
Kemudian Pria itu mengangkat lengan kanannya ke atas, Kirana yang melihatnya hanya terdiam sambil terus memperhatikan Pria itu, raut wajah Kirana nampak serius, tak lama kemudian Pria itu berbicara pada Kirana dengan raut wajah tidak suka.
"Bagaimana aku tau jikalau kau akan menepati janjimu!" Ucap, Pria itu dengan tampang tidak percaya.
Kirana hanya tersenyum licik memandang wajah Pria itu yang sangat berhati-hati kepada dirinya, kemudian dia segera berbicara dengan tegas dihadapan Pria itu.
"Hm, baiklah bagaimana jika disaat kau benar-benar melepaskan kami, aku pun akan memberikan gulungan ini kepadamu." Ucap, Kirana yang terlihat serius.
Pria itu nampak tidak percaya dengan apa yang telah diucapkan oleh Kirana, alis kirinya terangkat kemudian dia segera menyetujuinya.
"Baiklah aku akan menyetujuinya!" Ucap, Pria itu dengan tidak suka.
Kirana hanya tersenyum tipis sambil memutar-mutar gulungan yang berada digenggamannya. Tak lama sinar oranye keluar dengan bentuk melingkar cepat didalam telapak tangannya yang tengah dia buka.
Norr dan Leo yang tengah bertarung hebat dengan Monster itu dikejutkan dengan hilangnya tubuh Monster besar dihadapan mereka, perlahan juga pasir yang menggulung Padang merah Kirana terlepas dan terjatuh diatas pasir, Kirana yang menatapnya nampak sangat gembira, Norr dan Leo kemudian menoleh ke arah belakang tatapan kedua pria itu mengarah pada Kirana yang tengah menatapnya juga.
"Aku tau kau akan berhasil." Dalam benak Norr dengan bibir yang tersenyum.
Pria itu kemudian segera menatap wajah Kirana dengan tampang sinisnya, segera dia berbicara terhadap Kirana dengan suara yang nampak kesal juga jengkel.
"Sekarang bisa kau kembalikan benda itu!" Ucap, Pria itu dengan perasaan tidak suka.
Kirana yang melihatnya kemudian tersenyum licik sambil menatap wajah Pria itu. Kemudian dia segera menambah ucapannya lagi.
"Hm, baiklah karena kau sangat tidak ingin benda ini aku musnahkan maka ini akan aku kembalikan, tetapi sebelum itu, aku ingin bertanya siapakah namamu?" ucap, Kirana yang nampak penasaran dengan Pria itu.
Pria itu kemudian terdiam sejenak saat Kirana menanyakan suatu hal yang seharusnya tidak ia katakan, Pria itu kemudian segera membuang pandangannya dia nampak sangat tidak ingin menjawab pertanyaan dari Kirana yang satu itu, Kirana hanya terdiam sambil menatap wajah Pria itu tak lama tatapan matanya begitu dalam saat melihat raut wajah sedih dan marah dari Pria itu.
"Baiklah, baiklah tidak perlu dijawab aku juga tidaklah perduli akan hal semacam itu." Ucap, Kirana yang menatap wajah Pria itu dengan tegas.
Kirana menghela napasnya kemudian dia menatap gulungan kertas, terikat pita merah yang saat ini berada didalam genggamannya. Kirana segera melemparkan gulungan kertas itu pada Pria yang tengah berada dihadapannya, Pria yang tengah berada dihadapan Kirana menatap tajam gulungan yang mendekat ke arah dirinya, dia kemudian segera mengangkat lengan kanannya dan meraih gulungan itu, saat telah berada digenggamannya Pria itu sedikit tersenyum sambil memandang gulungan kertas itu. Kirana yang melihatnya hanya terdiam sambil menyaksikan tubuh Pria itu menghilang dari pandangan Kirana.
Norr yang tengah menatap diri Kirana dari kejauhan nampak sedikit kesal karena Kirana memandang Pria itu dengan tatapan yang penuh arti, segera Norr berjalan untuk mendahului Kirana dan Leo dengan cepat dia pergi meninggalkan kedua temannya itu. Leo yang melihatnya nampak bingung dengan sikap Norr yang begitu berbeda.
