Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
293


Haruka dan juga Pangeran Kichiro yang tengah menunggangi seekor Kuda, tiba-tiba Haruka menarik dengan cepat tapi Kuda agar mau berhenti, karena kini Istana Xiao Chen tengah berada dihadapan mereka, Haruka menghela napasnya kemudian dia segera turun dari atas Kuda putih, begitupun juga dengan Pangeran.


Pangeran dan Haruka kini tengah menatap ke arah Istana yang terlihat sangat megah dan besar, angin dimalam hari itu terasa sangat dingin dan kencang, sebelumnya Haruka tidak merasakan angin sekencang itu selama dalam perjalanan tetapi entah mengapa saat sudah tiba didepan Istana Xiao Chen hawa ditempat itu terasa sangat jauh berbeda.


"Changyi, ayo cepat masuk." Ucap, Haruka yang segera berjalan untuk dapat memasuki Istana milik Xiao Chen.


Ketika mereka tengah berada diluar pintu gerbang yang saat itu tengah tertutup, tiba-tiba saja ketika Haruka tengah berada didepan pintu gerbang yang sangat besar, dengan perlahan pintu itu terbuka seakan kedatangan mereka sudah dinanti sejak lama, Haruka yang melihat hal itu hanya terdiam sambil terus memperhatikan sekitar, terlihat tampang dari Haruka dan juga Pangeran Kichiro tampak begitu sangat waspada dengan apa yang nantinya akan terjadi kepada diri mereka.


Haruka yang tengah berjalan dengan perlahan, terus memperhatikan tempat itu dengan sepasang Mata tajamnya, begitu pun juga dengan Pangeran Kichiro. Saat Pangeran Kichiro tengah berada dibelakang Haruka, ia merasa ada sesuatu yang tengah menyambut dirinya, Pangeran Kichiro kemudian melirik ke arah samping, dengan sigap ia segera mengepalkan telapak tangannya untuk dapat menggenggam Pedang Perak merah. Dengan cepat Pangeran Kichiro segera memalingkan tubuhnya ke arah belakang sambil mengangkat Pedangnya untuk dapat menepis sesuatu yang ia rasa tengah bergerak dari arah belakang menghampiri dirinya.


Benar saja ketika Pangeran Kichiro tengah membalikkan tubuhnya sambil mengangkat pedangnya, ada dua bilah Pisau tanpa gagang melesat ke arahnya dan juga Haruka. Haruka yang melihat hal itu dengan segera ia berbicara kepada diri Pangeran.


"Kedatangan kita sudah disambut rupanya." Ucap, Haruka yang segera mengangkat kepalanya ke arah atas, dengan segera tatapannya tampak begitu sangat terkejut ketika ia melihat bayangan dari Putri Kirana yang tengah menatap dirinya dari balik kaca jendela besar milik Xiao Chen.


"Haruka, selalu waspada tempat ini sepertinya lebih membahayakan dari apa yang kita kira." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera berjalan mendekati diri Haruka.


Haruka yang masih termenung karena rasa sakit ketika benar semua dugaannya bahwa Putri Kirana memanglah orang yang akan bertarung dengan dirinya, membuatnya merasa telah dibodohi dan dibohongi dengan semua sikap baik dari Wanita itu.


"Hmh! Baiklah tak apa, jika dia memang sangat ingin mengalahkan diriku maka mari biar aku lihat seberapa tangguh ia bermain-main dengan kekuatannya." Dalam benak Haruka yang segera memalingkan pandangannya.


"Changyi, siapkan dirimu, pertarungan yang sesungguhnya baru akan dimulai!" Ucap, Haruka yang segera berjalan untuk dapat masuk ke dalam Istana Xiao Chen.


Xiao Chen yang tengah duduk diatas Kursi besar, hanya tersenyum licik ketika melihat Haruka dan juga Pangeran Kichiro tengah berjalan masuk ke dalam Istananya tanpa rasa ragu dan takut sedikitpun.


"Hmh! Bagus!" Ucap, Xiao Chen yang segera mengepalkan telapak tangannya kemudian dia segera menatap ke arah Putri Kirana yang telah tunduk terhadapnya itu.