
Pangeran Kichiro merasa sangat nyaman saat berbicara pada diri Haruka, mengenalnya adalah suatu hal yang sangat indah dan itu tidak dapat dipungkiri hadirnya Haruka membuat dirinya merasa sangat tenang, bagaikan tengah bersama dengan seseorang yang benar-benar ia butuhkan kehadirannya.
"Oh, ya Pangeran, ada satu hal yang ingin aku sampaikan kepada dirimu." Ucap, Haruka dengan serius.
Pangeran Kichiro yang mendengarnya merasa sangat bingung, dengan apa yang akan disampaikan Haruka kepada dirinya itu. Dia terlihat sangat serius, sehingga membuat dirinya amat penasaran.
"Ada apa?" ucap, Pangeran Kichiro dengan penasaran.
Haruka yang melirik ke arah Pangeran Kichiro segera ia berbicara kepada Pangeran, terdengar sangat tegas dan perduli itulah yang Pangeran Kichiro rasakan saat mendengar ucapan dari Haruka.
"Hmm, kau harus berhati-hati dengan Putri Yuri, aku merasa dia menyimpan niat buruk terhadap dirimu, tapi kau tenang saja, dia tidak akan berani berbuat hal buruk terhadap dirimu, jika itu sampai terjadi katakan saja padaku, aku akan melindungi dirimu, ya anggap saja karena kita seorang teman saling melindungi itu adalah hal yang wajar." Ucap, Haruka yang telah berdiri disamping Pangeran Kichiro.
Pangeran yang mendengarnya terlihat sangat senang, terlebih lagi saat Haruka sangat antusias untuk mengatakan hal semacam itu, Pangeran Kichiro yang tengah terduduk disamping Haruka terlihat sangat senang saat melihat Haruka yang begitu mengkhawatirkan dirinya, seolah-oleh Pangeran Kichiro adalah seekor anak ayam yang harus terus dilindungi oleh induknya. Tak lama kemudian Pangeran Kichiro segera tertawa kecil saat melihat sikap lucu dari Haruka, Haruka yang melihatnya nampak bingung, kemudian dia segera terduduk kembali disamping Pangeran Kichiro.
"Mengapa kau tertawa? Aku serius!" Ucap, Haruka yang terlihat sedikit kesal.
Pangeran yang melihat wajah Haruka kemudian dia segera berhenti tertawa, setelah itu Pangeran Kichiro menjawab ucapan dari Haruka sambil sedikit menahan tawa.
"Iya, iya maafkan diriku, tapi sikapmu itu seperti seekor induk ayam yang tengah melindungi anak ayamnya." Ucap, Pangeran Kichiro dengan raut wajah senang.
Haruka yang mendengar hal itu kemudian dia merasa sangat kesal, bisa-bisanya Pangeran Kichiro menyamakan dirinya dengan seekor induk ayam, lalu segera Haruka dengan sengaja menarik lengan Pangeran Kichiro, dan menggigitnya dengan sangat keras, hal itu membuat Pangeran Kichiro merasa sangat terkejut dengan sikap Haruka.
"Hei, jika kau masih merasa lapar, mengapa tadi saat kita berada didalam tempat makan kau tidak menambahnya, apa kau merasa malu? Inilah akibatnya jika kau bersikap malu-malu, lenganku ini bisa saja lenyap dalam satu detik karena dirimu." Ucap, Pangeran Kichiro yang telihat sedikit malu dihadapan Haruka.
Haruka yang mendengar ucapan dari Pangeran Kichiro yang malah semakin membuatnya kesal, dengan segera ia melepaskan gigitannya, sambil menatap wajah Pangeran Kichiro.
"Biarkan saja, biar aku gigit lenganmu sampai tak tersisa." Ucap, Haruka yang segera menatap wajah Pangeran Kichiro dengan kesal.
Pangeran Kichiro yang mendengarnya kemudian dia telihat tengah menahan tawanya, sambil berpura-pura terkejut dengan apa yang Haruka katakan.
"Wow." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tersenyum tipis pada diri Haruka.
Tak lama kemudian Pangeran Kichiro segera menangkat lengan yang satunya, untuk dapat ia letakkan diatas kepala Haruka, sambil berbicara dengan lembut kepada dirinya.
