
Dengan sorot mata tajamnya, Haruka memperhatikan orang-orang itu, Norr yang tengah membelakangi tubuh Haruka menatap curiga kearah seorang pria yang bertutupkan penutup kepala. Tanpa pikir panjang sekelompok orang itu berjalan dengan cepat untuk menyerang Haruka dan Norr. Putri Kirana yang tengah terluka, dengan segera bersembunyi dibalik dahan pohon yang besar sambil menahan sakit dari panah yang menancap dipunggungnya itu. Putri Kirana hanya mampu bersembunyi, saat ini tubuhnya sangat terasa amat sakit, darah terus mengucur kebawah. Wajah Putri Kirana nampak pucat dengan keringat dingin yang terus mengalir dengan derasnya.
Haruka berlari kearah depan dengan cepat dia mengangkat tangan kanannya keatas langit, Kini Pedang Pusaka telah berada digenggamannya. Beberapa orang itu menggunakan panah mereka untuk menyerang Haruka. Anak panah yang melesat begitu cepat segera Haruka halau dengan Pedang Pusakanya. Disisi lain Norr tengah menghadapi beberapa orang yang salah satunya adalah pria yang menggunakan penutup kepala, Norr sedari tadi memperhatikan tingkah pria itu yang pandangannya tidak mau lepas dari Haruka. Tak lama Norr melihat pria itu mengeluarkan sebuah jurus dengan meletakkan kedua jari telunjuk dan tengah didepan hidungnya. Dia berkata hanya dengan satu kalimat saja, membuat Norr panik dibuatnya.
"Yosh....!" ucap Pria itu sambil menatap tajam setiap gerakan Haruka.
Tak lama tanah yang mereka pijak berguncang, dengan dasyatnya bahkan membuat Haruka tak mampu menyeimbangkan diri untuk tetap berpijak diatas tanah itu. Haruka mencoba untuk bertahan dan dan mengeluarkan sebuah kekuatan Pengendali Bumi. Namun, anehnya saat kedua kekuatan itu disatukan malah membuat sebuah pusaran dari dalam tanah. Yang menarik siapapun untuk masuk kedalam mulut pusaran hitam itu.
Haruka dibuat terkejut olehnya, angin berhembus semakin kencang, hawa yang mulanya amat dingin seketika berubah menjadi amat panas. Entah apa yang tengah berada didalam pusaran itu namun. Haruka merasakan hal yang buruk pasti aka ditemuinya didalam sana. Saat Haruka mencoba untuk mengendalikan jurus itu dengan kekuatan Benih Petir, Norr berteriak dengan kencang yang membuat Haruka terkejut, dan menghentikan tindakkannya.
"Jangan lakukan itu, dia mampu menyerap kekuatanmu, berhati-hatilah." Ucap Norr dengan perasaan panik.
Norr, nampak terbelalak sekelompok orang itu memanglah sangat menginginkan diri Haruka, Norr yang melihat hal itu tentu saja tidak akan tinggal diam melihat Haruka terluka, dengan segera ia membantu Haruka.
Namun sialnya semakin Norr melangkahkan kakinya untuk mendekati Haruka tubuhnya terasa semakin sakit.
Dengan pandangan licik pria yang mengenakan penutup kepala itu mengeluarkan sebuah rantai hitam yang sangat panas, dari dalam lengan pakaiannya.
Hal itu ia lakukan untuk mengikat tubuh Norr, kini rantai hitam dan panas itu telah membungkus seluruh tubuhnya, darah segar segera menetes keluar dan membasahi setiap rantia besi itu. Rantai besi yang amat panas itu, sehingga mampu merobek tubuh Norr dengan mudah.
Kirana yang tengah bersembunyi dibalik pohon besar sudah tak mampu lagi untuk bertahan, punggungnya terasa sakit sekali, seperti ada sesuatu yang tengah menggerogoti tubuhnya. Benar saja dari dalam tubuh Putri Kirana yang tertusuk oleh sebilah anak panah, membekaskan sebuah luka yang amat dalam, dan didalam luka itu terdapat dua ekor Kalajengking yang tengah menggerogoti tubuh Putri Kirana.