
Di Istana Yu.
"Kak apa yang harus kita lakukan? Kita harus menyingkirkan hanna segera dari sini ,aku tidak rela hanna menjadi istri dari pangeran Kichiro." Ucap Zofan yang tengah duduk di taman dengan putri Amuya.
"Heh sabaiknya sekarang kau jangan terlalu memperlihatkan ketidak senananganmu pada Hanna, aku akan segera menyingkirkan dia dari istana ini." Balas Amuya.
"Baiklah kak." Dalam batinnya. "Untuk sekarang ini lebih baik aku bekerja sama dengannya."
"Nanti pada saat Hanna di singkirkan maka aku akan menjadi permaisuri dari pangeran, haha." Ucap Amuya dengan senang.
"Teruslah bermimpi,karna setelah Hanna, kau target berikutnya dan aku akan menjadi satu-satunya istri pangeran." Dalam benak Zofan.
Hutan.
"Leo sebaiknya kau pergi, aku tidak mau orang akan tau siapa aku sebenarnya." Uca Hanna yang menatap Leo.
"Jadi kau tidak ingin orang lain Mengetahuinya." Ucap Leo kepada Hanna.
"Iya." Balas Hanna yang tengah berada disamping Leo.
"Baiklah aku akan meninggalkanmu." Ucap Leo yang segera pergi meninggalkan Hanna.
Hanna berjalan keluar dari hutan dan menuju pasar.
Di Pasar.
"Aku harus mengganti pakaianku agar orang tidak curiga, aku akan meminta bantuan pada Shiro." Ucap Hanna lirih.
Toko pakaian Li An.
Hanna segera memasuki toko.
Shiro : "tuan putri?!." Ucap Shiro yang menatap Hanna.
"Shiro carikan aku pakaian seorang putri, dan sebuah jubah." Ucap Hanna kepada Shiro.
"Baik." Ucap Shiro yang pergi untuk mengambilkan.
"Tokomu ku lihat akhir-akhir ini cukup sepi ya Shiro."Ucap Hanna sambil menatap sekeliling.
"Ya begini lah putri, ini pakaian anda." Balas Shiro sambil berjalan memberikan pakaian untuk Hanna.
"Boleh kah aku berganti di tempatmu??."Ucap Hanna sambil mengambil pakaian.
"Jika putri berkenan, silahkan saja." Ucap Shiro yang memperbolehkan Hanna.
"Terimakasih." Hanna segera berjalan menuju tempat ganti.
Dalam benaknya "Mengapa pakaian putri begitu kotor dan terobek apa yang sebenarnya putri alami?."
Hanna segera keluar tempat ganti setelah selesai berganti pakaian.
"Anda sudah selesai? Putri boleh kah saya bertanya sedikit?." Ucap Shiro dia menatap wajah Hanna dengan serius.
"Apa itu?!."Jawab Hanna yang membalas tatapan Shiro.
"Karna saat aku di hutan sedang mencari rempah obat, aku sedikit terjatuh sehingga pakaian ku rusak dan kotor." Dalam batin Hanna. "Tentu saja aku tidak akan berkata sebenarnya."
"Ya ampun putri sampai begini, anda mencari rempah obat sampai melukai diri sendiri ." Ucap Shiro dengan cemas.
"Tidak masalah." Balas Hanna sambil berjalan keluar. "Oh ya shiro hari ini aku tidak membawa uang, jadi lain waktu aku pasti akan membayarnya."Sambil sedikit menoleh ke arah belakang.
"Tidak masalah putri." Ucap Shiro.
Istana Lin.
Hanna segera memasuki Istana.
Di kamar sang putri.
"Putri anda sudah kembali." Ucap Yuan yang menatap Hanna.
"Ia, hari ini aku akan mengajakmu pergi ke Istana Yu, oh ya soal hadiah itu apakah sudah kau siapkan??." Ucap Hanna yang berdiri disamping kasur.
"Tentu saja putri, lihatlah pakaian yang saya pilihkan untuk pangeran kenakan." Ucap Yuan sambil memperlihatkan hadiah itu kepada Hanna.
"Oke sebaiknya kita pergi sekarang, tapi sebelum itu bawa lah jubah ini dan biarkan aku yang membawa hadiah untuk pangeran." Balas Hanna, kemudian dia memberikan jubah kepada Yuan dan mengambil hadiah.
"Baik putri." Ucap Yuan yang segera mengambil jubah itu.
Istana Yu.
Setibanya di Istana Yu Hanna berjalan memasuki istana.
Kichiro Yu tengah menatap Hanna dari dalam Istana.
"Pangeran anda sudah kembali?." Ucap Hanna sambil berjalan mendekat.
"Iya." Uca Kichiro yang menatap Hanna. dalam benaknya. "Mengapa aku melihat dia sangat mirip dengan gadis itu?." Kichiro Yang masih memperhantikan Hanna kemudian menatap sebuah bingkisan yang tengah Hanna genggam. "Apa yang sedang kau bawa itu?."
"Ini adalah hadiah yang sudah ku siapkan untuk anda pangeran." Ucap Hanna memberikan hadiah itu.
"Hadiah ini kau sendiri yang mencarikannya untukku?." Ucap Kichiro yang segera mengambil hadiah itu.
"Tentu saja." Ucap Hanna dengan tersenyum.
Yuan yang berdiri dibelakang Hanna terlihat kaku dalam batinnya. "Putri berbohong itu dosa.
"Terimakasih atas hadiahnya, aku menerimanya." Ucap Kichiro.
"Semoga pangeran menyukai hadiah itu." Balas Hanna dengan senyum kecil.
"Mari aku akan mengantarmu untuk menemui ayahhanda." Ucap Kichiro lalu dia memberikan jalan kepada Hanna.
"Baik." Lalu Pandengan Hanna mengarah pada Yuan. "Kau pergilah dulu ke kamarku."
"Baik putri." Ucap Yuan yang segera meninggalkan Hanna.
Hanna menatap Kichiro yang berada didepannya itu "Mari pangeran."