Haruka merasakan hatinya telah disentuh oleh suatu kehangatan yang menyelimuti dirinya, dia tidak pernah merasakan hal semacam itu, bahkan sampai membuat hatinya benar-benar luluh, Haruk baru menyadari dirinya yang keras, dapat diluluhkan dengan sikap dari Pangeran Kichiro yang begitu lembut terhadap dirinya, pria itu mampu membuatnya merasa tenang dan nyaman.
"Baiklah." Ucap, Haruka dengan tersenyum kecil pada Pangeran Kichiro.
Tak lama kemudian malam semakin gelap, angin malam pun berhembus semakin kencang, membuat tubuh Haruka bergetar kedinginan, dengan segera Haruka mengangkat lengannya untuk menutupi tubuhnya sendiri, Pangeran Kichiro yang melihat hak itu kemudian dia segera melepas jubahnya, dan segera ia pakaikan ditubuh Haruka, Haruka yang saat itu tengah menutup kedua matanya dengan terkejut segera ia membukanya dan menoleh ke arah Pangeran Kichiro yang tengah memakaikannya jubah milik Pangeran itu.
"Ini...?!" Ucap, Haruka yang merasa sangat tekejut dengan apa yang Pangeran Kichiro lakukan terhadap dirinya.
Pangeran yang melihat diri Haruka yang nampak bingung, segera Pangeran berbicara pada diri Haruka yang saat itu masih menatap wajahnya.
"Kenakan saja, sepertinya malam sudah semakin gelap, anginnya pun sangat kencang dan terasa dingin sekali, berdiam diri ditempat yang ditumbuhi pepohonan, akan membuat tubuhmu semakin lelah." Ucap, Pangeran Kichiro yang menatap wajah Haruka.
Haruka yang mendengar hal itu, membuat dirinya sedikit tersentuh tidak dia sangka Pangeran Kichiro ternyata tengah menghawatirkan dirinya.
"Kau benar, malam sudah semakin gelap dan dingin, sebaiknya kau kembali ke Istanamu, aku yakin disana kau telah dinanti kehadirannya oleh ayah dan ibumu, aku pun akan kembali kerumah oh iya ini aku kembalikan jubahmu, sepertinya dirimu lah yang sangat membutuhkannya." Ucap, Haruka yang segera melepaskan jubah milik Pangeran Kichiro, dan memberikannya kepada Pangeran.
Pangeran Kichiro kemudian segera menerima jubahnya itu, kemudian Haruka segera berjalan untuk menjauh dari hadapan Pangeran Kichiro.
Selamat tinggal Pangeran." Ucap, Haruka yang tersenyum pada Pangeran Kichiro, lalu dia segera membalikkan tubuhnya untuk pergi dari hadapan Pangeran.
Pangeran Kichiro yang melihat Haruka akan pergi meninggalkan dirinya, segera ia berbicara pada diri Haruka dengan suaranya yang keras.
"Haruka, apakah kita akan bertemu lagi? Bisakah aku bertemu dengan dirimu lagi?" ucap, Pangeran Kichiro yang menatap diri Haruka dari kejauhan.
Haruka yang saat itu tengah berjalan untuk meninggalkan Pangeran Kichiro, nampak sangat terkejut dengan ucapan dari pria itu, Haruka kemudian segera memalingkan wajahnya untuk menatap diri Pangeran yang saat itu masih berada ditempatnya.
"Iya, tentu saja." Ucap, Haruka yang segera pergi untuk meninggalkan Pangeran Kichiro sendirian.
Pangeran Kichiro yang melihat diri Haruka yang telah pergi meninggalkan dirinya itu, kemudian dia juga bergegas untuk kembali pulang ke dalam Istana Yu, Pangeran Kichiro dan Haruka berjalan kedua arah yang berlawanan, mereka saling terpisah, malam ini adalah malam yang teramat berarti bagi Haruka, melihat Pangeran Kichiro yang dapat tersenyum kembali membuat diri Haruka merasa sangat senang, dia tersenyum tipis saat menatap langit malam yang dihiasi ribuan para bintang.
Sambil terus berjalan dan kembali kedalam hutan, sedangkan Pangeran Kichiro yang tengah berjalan untuk kembali ke Istana, telihat sangat senang dengan Dewa yang menghadirkan Haruka dalam hidupnya.