
Leo kemudian segera menghampiri Putri Kirana juga Norr, yang saat itu tengah berada diluar rumah sambil memperhatikan dirinya, namun Leo sedikit merasa bingung ditempat dimana Norr dan Putri Kirana berada ia tidak melihat batang hidung Haruka.
Leo si Harimau putih itu kemudian segera berjalan semakin mendekat ke arah mereka, dengan segera kata pertama yang ia tanyakan kepada Norr dan Putri Kirana adalah keberadaan dari Haruka.
"Hei, mengapa aku tidak melihat Haruka disini?" ucap, Leo dengan memandang raut wajah dari kedua temannya itu.
Putri Kirana yang mendengar ucapan dari Leo, segera dirinya menjawab tanya dari Harimau putih itu, sambil sedikit melirik ke arah Noer yang saat itu masih berada disampingnya.
"Hm, aku juga tidak tau kemana ia pergi, karena pada saat aku terbangun dia sudah tidak berada didalam kamarnya, sedangkan kau? Darimana saja dirimu?" ucap, Putri Kirana yang segera menatap tajam wajah Leo si Harimau putih.
Leo yang mendengar ucapan dari Putri Kirana kemudian dia segera berjalan semakin mendekat ke arah rumah kayu, saat ia sudah berada disamping Putri Kirana Leo kemudian, segera membalikkan pertanyaan kepada diri Putri Kirana sambil menatap sepasang mata Putri Kirana dengan tatapan dingin bagai es itu.
"Hm, lalu pada malam yang sama, siapakah orang yang tengah kau temui itu?" ucap, Leo yang segera menghentikan langkahnya.
Putri Kirana yang mendengar hal itu merasa sangat terkejut, sungguh ia tidaklah menyangka, pada saat ia tengah berdebat dengan Xiao Chen, ternyata Leo juga tengah berada ditempat itu, tetapi karena Putri Kirana yang kurang waspada sehingga ia tidak tau jika ada orang lain yang juga tengah ikut bergabung dengan dirinya secara diam-diam, Putri Kirana tidak lah tau apakah Leo sudah mendengar semua ucapan mereka atau sebaliknya, namun ada beberapa hal yang membuat diri Putri Kirana merasa sangat takut adalah jika saja Leo telah dibuat salah sangka oleh kejadian semalam itu.
Norr yang tengah memperhatikan Leo, kemudian pandangannya tertuju pada diri Putri Kirana, Norr merasa sangat bingung dengan apa yang Leo katakan.
"Apa maksud dari ucapanmu itu, Leo?" tanya Norr dengan perasaan yang terlihat penasaran.
Leo yang mendengar ucapan dari Norr, hanya terdiam sambil terus memperhatikan Putri Kirana, sebenarnya pada saat itu dirinya tengah berada diatas dahan pohon, dan tentu saja ia mendengar semua ucapan yang tengah mereka permasalahkan, tetapi Leo memilih diam karena ia tengah menunggu jawaban dari Putri Kirana.
"Ya, semalam aku memang keluar, tujuanku tidak lain untuk melihat kondisi didalam Istanaku, tetapi entah mengapa secara tiba-tiba aku diikuti oleh seorang pria yang menyelamatkan Haruka, hmm jika tidak salah Haruka sempat berkata dia bernama Xiao Chen, aku tidak lah tau motif dari pria itu sampai mengikuti diriku, karena aku merasa terusik aku berniat untuk menyerang dia." Ucap, Putri Kirana yang segera menjelaskan kejadian semalam terhadap Norr dan Leo.
Norr yang merasa sedikit bingung, kemudian dia segera bertanya kembali terhadap Putri Kirana.
"Tunggu, dia mengikuti dirimu? Hmm, untuk apa? Apakah dia tidak mengatakan hal lainnya?" ucap, Norr yang terlihat begitu serius untuk mengengerkan jawaban dari Putri Kirana selanjutnya.
Putri Kirana yang tengah berdiri disamping Norr, dan Leo yang sedari tadi tengah memperhatikan dirinya dengan sorot mata yang begitu tajam, membuat diri Putri Kirana merasa sedikit gugup, kemudian Putri Kirana segera berjalan ke arah depan, sambil menatap pepohonan yang hijau, Putri Kirana pun menjawab pertanyaan dari Norr terhadap dirinya itu.
"Aku tidak tau pasti apa alasannya, tetapi dia berkata bahwa dia begitu sangat penasaran dengan kekuatan dari Mata Teratai." Balas Putri Kirana sambil terus menyaksikan pepohonan yang begitu rindang.
Leo yang mendengar jawaban dari Putri Kirana, hanya terdiam dia tidak ingin berkata apapun lagi dihadapan Putri Kirana dan Norr, meskipun bukan hanya hal itu saja yang telah Xiao Chen katakan kepada diri Putri Kirana, namun Leo merasa mungkin saja Putri Kirana menyembunyikan hal yang lebih penting itu untuk dirinya sendiri.
"Hm, aku harap kepercayaan yang sudah diberikan tidak akan pernah dirusak, hanya karena sebuah kebodohan." Ucap, Leo yang segera melanjutkan langkahnya untuk segera memasuki Rumah kayu.
Norr yang mendengar ucapan dari Leo kemudian dia segera menatap diri Putri Kirana yang tengah membelakangi dirinya itu, tanpa berkata apapun Norr segera berjalan untuk masuk kedalam Rumah kayu, dan meninggalkan Putri Kirana sendirian.
Putri Kirana saat mendengar ucapan dari Leo, membuat hatinya tersentil, namun ia hanya terdiam sambil terus menatap pepohonan.
"Ibarat selembar Kertas sekali ia direnyuk dan kusut, maka ia tidak akan kembali seperti sedia kala."