Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
38


Pangeran Kichiro sampai di Istana Yu.


"Ayah aku akan segera menemui Hanna." Ucap Kichiro yang menatap Kaisar.


"Silahkan." Jawab kaisar.


Kichiro berjalan menuju kamar Hanna, dia melihat Hanna yang terduduk melamunkan sesuatu, Kichiro segera mendekati Hanna dan menyentuh pipinya.


Hanna terkejut menatap Kichiro yang berada disampingnya. "Suamiku kau sudah kembali?


Kichiro segera duduk disamping Hanna, dan menatapnya.


"Ada apa suamiku?? tanya Hanna dengan bingung, karena Kichiro menatapnya terus.


"Kau tadi melamun? Apa yang sedang kau fikirkan." Tanya Kichiro dengan penasaran.


"Tidak ada." Ucap Hanna dengan dingin.


Kichiro menatap Hanna dan mengengelus rambutnya dengan lembut . "Jika ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman katakan lah padaku."


"Jika aku berkata, aku takut kau akan marah." Ucap Hanna.


"Katakan saja aku tidak akan marah." Ucap Kichiro dengan lembut.


"Benarkah? ucap Hanna.


"Iya, coba kau katakan ada apa sebenarnya? ucap Kichiro.


Hanna segera memalingkan pandangannya. "Sebenarnya malam ini slSelir zofan mati terbunuh, aku yang membunuhnya." Lalu Hanna kembali menatap Kichiro.


Kichiro terlihat sangat terkejut.


"Semua bukan kesalahku, sebenarnya dia berniat untuk membunuhku, kaka juga ibumu sangat menginginkan aku mati." Ucap Hanna.


"Apa Bunda Jian juga berniat untuk membunuhmu? tanya Kichiro dengan terkeut.


Hanna menganggukan kepalnya. "Bahkan dia yang menyuruh Selir Zofan untuk melukaiku."


Kichiro menatap Hanna dengan tatapan marah, dalam hati Kichiro sungguh tidak menyangka. "Mengapa aku sangat marah melihat dia dilukai orang lain??


"Jika kau ingin membuangku pun tak masalah, aku akan pergi." Ucap Hanna.


"Dengar ya kau itu istriku, aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu, apalagi menyakitimu." Ucap Kichiro yang menatap Hanna.


hanna memandang wajah Kichiro. Dalam batinnya. "Dia ternyata pria yang baik."


"Jika ibumu menginginkan nyawaku bagaimana? tanya Hanna pada Kichiro.


"Jadi kau datang kemari bukan hanya sekedar untuk menemuiku kan? ucap Hanna.


"Sebenarnya Kaisar dari Istana Qin ingin menjadikan putrinya Kina sebagai Selir untukku." Ucap Kichiro.


"Jika kau memang suka dia, setujui saja." Ucap Hanna.


Kichiro terlihat sangat kesal kemudian dia menatap Hanna. "Dengar ya, aku tidak pernah menginginkan selir, aku hanya ingin memiliki satu wanita disampingku." Ucap Kichiro.


"Aku mengerti, tapi jika kau menolak pasti Kaisar akan marah padamu." Ucap Hanna.


"Aku tidak perduli lagi." Ucap Kichiro yang menatap Hanna.


"Benarkah? ucap Hanna.


"Seumur hidup aku tidak pernah bermain-main dengan hati." Ucap Kichiro.


Kichiro menatap mata Hanna begitu dalam, dalam benaknya. "Hanna sebenarnya berapa banyak rahasia yang tidak ku ketahui darimu."


"Jika kau membantah perkataan Kaisar, aku yakin kau akan dalam masalah." Ucap Hanna.


"Kita hadapi masalah ini bersama, lagipula yang menjalani aku mereka sepatutnya tidak perlu mengurusi urusan rumah tangga kita." Ucap Kichiro dengan tegas.


Dalam benak Hanna "Entah mengapa aku merasakan sebuah kenyamanan yang belum pernah aku dapatkan sejak dulu."


Kichiro menatap Hanna yang kembali melamun.


"Hanna?


Hanna menatap Kichiro. "Iya."


Kichiro menyentuh rambut Hanna dan mencium bibirnya dengan perlahan.


Hanna terkejut kedua tangannya mencoba mendorong tubuh Kichiro.


"Kumohon sebentar saja." Ucap Kichiro.


hanna menjatuhkan kedua tangannya, dan memejamkan matanya, dalam fikiran Hanna hanya merasakan sebuah kenyamanan.


Dalam hati Kichiro yang paling dalam "Kuharap kau segera mengerti maksud dari semua ucapanku padamu."


Kichiro memeluk Hanna dengan erat.


Dalam batin Hanna "Iya sebentar saja begini, kumohon."