Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
108


Tubuh pria itu mendekat kearahnya, permaisuri yang tidak bisa memberontak hanya terdiam sambil berbicara pada pria itu.


"Jangan lakukan, ini di Istana Lin bagaimana jika ada yang melihatnya?" ucap, Permaisuri Ayunian.


Pria itu nampak nya tidak perduli dengan apa yang wanita itu katakan, kemudian dia menyentuh tubuh wanita itu, Permaisuri Ayunian terlihat pasrah tubuh nya di santap oleh pria itu.


Malam masih panjang.......


Pagi hari di istana lin.


Permaisuri Ayunian terbangun dari tidurnya dia memperhatikan di samping kasurnya pria itu sudah tidak berada di sana.


"Sial, mengapa dia bisa berada di sini, gawat benar benar gawat jika ada yang mengetahuinya, ah aku tidak akan membiarkan siapapun mengetahuinya."


Permaisuri Ayunian segera bangun dan dia mengambil pakaian nya yang tergeletak di lantai.


Saat permaisuri Ayunian tengah membuka pintu kamarnya dia di kejutkan oleh amuya anaknya yang tiba-tiba berada di depan pintu.


"Ada apa?!." ucap Permaisuri Ayunian dengan terkejut.


"Bunda, aku ingin kembali ke Istana Uu kumohon bantu lah aku Bunda." Rengek Amuya.


Rengekan Amuya itu membuat Permaisuri Ayunian yang merasa sangat pusing dengan semua masalah yang menimpanya menjadi kesal terhadap siapapun yang mencoba untuk mengusiknya.


"Sudah ibu katakan berulang kali bukan, ibu akan urus semuanya jadi jangan terus membuat ibu merasa kesal!" Ucap Ayunian dengan kesal.


Amuya nampak terkejut saat Ayu nian membentaknya, ia melihat suasana hati bundanya sangat tidak baik.


Kemudian gadis itu memperhatikan leher bundanya yang terdapat tanda merah.


"Bunda ada apa denganmu? bukankah seharusnya kau merasa senang, semalam Kaisar Lin bermalam di sini bukan?" ucap Amuya dengan bingung.


Ayunian terkejut mendengar ucapan dari anaknya, kemudian dia segera mengalihkan pembicaraan.


"Kau datang kemari hanya untuk membahas masalah ini, sebaiknya kau bersiap siap saja karena nanti malam bunda akan membawamu ke Istana Yu." Ucap Ayunian dengan sedikit panik.


"Ah, benarkah itu bunda?" ucap, Amuya.


"Benar, sekarang pergilah dari sini." Balas, Ayunian dengan sedikit panik.


"Baiklah." Ucap, Amuya dengan perasaan senang.


Gadis itu segera pergi meninggalkan ayunian yang masih berada di dalam kamar, Permaisuri Ayunian memperhatikan anaknya yang berjalan menjauh darinya.


Dengan cepat permaisuri ayunian menutup pintu kamar dan segera berjalan menuju kasurnya.


"Satoru, ini semua ulahmu dasar pria bodoh!" Ucap, Permaisuri Ayunian dengan kesal.


**


Di dalam istana yu.


Terlihat hanna tengah duduk di taman dengan ditemani oleh pelayannya yang berdiri disamping wanita itu.


Saat Hanna tengah memandang i langit yang berwarna biru dia kemudian terpikirkan oleh sesuatu, tak lama dia memejamkan kedua matanya.


Pangeran kichiro yang melihat istrinya yang tengah duduk dikursi taman segera menghampiri wanita itu.


Pria itu datang dari sampingnya, pelayan yang melihat agak terkejut namun Kichiro mengangkat telunjuk nya di dekat bibir, Pelayan yang mengerti segera dia terdiam.


Pria itu menghampiri Hanna yang tengah terpejam, segera Kichiro duduk di samping Isterinya itu dan mengangkat kepalanya untuk disandarkan di bahu Kichiro, dengan perlahan.


Pelayan yang melihat pangeran yang begitu penuh kasih sayang sangat tersentuh.


"Sungguh beruntung Tuan Putri memiliki suami seperti pangeran Kichiro ini." Dalam benak Pelayan itu.


Karena Pelayan merasa sudah menjadi seorang pengganggu dia kemudian meminta izin untuk pergi dari tempat itu.