
Di dalam kamar Hanna.
Pintu di ketuk.
"Yuan tolong bukakan pintunya." Ucap Hanna.
"Baik putri." Ucap Yuan.
Yuan membukakan pintu.
"Ternyata pangeran, silahkan masuk pangeran." Ucap Yuan sambil Mempersilahkan.
Hanna menatap Yuan "Siapa yang datang Yuan."
Pangeran Kichiro memasuki kamar putri Hanna.
"Ternyata suamiku, ada apa kau datang kemari?." Ucap Hanna yang menatap Kichiro.
"Tentu saja ingin bertemu dengan permaisuri ku." Ucap Kichiro.
"Benarkah?." Ucap Hanna.
"Tentu saja." Ucap Kichiro dengan tersenyum.
"Suamiku sepertinya anda sangat lelah, anda harus segera istirahat." Ucap Hanna.
"Tapi sayang sekali aku tidak bisa menemanimu." Pangeran Kichiro segera membalas ucapan Hanna.
"Aku tau kau sangat sibuk." Ucap Hanna menatap Kichiro.
Kichiro memperhatikan wajah Hanna dalam batinnya "Dia begitu sangat mirip dengan gadis itu."
"Sumiku?." Ucap Hanna yang kemudian menatap Kichiro.
"Ah, iya." Balas Kichiro dengan sedikit terkejut.
"Sepertinya kau sangat lelah, sampai kau tidak mendengarkanku bicara." Ucap Hanna yang menatap Kichiro.
"Ah maaf kan aku istriku, akhir-akhir ini memang banyak tugas yang harus ku selesaikan, sampai aku tidak bisa memperhatikanmu." Balas Kichiro.
"Aku tau kau sangat sibuk, aku berharap setelah semua pekerjaan mu selesai. Kau dapat memperhatikanku." Ucap Hanna yang menatap Kichiro.
"Itu pasti istriku, sekarang aku harus pergi." Balas Kichiro dengan sedikit tersenyum.
"Hati-hati suamiku." Ucap Hanna sambil menatap Kichiro.
pangeran kichiro berbalik dan kemudian dia menatap Yuan.
"Karna kau adalah pelayan kepercayaan istriku, maka jaga dia jangan sampai kau biarkan dia terluka, kau mengerti." Ucap Kichiro dengan tegas.
"Saya mengerti Pangeran." Balas Yuan yang memandang Kichiro.
Kichiro segera meninggalkan kamar putri Hanna.
"Tuan putri, pangeran Kichiro begitu sangat perhatian dengan anda, dia benar-benar menyukai anda putri." Ucap Yuan yang segera berbicara pada Hanna.
"Begitukah, jadi kau cemburu." Ucap Hanna.
"Ah tentu saja tidak putri, saya malah sangat senang melihat pangeran begitu perhatian dengan anda."
"Bagus jika pangeran menyukai putri, maka selir yang lain tidak ada harganya di mata pangeran." Balas Yuan yang menatap Hanna.
"Benar, ini kesempatanku membuat mereka semakin jauh dari pangeran." Ucap Hanna.
Di perjalanan.
"Aku merasakan akan ada nya bahaya di sini, prajurit kalian harus berhati-hati." Ucap Kichiro.
"Baik pangeran." Sambung prajurit yang tengah bersamanya.
Tak lama sebuah panah meluncur ke arah pangeran kichiro, pangeran Kichiro mengelak.
"Sudah kuduga, di sini ada mata-mata, prajurit berhati-hati disini ada musuh." Ucap Pangeran Rendra.
"Iya pangeran." Ucap Prajurit Yu.
"Adiku berhati-hatilah, sepertinya lawan yang kita hadapi bukan orang biasa." Ucap Pangeran Rendra yang berbicara kepada Kichiro.
"Aku mengerti kak." Balas Kichiro.
Seseorang terbang dengan cepat ke arah mereka, dengan tiba-tiba menyerang pangeran Kichiro.
Pangeran Kichiro terlihat terkejut segera ia mengangkat pedang, dan menepis serangan orang itu.
"Aku akan membantumu adikku." Pangeran Rendra menarik pedang dan menyerang pria tidak dikenal itu.
Matilah kalian semua." Ucap Pria tak dikenal itu.
"Jangan mimpi untuk bisa membunuh kami dengan mudah." Ucap Pangeran Kichiro.
"Hahaha matilah kalian." Ucap Pria itu dengan tertawa keras.
Tiba-tiba banyak prajurit yang datang menyerang.
Pertempuran terjadi begitu lama.
Pelebur nyawa." Dalam tubuh pangeran Kichiro terlihat seekor naga besar yang melindunginya.
Para pasukan musuh terkejut.
Naga besar itu menggerakkan ekornya yang panjang dan menyapu para pengawal musuh."
Rantai api." Rantai yang panjang dan besar mengikat pepohonan sehingga tidak ada satupun yang bisa keluar dari tempat itu.
Jangan bunuh orang itu, kita bisa mendapatkan informasi darinya." Ucap Pangeran Rendra yang berbicara pada adiknya.
"Aku tau itu kak." Ucap Kichiro yang menata kakanya.
"Menyerah lah, sekarang pasukanmu sudah mati!." Ucap Kichiro lagi sambil menatap pria itu.
"Siapa yang menyuruhmu?
Sambil menepatkan pedang pada leher orang itu.