
Ketika Norr dan juga Leo sudah siap untuk menyerang seseorang yang mereka kira adalah Xiao Chen atau mungkin Putri Kirana, tatapan tajam dari sepasang Mata milik Norr terus memperhatikan dahan Pohon besar yang tidak terlalu jauh jarakanya dari diri mereka.
Syat....
Terlihat pakaian panjang dengan warna putih kecokelatan, tengah terlihat dihadapan Norr dan juga Leo, kedua Pria itu terlihat begitu sangat mencurigai seorang Pria yang tengah berdiri membelakangi dahan pohon yang cukup besar.
Norr dan Leo yang memperhatikan Pria itu terlihat sangat berwaspada, Pangeran Rendra yang tengah merapikan pakaiannya dari debu dan kotoran, lalu segera memalingkan pandangannya ke arah samping kanan, dilihatnya ada satu Pria bersama dengan Harimau besar tengah menatap tajam dirinya, ia juga melihat lengan Norr yang tengah mengeluarkan kekuatan internal dalam genggamannya. Pangeran Rendra hanya terdiam ketika melihat hal itu, lalu dengan perlahan dia menarik Pedangnya dihadapan Norr dan juga Leo.
Norr yang memperhatikan Wajah dari Pangeran Rendra terlihat begitu sangat terkejut, dengan perlahan kekuatan yang tengah berada dalam genggamannya menghilang, hal itu membuat diri Pangeran Rendra merasa bingung, begitu pun juga dengan Leo tampang garangnya segera ia pulihkan.
"Bukankah kau Kakak dari Pangeran Kichiro? Apa tujuanmu datang kemari?" ucap, Norr dengan raut Wajah dingin.
Pangeran Rendra yang mendengar Pria itu dapat mengenali dirinya dan juga Pangeran Kichiro adiknya, sungguh merasa tidak menyangka, ia pikir Pria itu adalah orang yang akan berniat buruk terhadap dirinya, namun tampaknya sikap yang ditunjukkan oleh Pria itu hanyalah sebagai tanda kesiagaan.
"Kau mengenali adikku Kichiro? Siapa kau?" tanya, Pangeran Rendra dengan raut Wajah curiga.
Norr yang mendengar perkataan dari Pangeran Rendra dengan sedikit tidak suka dengan keberadaan dari Pangeran Rendra itu, Norr segera menjawab tanyanya sambil memalingkan Wajahnya untuk dapat menghindari Pria itu.
"Jelas kami mengenalnya, jika tujuanmu kemari untuk mencari dimana keberadaan dari Pangeran Kichiro, mungkin saat ini adikmu itu tengah berada didalam Rumah Kayu, atau dia pergi bersama dengan Haruka untuk mencari dimana keberadaan dari Putri Kirana." Ucap, Norr dengan sikap yang sedikit sinis dan juga tidak sopan terhadap Pangeran Rendra.
Pangeran Rendra yang mendengar perkataan dari Norr, tampak dirinya begitu sangat terkejut, ia sungguh tidak mengerti apa maksud perkataan Norr terhadap dirinya.
"Apa maksudmu? Siapa Haruka? Siapa kau? Dan mengapa Kichiro tidak berkata apapun kepada diriku jika ia pergi untuk mencari keberadaan Kirana? Kau pasti sedang menipu diriku bukan?! Kau pikir aku akan percaya dengan perkataanmu?!" Ucap, Pangeran Rendra yang terlihat begitu sangat kesal akan apa yang telah diucapkan oleh diri Norr kepada dirinya.
Norr yang mendengar jawaban seperti itu dari diri Pangeran Rendra membuatnya semakin malas meladeni Pria itu, dengan sikapnya yang dingin dan juga sinis ia segera menjawab perkataan dari Pangeran Rendra sebelum ia dan juga Leo pergi meninggalkan diri Pangeran sendirian.
