Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
143


Haruka segera meraih Pedangnya dan diarahkan tepat pada wajah Pangeran Iblis. Pangeran Iblis yang melihat hal itu tampak sangatlah marah, seharusnya Haruka sudah menyerah karena racun yang telah dia berikan adalah racun mematikan, siapapun tidak mampu menahan rasa sakitnya, terlebih lagi Haruka seorang wanita.


"Apa begitu sulit untukmu, menyatakan kekalahan!" bentak Pangeran Iblis dengan wajah bencinya.


"Memang, tidak ada kata kalah dan menyerah dalam kamusku, jadi kau bersiap saja untuk menerima kenyataan pahit karena harapanmu hanyalah angan belaka." Ucap Haruka dengan wajah dinginnya.


Haruka segera menggoreskan luka tepat di wajah Pangeran Iblis, darah segera menetes keluar, Pangeran Iblis memperhatikan wajah bagian bawah mata kirinya telah dilukai oleh Haruka.


Pangeran Iblis yang melihat hal itu nampak sangatlah kesal pada Haruka, kemudian dia memerintahkan kepada seluruh Prajuritnya untuk segera menyiksa Haruka.


"Dasar wanita tak tau diuntung!" "Kalian masih diam saja, cepat serang gadis setan ini!" bentak Pangeran Iblis dengan nada suara marah.


Prajurit yang mendengarnya segera mengangkat Pedang mereka masing-masing, kemudian Pangeran Iblis menatap salah seorang Prajuritnya yang tengah kesakitan karena lengan kanannya telah ditebas oleh Haruka. Dengan tatapan tidak perduli Pangeran Iblis kemudian mengangkat lengan kirinya, sambil berbicara pada salah seorang Prajurit itu.


"Hm, dasar tida berguna!" ucap Pangeran Iblis yang kemudian dia mengeluarkan kekuatannya, Prajurit itu terkejut saat mendengar ucapan dari Pangeran Iblis sebuah kekuatan segera mengarah pada dirinya tak lama kekuatan itu menyerang tubuhnya.


Suara teriakan yang amat keras terdengar, membuat Prajurit lain merasa amat ketakutan. Tak lama Prajurit itu menghilang menjadi abu.


"Tunggu apa lagi, cepat serang wanita ini!" ucap Pangeran Iblis dengan kesal.


Haruka yang melihatnya dengan cepat menatap dengan pandangan tajamnya, meskipun tubuhnya teramat sakit namun dia tidak akan pernah mengalah begitu saja.


Tak lama Leo yang berada diatas atap Istana memandang kearah Haruka yang terlihat tengah kesulitan. Kemudian Leo segera meloncati atap dan mendarat tepat dihadapan Haruka, Haruka yang melihatnya terlihat sangat terkejut.


"Leo?!" ucap Haruka dengan bingung.


"Kau berhasil menemukan aku." Ucap Haruka dengan sedikit tersenyum.


"Hmm, aku akan membantumu untuk mengurus mereka, kau terlihat sangatlah lelah, apa kau masih bisa bertahan?" ucap Leo.


"Ya." Ucap Haruka dengan wajah serius.


Kemudian tak lama Norr menghampiri Haruka, Haruka terlihat sangat terkejut juga senang, Kirana yang melihat Haruka terlihat sangatlah bingung.


"Dimana Hanna, siapa gadis ini ?!" ucap Kirana dengan bingung.


"Hmm, habisi mereka dulu tanpa sisa, nanti kau akan menemukan jawabannya." Ucap Norr yang menatap wajah Haruka yang terlihat pucat, dan pakaiannya yang bersimbah darah.


Kirana yang mengerti segera meloncat kebawah, kemudian dia menatap wajah Haruka yang terlihat sangatlah mirip dengan ekspresi dari Hanna. Kirana kemudian berjalan mendekati Haruka, Haruka memperhatikan Kirana yang berjalan menghampirinya.


"Kau terluka sangat parah, beristirahatlah, biar aku yang mengurusnya." Ucap Kirana.


Haruka tersenyum dingin pada Kirana, kemudian dia membalikkan tubuhnya dan menatap Pangeran Iblis yang tengah berdiri di belakngnya dengan jarak yang agak jauh.


"Tidak, aku tidak akan menyerah, dia harus mati di tanganku." Ucap Haruka sambil menggenggam Pedang Pusakanya.


Kirana terlihat begitu terkejut dengan sikap Haruka, yang terlihat sangat mirip dengan Hanna.


"Hanna?!" ucap Kirana dengan lirih.