
Kirana sangatlah merasa heran dengan tingkah laku Leo da Norr yang mulai berubah, dia sangatlah tidak mengerti mengapa mereka melakukan hal itu kepadanya. Haruka yang masih berada disamping Kirana kemudian meliriknya, dia mulai berbicara sambil memutarkan tubuhnya untuk berjalan memasuki Gubuk.
"Hari ini kita tinggalkan Hutan." Ucap Haruka dengan wajah dinginnya.
Kirana nampak terkejut saat Haruka berkata begitu kepada dirinya, Dia teramat bingung, Haruka tadi tidak mengindahkan ucapannya untuk pergi meninggalkan Hutan, namun sekarang entah apa yang tengah Haruka pikirkan Kirana amatlah tak mengerti, wanita itu memiliki sifat dan pemikiran yang sulit untuk diprediksi.
"Ah, baiklah."Jawab Kirana dengan wajah gugupnya.
Tak lama Kirana dan Haruka memasuki Gubuk mereka, Haruka melirik kearah ssamping kiri dilihatnya Leo dan Norr tengah terdiam satu sama lain setelah Haruka tiba. Haruka yang tengah berdiri didekat pintu yang terbuka segera memasang tatapan mata yang sinis terhadap Leo dan Norr.
"Hm, jika kalian tidak ingin memberitahu kepadaku, maka aku akan mencarinya sendiri. Aku paling benci ada rahasia, apalagi itu mengenai diriku." Dalam batin Haruka dengan perasaan curiga.
Kirana yang berada dibelakang Haruka segera mengintip dari samping tubuh Haruka, pandangannya pertama kali ia tunjukkan untuk Norr, Norr yang tidak memperhatikan Kirana sedikitpun hanya memasang wajah pada biasanya, Kirana memandang wajah indah Norr, sorotan matanya nampak dingin dan menyeramkan, bulu mata yan amatlah lebat, juga hidung yang mancung, serta bibir tipis berwarna merah, tanpa garis lekuk senyum pada bibirnya sehingga nampak wajah pria tampan dengan bentuk wajah yang nyaris sempurna, sayangnya Kirana tidak mendapatkan sebuah senyuman kecil yang mewarnai wajah Norr, tatapannya semakin dalam terhadap pria siluman itu. Entah apa yang membuatnya menjadi seperti itu namun, Kirana segera tersadar saat dengan tiba-tiba Norr meliriknya dengan tatapan dingin menyeramkan itu.
Kirana yang terkejut segera menjauh dari belakang tubuh Haruka, kemudian dia segera berjalan kearah samping langkahnya dengan hati-hati dan sangat anggun. Haruka yang masih berada didepan pintu segera berjalan menghampiri Norr dan Leo.
"Malam ini aku sangatlah ingin keluar dari hutan dan berjalan kesebuah desa, mungkin disana kita dapat menemukan sesuatu yang amatlah penting, mau tidak mau kita harus keluar dari sini bukan?!" ucap Haruka dengan raut wajah dinginnya.
"Hm, sungguh sulit merahasiakan semuanya dari Haruka, aku harus berhati-hati, sebelum dugaanku terbukti sebaiknya aku tidak memberitahukan kepada dirinya." Dalam benak Norr dengan perasaan sedikit gugup.
"Baiklah, jika itu pintamu, maka kita harus bersiap-siap untuk pergi dari sini untuk menuju desa dekat hutan." Ucap Norr dengan tatapan yang terlihat tenang.
Haruka memandang kedua mata Norr dengan tajam, kemudian dia mulai bersuara dalam hatinya.
"Tidak perlu memasang wajah seperti itu, kau malah akan semakin terlihat gugup dihadapanku." Dalam benak Haruka yang masih memandang kedua bola mata Norr dengan tajam.
Norr nampak terkejut saat Haruka terus saja memandanginya, kemudian Norr segera memalingkan pandangannya untuk menjauhi tatapan Haruka yang penuh makna.
"Ada apa Haru, apa kau mulai melupakan Kichiro dan jangan bilang kau telah jatuh hati kedapaku?!" ucap Norr dengan pandangan meledeknya kepada Haruka.
Haruka kemudian memutarkan bola matanya kearah samping, dengan perasaan yang amatlah kesal kepada Norr dan Leo.