"Hmh! Terserah saja, jika kau tidak mempercayai diriku, kau hanya membuang-buang waktuku saja, lagipula apa gunanya bagi diriku memberitahumu tentang diri Kirana, dia matipun sepertinya kau tidak akan pernah perduli dengan keadaannya! Leo, sebaiknya kita pergi dari tempat ini." Ucap, Norr yang menatap Wajah Pangeran Rendra dengan sepasang bola Mata merah tajam dan mengerikan itu.
"Hmh! Ada apa, lebih baik kau simpan tenagamu itu, Pedang seperti ini tidak mampu melukai diriku, aku tidak ingin bermain-main dengan dirimu." Ucap, Norr yang menatap tajam Wajah Pangeran Rendra, lalu dengan segera ia menepis Pedang yang tengah berada dihadapannya itu dengan lengannya sendiri.
"Katakan kepada diriku, apa maksud dari perkataanmu itu! Dan ada hubungan apa kau dengan Kirana!" Ucap, Pangeran Rendra dengan tampang mengerikan dihadapan Norr.
Norr yang melihat diri Pangeran Rendra, membuatnya semakin muak, kemudian Norr kembali menatap diri Pangeran Rendra sambil berjalan mendekat ke arahnya.
"Untuk apa! Sepertinya itu tidaklah penting bagi dirimu mengetahui kami memiliki hubungan semacam apa! Tetapi kami begitu sangat dekat, apa kau tau itu? Hemh!" Ucap, Norr yang menatap sepasang Mata Pangeran Rendra dengan sangat tajam dan dingin.
Pangeran Rendra yang mendengar perkataan dari diri Norr, membuat dirinya menjadi sangat kesal, Pangeran Rendra tanpa membuang waktu dia segera menyerang diri Norr dengan Pedang runcing dan panjang yang tengah berada digenggamannya.
"Aku adalah Suaminya! Siapa kau beraninya kau mendekati dirinya!" Bentak Pangeran Rendra yang merasa sangat kesal.
Norr melihat tubuhnya akan terkena Pedang tajam milik Pangeran Rendra segera ia menghindari serangan itu, lalu dengan cepat dirinya menendang tubuh Pangeran Rendra dengan sangat kuat.
"Cuih! Suami apanya?! Sadar Hei, kau yang selalu mencampakkan dirinya, apa kau perduli akan keselamatannya? Apa kau tahu jika selama ini dia selalu menderita! Tidak bukan, itu yang kau sebut dengan Suami! Dimana rasa malumu itu, Hei Rendra! Cepat katakan! Disaat dia tengah kesulitan kau dimana sebagai Suaminya! Jawab!" Bentak Norr yang segera memukuli tubuh Pangeran Rendra dengan rasa marah dan kecewa terhadap diri Pangeran Rendra.
Pangeran Rendra yang mendengar perkataan dari Norr terhadap dirinya, membuatnya merasa semakin kesal, ketika Norr akan memukul tubuhnya lagi Pangeran Rendra tidak membiarkan hal itu terjadi, dia segera menggenggam lengan Norr dengan sangat kuat dan berbalik membalas pukulan yang sudah Norr berikan.
"Kau Pria tidak tau diri! Bisa-bisanya kau mengganggu Istri orang lain! Kau lebih pantas untuk mati!" Ucap, Pangeran Rendra yang segera berbalik memukuli tubuh Norr.
Terlihat kedua Pria itu tengah saling dikuasi dengan amarah, Norr dan Pangeran Rendra saling mengeluarkan kekuatan agar dapat memuaskan amarah mereka, Leo yang melihat hal itu terlihat begitu sangat kesal, dengan cepat dia berlari untuk dapat menghentikan tindakan mereka yang sudah tidak terkendali itu.
"Hentikan! Kalian ini seperti anak kecil saja!" Ucap, Leo yang segera mengeluarkan kekuatannya untuk dapat memisahkan Pangeran Rendra dan juga Norr.