
Dengan perlahan Haruka berjalan untuk mencari dimana ruangan Pangeran Iblis itu.
Haruka melangkahkan kakinya dengan perlahan, pandangannya menunjukan kewaspadaan yang tinggi. Sampai pada akhirnya dia melihat sebuah tangga yang memutar, di atas sana terlihat ada salah satu ruangan tertutup. Fikirnya mungkin itu adalah ruangan dari Pangeran Iblis.
Haruka yang menyadari sudah tidak memiliki kekuatan apapun, hanya seni bela diri biasa yang saat ini Haruka miliki, maka dari itu dia terlihat sangat berhati-hati.
"Hmm, mungkinkah itu ruangan Pangeran Iblis?!" ucap Haruka sambil memandang salah satu ruangan yang sangat dia curigai.
Saat Haruka ingin melangkahkan kaki ke sana, dia dikejutkan dengan pintu yang tiba-tiba terbuka. Seseorang tengah keluar dari ruangan itu dan dia adalah Pangeran Iblis. Haruka dengan cepat bersembunyi lagi dibalik tembok besar yang menutupi tubuhnya.
"Gawat, jangan sampai dia melihatku!" dalam benak Haruka.
***
Didalam sebuah hutan Norr dan Leo masih terus mencari keberadaan Hanna. Lalu Norr mulai berfikir sambil menghentikan langkahnya.
"Mengapa, aku tidak bisa lagi merasakan kehadiranmu Hanna, ataukah memang benar kau tengah dalam bahaya saat ini?! Tetapi siapa yang mampu mengambil kekuatan sedasyat itu dari tubuhnya, Hanna kau dimana? Aku akan terus mencari dirimu." Dalam benak Norr.
Kemudian Leo menoleh ke arah Norr yang tengah termenung.
"Ada apa denganmu? Apa kau sudah tau dimana Hanna berada?" tanya Loe dengan tegas.
Kemudian Norr melirik Loe yang tengah berada didepannya.
"Tidak, tapi aku merasa dia tengah dalam bahaya. Aku yakin kekuatan Benih Petir yang kuberikan padanya, telah diambil secara paksa oleh seseorang." Ucap Norr.
"Apa? Jadi maksudmu saat ini bisa saja Hanna tidak memiliki kekuatan apapun?! Iya Norr?!" ucap Leo dengan terkejut.
Norr hanya terdiam, kemudian Leo menundukkan pandangannya.
"Kita harus segera menemukannya, harus!" ucap Leo dengan tegas.
"Yang aku khawatirkan, Hanna kembali ketubuhnya semula." Ucap Norr.
"Maksudmu kita akan benar-benar kehilangan Haruka?!" balas Leo dengan panik.
"Itu tidak akan pernah terjadi Norr!Haruka tetap hidup, kita tidak punya banyak waktu bukan?!" ucap Leo dengan cemas.
Kemudian Norr melirik Leo lalu mereka terus berjalan menyusuri hutan.
**
Haruka yang masih bersembunyi dibalik tembok itu segera memejamkan matanya. Dia mendengar suara langkah kaki yang berjalan menuruni tangga.
Pangeran Iblis menatap sebuah tembok yang tengah menjadi tempat persembunyian Haruka. Kemudian dia berjalan mendekat ke arah tembok itu.
Tak...
Tak...
Haruka terkejut saat mendengar langkah kaki yang berjalan mendekat ke arahnya.
"Jangan-jangan dia sudah mengetahui keberadaanku!?" dalam benak Haruka.
Haruka merasa khawatir namun dia mencoba untuk tetap tenang. Pangeran Iblis kemudian membungkukkan tubuhnya saat berada didepan tembok besar itu.
"Akhirnya aku menemukanmu." Ucapnya dengan tersenyum.
Haruka yang berada dibalik tembok terlihat sangat panik, dia sungguh tidak menduga Pangeran Iblis sudah mengetahui keberadaannya.
Pangeran Iblis mengambil sebuah Liontin berwarna biru yang terjatuh. Entah mengapa wajahnya nampak senang saat melihat Liontin itu. Tak lama Pangeran Iblis menggenggam erat Liontinnya dan segera berbalik pergi keninggalkan tempat itu.
Tak...
Tak...
Haruka merasa sangat bingung, mengapa Pangeran Iblis malah menjauh darinya.
"Dia sudah pergi?" lalu dengan siapa dia tadi berbicara?" dasar aneh?!" ucap Haruka bersuara dengan lirih.