Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Kekalahan Xiao Chen.


Xiao Chen hanya tersenyum licik dihadapan Pangeran Kichiro, kemudian dia memerintahkan kepada para budaknya itu untuk menyerang Pangeran Kichiro tanpa menyisakan sedikit pun bagian dari tubuhnya.


"Bunuh dia! Lenyapkan dia dari muka bumi ini!" Ucap, Xiao Chen yang segera berjalan mundur ke belakang untuk dapat meninggalkan Pangeran Kichiro bersama dengan para budaknya itu.


Pangeran Kichiro yang melihat para anak-anak kecil dengan Wajah pucat pasi tampak sangat tekejut ketika Pangeran Kichiro menatap semakin dalam bola Mata hitam anak kecil itu. Pangeran Kichiro juga memperhatikan secara detail tubuh Anak-anak itu, Pangeran Kichiro kemudian menggunakan kekuatan sambung nyawa untuk melihat organ tubuh Anak-anak itu. Betapa terkejutnya ia ketika melihat jantung yang sudah tidak berfungsi hanya otak yang yang dijadikan kendali oleh Xiao Chen, Pangeran Kichiro kemudian teringat akan Putri Kirana yang saat itu juga bersikap seperti Anak-anak itu.


"Mungkinkah Kirana?!" Ucap, Pangeran Kichiro dengan perasaan tidak menyangka dalam dirinya.


Xiao Chen yang melihat Pangeran Kichiro dari atas dahan Pohon, tampak tengah menatap tajam ke arah para budaknya itu. Anak-anak kecil yang tidak berdosa itu seakan mayat hidup yang tidak dapat memilih ke arah mana ia akan pergi.


"Xiao Chen kau sangat keterlaluan!" Ucap, Pangeran Kichiro yang menatap tajam Anak-anak itu.


"Bunuh seorang Penyusup! Bunuh seorang Penyusup!" Ucap, Anak-anak itu sambil mengeluarkan sebuah Pedang tajam dari balik Pakaiannya.


Pangeran Kichiro tidak bisa menyakiti Anak-anak yang tidak berdosa. Namun, apalah daya itu adalah sebuah pilihan yang harus ia ambil. Ketika Anak-anak kecil itu berlari untuk dapat mendekati Pangeran Kichiro, dengan kondisi yang sudah sangat siap Pangeran Kichiro yang menantikan kehadiran dari Anak-anak itu, sepasang Matanya menatap tajam ke arah Anak-anak itu, ketika sudah berada didekatnya dengan cepat Pangeran Kichiro membuang semua Pedang yang tengah digenggaman oleh Anak-anak itu. Ketika Pedang tajam itu tengah melayang diangkasa Pangeran Kichiro segera menatap tajam ke arah Pedang itu, kemudian dengan cepat Pangeran Kichiro segera mengarahkan Pedang tajam itu ke arah Xiao Chen. Xiao Chen yang tengah bersandar dibalik dahan Pohon yang cukup besar, dengan segera ia membuka sepasang Matanya pandangannya kemudian tertuju pada puluhan Pedang tajam yang mengarah kepada dirinya.


Dengan sigap Xiao Chen bangkit dari tempatnya, lalu dengan cepat ia menepis Pedang yang tengah mengerah kepada dirinya dengan Pedang tajam yang tengah ia genggam. Ketika puluhan Pedang tajam itu berbalik ke arah Anak-anak kecil itu Pangeran Kichiro yang melihat hal itu tampak sangat terkejut, kemudian dia menggunakan kekuatannya untuk dapat melindungi Anak-anak yang tidak berdosa itu. Seketika puluhan Pedang tajam yang mengerah kepada Anak-anak itu terhalangi dengan pelindung yang Pangeran Kichiro buat. Puluhan Anak-anak yang sudah tidak bernyawa itu kemudian memalingkan pandangan mereka ke arah Pangeran Kichiro mereka sungguh sangat tidak menyangka dengan apa yang telah dilakukan oleh Pangeran Kichiro kepada mereka.


Xiao Chen yang melihat hal itu tampak sangat kesal, kemudian dia memerintahkan kepada para budaknya itu untuk kembali menyerang Pangeran Kichiro.


Para Anak-anak yang mendengar perkataan dari Xiao Chen telihat sangat tidak suka dengan sikap dari Pria itu, Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan dari Xiao Chen dengan segera ia berbicara kepada Xiao Chen.


"Apakah kau pikir dengan menjadikan Anak-anak ini sebagai mayat hidup sudah dipastikan kau akan dapat mengalahkan diriku! Sungguh kejam perbuatanmu ini Xiao Chen! Mereka adalah Anak yang tidak berdosa, tetapi dengan kejinya kau menjadikan mereka sebagai alatmu, bahkan kau hampir saja melukai mereka dengan puluhan Pedang tajam itu!" Ucap, Pangeran Kichiro dengan tatapan mengerikan dihadapan Xiao Chen.


Xiao Chen yang tengah menahan sakit ditubuhnya karena lukanya semakin terasa sakit membuat tubuhnya semakin melemah, Wajahnya pun tampak begitu sangat pucat, dengan tubuh yang sudah sangat lemah Xiao Chen segera meloncati dahan Pohon yang cukup tinggi, ia berjalan dengan langkah tertatih untuk dapat mendekati Pangeran Kichiro.


Tak lama kemudian pelindung yang tengah Pangeran Kichiro buat, menghilang dengan perlahan, segera ia mengangkat kembali Pedangnya ke arah atas untuk dapat menyerang Xiao Chen. Namun, ketika Pangeran Kichiro akan mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang Xiao Chen, dia dikejutkan dengan Puluhan Anak-anak itu yang dengan serentak menusuk tubuh Xiao Chen dengan Pedang milik mereka.


"Kami bukan budakmu!" Ucap, Anak-anak itu kepada Xiao Chen.


Xiao Chen yang melihat budaknya melakukan kesalahan kepada dirinya, membuatnya sangat murka, darah hitam segera keluar dari dalam mulutnya, ternyata Pedang itu sudah dilumuri sebelumnya dengan racun yang sangat mematikan, terlebih lagi organ tubuh Xiao Chen telah diotak-atik oleh Pangeran Kichiro sehingga ia tidak dapat berbuat apapun lagi, secara keseluruhan kekuatan milik Xiao Chen telah diserap habis oleh kekuatan sambung nyawa milik Pangeran Kichiro.


"Ukhuk... Kalian! Mengapa...?!" Ucap, Xiao Chen yang sudah tidak dapat bergerak lagi, dengan perlahan tubuhnya terjatuh diatas tanah hitam.


Teringat ia memiliki kekuatan yang dapat mematikan seseorang dengan sangat mudah, hal itu ia buktikan dengan diri Xiao Chen yang saat ini sudah tidak berdaya lagi.


"Ini yang kau anggap pengikut, Xiao Chen? Mereka lah yang membunuh dirimu, pada akhirnya." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tatapan tajam.