Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
72


istana qin


tanpa pikir panjang pangeran zian menarik pedang dan mengerahkan semua pasukan untuk menyerang pangeran kichiro beserta yang lain nya."


Pangeran kichiro mengangkat pedang dengan segera dia menepis pedang milik pangeran zian."


pangeran kichiro mengangkat tangan ke atas langit kemudian di arahkan tepat ke wajah pangeran zian tak lama cahaya berwarna biru mengenai kepala pangeran zian."


tanpa berkata apapun pangeran zian terjatuh dengan mulut mengeluarkan darah."


semua prajurit milik nya terkejut mereka tidak menyangka hanya satu serangan dari pangeran kichiro sudah membuat pangeran zian seperti itu."


Pangeran zian "uhuk uhuk , kichiro boleh juga kemampuan mu tapi aku tidak akan kalah dari mu , melainkan kau yang akan mati di tangan ku haha (mencoba untuk berdiri)


semua prajurit pangeran zian hanya terdiam melihat pangeran nya begitu mudah di kalahkan."


pangeran zian "hey mengapa kalian diam saja!! cepat serang yang lain nya!."


salah satu prajurit "baik."


pangeran zian "hehe kichiro kichiro rasakan ini."


pangeran zian mengeluarkan kekuatan es milik nya."


dengan satu gerakan serangan milik pangeran zian di tepis oleh pangeran kichiro dengan pedang milik nya."


pangeran zian "kichiro kau biadab!."


mengeluarkan seluruh kekuatan yang di miliki Pangeran zian."


Pangeran zian "membeku lah seperti es!."


saat kekuatan milik pangeran zian di lepaskan dia menatap pangeran kichiro sudah tidak ada di hadapan nya."


Pangeran zian terkejut."


tiba-tiba dari arah belakang pangeran kichiro menyentuh pundak pangeran zian."


pangeran kichiro "apa kau sedang mencari ku?."


pangeran zian terkejut "sejak kapan kau?."


dalam batin "gawat mengapa tubuh ku sangat sulit untuk di gerakkan."


pangeran kichiro "hentikan , sebelum semua terlambat."


pangeran zian "tidak akan pernah!."


pangeran kichiro terkejut dalam batin "aku tidak menyangka dia akan mengeluarkan benda itu dalam tubuh nya."


pangeran zian "aku tidak akan kalah dari mu kichiro."


Pangeran kichiro segera menghindar sedikit jauh dari pangeran zian."


pangeran aska menatap "tidak di sangka dia melakukan itu hanya demi ingin membunuh pangeran kichiro."


pangeran rendra "padahal dia tidak akan tau siapa yang akan mati hari ini , tapi dia seperti nya sangat ingin menghabisi kichiro."


cahaya berwarna ungu ke hitam an keluar dari tubuh pangeran zian ,benda seperti ular itu semakin pemanjang keluar."


semua prajurit dan pangeran sangat mual mencium aroma yang tidak sedap itu."


pangeran zian "hahaha dengan begini aku akan bisa mengalahkan mu hey kichiro."


semua prajurit terkapar di atas tanah ,mereka pingsan karna tidak sanggup mencium aroma yang tidak sedap itu."


pangeran zian "ku peringatkan pada kalian , jika kalian melangkah sekali saja untuk membantu kichiro aku tidak segan untuk membuat seluruh dunia merasakan aroma ini."


Pangeran kichiro mengerutkan dahi sambil mengepalkan tangan."


dalam batin Pangeran kichiro "hm aroma ini membuat seluruh tubuh ku merasa sangat sakit."


pangeran zian "hey mengapa diam saja pangeran kichiro yang busuk , apakah kau sudah sangat pasrah untuk mati haha , bagus lah dengan begitu aku tidak perlu repot-repot untuk melakukan cara yang akan menyulitkanmu , oh ya aku dengar kau memiliki seorang istri yang sangat cantik , aku sungguh tidak sabar melihat mu mati dan merebut istri mu itu , pasti tubuh nya sangat nikamat ya haha (sambil memasang wajah puas)


pangeran kichiro mengepalkan tangan dan dengan sigap pedang yang sedari tadi di genggam nya bergerak cepat menusuk jantung Pangeran zian."


Pangeran kichiro "kau sungguh tidak tau diri , aku sudah meminta mu untuk menyerah tapi kau malah menantang ku ." (tatapan marah)


pangeran zian "aku tidak akan matii!!! (berteriak) rasakan ini."


benda hitam itu mengelilingi pangeran kichiro , dia menatap ayah dan kaka nya yang sudah terkapar di tanah."


Pangeran zian "pergi lah ke neraka uhuk uhuk."


banyak nya darah yang keluar dari mulut pangeran zian , sambil memegangi jantung dia mengikat tubuh pangeran kichiro dengan benda hitam itu."


pangeran kichiro yang sudah mulai terpancing emosi segera mengeluarkan kekuatan , perlahan dia menggerakan tangan dan memberikan serangan itu pada pangeran zian."


pangeran zian terjatuh ke tanah dan benda hitam serta aroma tidak sedap itu lenyap."


pangeran kichiro segera menghampiri ayah dan kaka nya."


Pangeran kichiro menggerakkan tangan tak lama seluruh orang yang berada di tempat itu tersadar kembali."