lah berjalan menjauh , jika sudah lelah maka cepat lah kembali pada ku."