Kirana yang melihat hal itu segera menghela napas dan bergegas untuk menghampiri Norr yang telah jauh meninggalkan mereka. Leo yang melihatnya hanya terdiam kemudian dia juga segera pergi meninggalkan tempatnya untuk dapat keluar dari Lembah kematian. Norr yang tengah berjalan dengan cepat hanya terdiam tanpa berkata apapun, langkah dari pria it begitu sangat cepat sampai membuat Kirana kewalahan untuk mengejarnya.
"Norr... Norr tunggu." Ucap Kirana yang tengah berjalan untuk dapat menghampiri diri Norr.
Leo yang semula berada di belakang Kirana dengan cepat berlari dan mendahului Kirana yang sudah tidak dapat berlari lagi, Kirana beberapa kali menundukkan kepalanya ke bawah dia memperhatikan telapak kakinya yang terasa semakin sakit.
"Norr... Norr tunggu aku." Teriak Kirana Kirana dengan suara yang terdengar sangat keras.
Norr hanya terdiam tanpa mau menghentikan langkahnya dan sejenak saja menoleh ke arah belakang untuk menatap diri Kirana, Kirana tidaklah mengerti dengan sikap Norr yang sangat berbeda dari sebelumnya. Kirana kemudian menghentikan langkahnya dia sudah tidak sanggup lagi untuk memaksakan diri, luka pada kakinya pun terasa amat sakit, Kirana sebenarnya sangat ingin meminta bantuan kepada diri Norr. Namun, nampaknya Norr sangat tidak ingin berbicara pada Kirana. Norr yang merasa aneh saat dia tidak lagi mendengar suara Kirana yang memanggil namanya, kemudian dia menghentikan langkahnya saat Norr ingin menolehkan pandangannya ke arah belakang, dia dikejutkan dengan kehadiran Leo yang berada di sampingnya. Norr yang melihat kehadiran Leo tanpa Kirana yang bersama dengan dirinya, kemudian dia segera memasang wajah kesal sambil berbicara dengan nada yang tinggi pada Leo.
"Kau meninggalkannya?!" Ucap, Norr dengan kesal.
Leo kemudian segera melirik ke arah Norr, dengan tampang kesal Leo segera membentak Norr.
"Kau pikir yang dibutuhkannya itu adalah aku, dia yang sedari tadi memanggil-manggil namamu, namun kau tidak menjawabnya sama sekali!" Bentak Leo pada Norr.
Norr yang terlihat begitu kesal dengan segera mengepalkan lengannya dan menatap wajah Leo dengan kesal.
"Tetapi setidaknya kau yang memberikan bantuan terhadap dirinya!" Bentak Norr dengan sangat kesal.
Dengan segera Norr membalikkan tubuh dan berjalan untuk menghampiri Kirana, yang saat ini tengah berada jauh dibelakangnya. Leo yang melihatnya hanya tersenyum kecil sambil berbicara lirih.
"Hm, aku memang sengaja melakukan ini, agar kau yang membantu dirinya, maaf ya Kirana." Ucap, Leo yang segera melanjutkan langkahnya.
Norr kemudian dikejutkan dengan badai pasir yang menghantam tubuhnya, dia nampak sangat cemas terhadap diri Kirana, karena penglihatan Norr tertutup dengan pasir-pasir yang beterbangan dihadapannya.
"Seharusnya aku tidak meninggalkan dirimu, maaf." Ucap, Norr yang segera mempercepat langkahnya.
Kirana yang tengah terduduk di atas pasir dikejutkan dengan badai pasir yang dengan cepat mengarah kepada dirinya. Kirana kemudian segera menutup wajahnya dengan kedua lengannya. Norr yang tengah mencari keberadaan Kirana tak lama kemudian Norr melihat diri Kirana yang tengah terduduk di atas pasir. Segera Norr berlari untuk menghampiri Kirana dan menatap jubah miliknya yang terjatuh di atas pasir. Norr kemudian segera memeluk tubuh Kirana untuk dapat melindunginya dari badai pasir yang menghantam.