Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
52


Istana Yu.


Yuan mondar-mandir kebingungan mencari Putri Hanna, sejak semalam sampai pagi hari dia tidak pulang ke Istana.


Kichiro menatap Yuan yang mondar-mandir disekitar istana.


"Ada apa dengannya? Mengapa dia sendirian?"


Dengan penasaran akhirnya kichiro segera menghampiri Yuan.


"Ada apa denganmu? dan dimana istriku?" tanya Kichiro yang berada disamping Yuan.


Dengan menatap tajam Yuan, Yuan terkejut dia ingin berkata namun sangat takut.


"Ampun Pangeran, tuan Putri Hanna sejak semalam tidak ada di kamarnya." Jawab Yuan.


"Apa? Bagaimana bisa? bukankah kau Pelayan setianya? Apa kau tidak benar-benar menjaga dia?" ucap Kichiro dengan terkejut.


Yuan tertunduk takut. "Ampun ini memang kesalahan saya, saya yang ceroboh tidak dapat menjaga putri Hanna dengan baik."


kichiro terlihat sangat marah "Aku akan pergi untuk mencarinya, tapi ingat jangan katakan pada siapapun jika putri hanna menghilang, kau mengerti!"


"Mengerti Pangeran." Ucap Yuan.


Kichiro segera bergegas pergi keluar Istana dengan menaiki kuda."


Didepan Istana Amuya menatap Pangeran Kichiro yang mengabaikan tegur sapanya.


"Ada apa dengan pangeran? Dia terlihat sangat tergesa, sampai-sampai sedikit pun tidak melihatku." Ucap Amuya dengan bingung.


Kemudian dia menatap Pangeran Kichiro yang semakin menjauh.


"Itu tidaklah penting pangeran kemana, sekarang yang terpenting aku harus segera menemui gadis itu." Ucap Amuya tidal sabar kemudian dia berbalik dan berjalan


Di perjalanan.


Pangeran Kichiro menghentikan kudanya.


"Aku bahkan tidak tau dia pergi kemana? Tunggu jika difikirkan lagi bukankah dia memiliki seekor burung besar dan Harimau Putih apakah dia pergi ke hutan, baiklah aku akan mencoba mencarinya kesana." Ucap Kichiro.


Pangeran Kichiro segera menarik tali kuda dan begegas cepat menuju hutan.


*Pantai*


Norr menatap Hanna yang terbaring lemah. "Hanna?"


"Iya?" ucap Hanna dengan lemah.


"Bahkan sekarang aku merasa tubuhku ini seperti remuk." Ujar Hanna yang lemah sambil tersenyum menatap Norr.


"Baiklah aku akan memanggil Leo kesini." Ucap Norr.


"Hey untuk apa?" tanya Hanna bingung.


"Menyuruhnya untuk menemui Kichiro dan membawamu pulang ke Istana." Ucap Norr.


"Heh Norr hanya akulah yang dapat memanggilnya." Balas Hanna.


"Kalau begitu cepat lakukan." Ucap Norr.


"tidak perlu, aku yakin Kichiro sedang sangat sibuk, lagipula aku tidak membutuhkan bantuan darinya." Ucap Hanna.


"Hey bisa kah kau sedikit menyampingkan egomu itu? Fikirkan lah kau sedang terluka, jika kau begini mana mungkin kau akan membalaskan dendam Yuriama dan Hanna Lin." Ucap Norr.


Hanna mencoba untuk mengangkat tubuhnya.


"Kau fikir, aku selemah itu heh Norr!" ucap Hanna. Lalu tak lama dia terjatuh kembali.


"Cepat panggil Leo kemari!" ucap Norr kesal.


"Kau sekarang berani memerintahku." Ucap Hanna.


Ini demi keselamatanmu, jangan keras kepala!" ucap Norr tegas.


"Leo beri tau Kichiro aku berada di pantai yang di jaga oleh Naga Air, aku terluka." Ucap Hanna.


Di hutan.


Leo yang sedang tertidur segera bangun mendengar Hanna memanggilnya.


"Hah bagaimana bisa dia sampai di sana? Dasar gadis ini! Baiklah aku akan mencari Kichiro." Ucap Leo.


Leo segera berlari cepat untuk menemui Kichiro, sampai ia akhirnya bertemu Kichiro yang sedang mencari Hanna."


"Akhirnya aku menemukanmu." Ucap Leo.


Kichiro menghentikan Kudanya. "Bagus bertemu kau disini, dimana Hanna?" tanya Kichiro.


"Dia berada di pantai yang di jaga oleh Naga Air, dan aku di perintah kan Hanna untuk membawamu kesana, dia sedang terluka parah." Ucap Leo.


"Apa! Cepat bawa aku kesana." Ucap Kichiro sambil menuruni kuda.


"Baiklah cepat naik ke punggungku." Ucap Leo.