Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
110


Pria itu masih merangkul tubuh isteri nya dengan erat kemudian Hanna mengangkat tangan nya dia menyentuh tangan pria itu dan mencoba untuk melepaskan pelukan Kichiro.


"Bisakah kau lepaskan diriku?"


Pria itu tidak mendengarkan ucapan dari hanna kemudian dia menyandarkan kepala nya di pundak isteri nya itu, dan semakin erat memeluk Hanna.


"Tidak mau." Ucap Kichiro dengan manja.


Hanna merasa sangat kesal dengan pria itu, dia seperti tengah menikahi seorang pria yang berumur lima tahun.


"Kichiro, bisakah kau bersikap lebih dewasa seperti biasanya?." Dalam benak Hanna.


"Lepaskan." Ucap Hanna dengan nada cukup tinggi.


"Tidak mau." Ucap Kichiro dengan tegas.


Hanna sungguh merasa kesal dengan pria itu kemudian dia membentak suaminya.


"Kichiro, lepaskan!" ucap Hanna sambil menatap suaminya yang tengah berada di belakang nya itu.


"Tidak." Ucap pria itu sambil meletakkan kepalanya di bahu Hanna, dengan segera dia memejamkan matanya.


"Apa kau tidak merasa malu jika nanti akan ada orang lain yang melihat tingkahmu yang seperti ini?!."


"Tidak."


Saat Hanna mendengar jawaban dari suaminya kemudian dia menarik tangan Kichiro agar melepaskan pelukannya itu.


"Dasar tidak tau malu." Ucap hanna dengan kesal.


Pria itu terkejut mendengar ucapan dari hanna yang berkata begitu terhadapnya, kemudian pria itu membuka kedua matanya.


Hanna terkejut mendengar ucapan dari kichiro yang tiba-tiba berkata begitu terhadap dirinya, pria itu sekarang telah melepaskan tangannya dari tubuh hanna.


Wanita itu menatap Kichiro yang tengah berada dibelakangnya, raut wajah pria itu napak tidak dalam keadaan suasana yang baik.


"Kau, kau tidak akan pernah mengerti mengapa aku begini terhadap dirimu, apa kau tau? Apa kau percaya selama ini aku selalu mencoba untuk membenci mu tapi itu tidak pernah bisa! ,apa kau tau betapa sakit nya saat aku mencoba untuk membenci orang yang paling ku sayang! kau tidak tau bukan?! Kau hanya bisa menilaiku yang egois, egois dan egois, kau tidak akan pernah mengerti semuanya!." Ucap Hanna dengan kesal terhadap Kichiro.


Pria itu terkejut melihat Hanna yang tiba-tiba mengatakan sesuatu hal yang memang tidak di mengerti olehnya.


"Aku tidak pernah tau apa yang sebenarnya kau pendam, karena kau tidak pernah berbicara?" ucap Kichiro dengan nada yang lebih lembut.


"Jika aku berbicara apakah kau akan bisa menerima semua kenyataannya?! Apakah kau bisa jamin tidak akan pernah meninggal kan ku saat semua nya aku ungkapkan?!" Bentak Hanna dengan perasaan sedih dalam dirinya.


"Aku bisa, aku pasti bisa menerima semuanya, katakan apa yang tidak ku ketahui selama ini?" ucap kichiro sambil memandang Hanna penuh dengan pengertian.


Dia tidak mengerti apa yang sebenarnya tengah Hanna sembunyikan darinya, wanita itu selalu saja menyimpan semua sendirian didalam hatinya.


"Kau tidak bisa." Ucap Hanna dengan tegas.


"Aku bisa, aku akan menerima semuanya." Ucap Kichiro dengan tegas.


"Kalau begitu aku yang tidak bisa!."


Dengan cepat Hanna meninggalkan kichiro di taman pria itu mencoba untuk mengejar hanna dan menyentuh tangan nya, hanna yang menatap Kichiro segera menarik tangannya dengan cepat dan pergi meninggalkan Kichiro sendiri di taman.


"Maafkan aku, aku benar benar tidak ingin kau mengetahui semua terlalu jauh, aku takut akan kehilangan orang yang paling kusayang, dan aku tidak ingin semua itu terjadi lagi pada diriku." Dalam benak Hanna sambil terus berlaku menuju kamarnya.


Kichiro yang berada di taman sungguh merasa bingung dia benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya tengah hanna sembunyikan darinya.