Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
29


Diperjalanan Hanna merasa seperti ada yang memperhatikannya.


Hanna yang menatap sekeliling segera berbicara pada Leo. "Waspada sedari tadi aku merasa kita di perhatikan seseorang."


"Benar aku merasa hawa yang sangat aneh di sini, mungkinkah kita sudah sampai di tempat Burung Api itu?." Ucap Leo sambil berjalan perlahan.


"Berhati-hati lah di tempat setenang ini tidak diragukan lagi, pasti akan ada bahaya yang datang." Ucap Hanna.


Dari balik pohon besar hanna melihat burung yang sangat besar, berwarna merah seperti api, bola mata berwarna kuning menatap tajam ke arah Hanna dan Leo.


Hanna berjalan dengan perlahan. "Leo sepertinya kita memang sudah sampai di tempat Nyonya Burung Api." Ucap Hanna menatap Burung Api yang berada di balik pohon.


"Benarkah, kau harus sangat waspada." Ucap Leo yang menatap Hanna.


"Tentu saja, Nyonya anda tidak perlu bersembunyi, saya datang kemari dengan tujuan baik." Ucap Hanna sambil menatap sekeliling.


Dengan cepat Burung yang sangat besar terbang menghampiri mereka.


"Apa tujuan kalian datang kemari?? ucap Burung Api itu yang mendekat dengan tatapan membunuh yang sangat kuat.


Hanna menatap Burung itu. "Nyonya kedatanganku kemari untuk meminta telur mu satu butir saja, aku sangat memutuhkannya, untuk mengobati seseorang yang tengah terluka parah." Ucapnya dengan sangat tenang.


"Kau fikir aku akan memberikannya untukmu." Ucapnya dengan sangat marah.


"Tentu saja tidak, tapi aku memiliki seseorang yang tengah terluka, dia sangat membutuhkan telur itu." Ucap Hanna.


"Kau begitu ingin menyembuhkan temanmu itu? tanya Burung Api itu.


"Benar." Balas Hanna.


"Kau terlihat sangat tulus, aku akan memberikan obat untuk menyembuhkan temanmu itu." Ucap Burung Api itu.


Hanna menatapnya.


Burung Api raksasa mengeluarkan sesuatu dari mulutnya. "Aku tidak bisa memberikan telur ku padamu, tapi aku bisa memberikan sedikit Daun Emasku untuk menyembuhkan temanmu."


"Kau sungguh baik Nyonya, aku sangat berterimakasih padamu." Ucap Hanna yang segerq mendekati Burung Apim


"Aku tau kau bukan lah orang jahat ,aku dapat merasakan aura dalam dirimu ambilah Daun Emas ini untuk temanmu." Ucapnya sambil menatap Hanna.


"Terimakasih." Hanna segera mendekat dan mengambil Daun itu.


Hanna segera menatap Leo. "Aku bukanlah tuannya, tapi aku adalah temannya."


"Kau dengar apa yang gadis ini katakan?? ucap Leo sambil menatap Burung Api raksasa.


"Hmm, pergilah dan obati temanmu itu." Ucapnya kepada Hanna.


"Baik lah." Ucap Hanna yang kemudian berbalik dan menatap Leo. "Loe kita pergi dari sini."


"Baik Hanna."


Hanna segera menaiki tubuh Leo. "Terimakasih, maaf sudah mengganggu waktu istirahatmu. Nyonya." Ucap Hanna sambil menatap Burung Api.


"Hmm." Ucap Burung Api itu.


Hanna dan Leo segera menjauh dari tempat itu.


"Ku kira akan sangat sulit, ternyata begitu mudahnya mendapatkan obat ini." Ucap Hanna sambil memegang Daun Emas.


"Ku fikir juga begitu, tidak disangka Burung Api raksasa itu langsung luluh padamu." Ucap Leo.


"Mungkin dia sudah tau bahwa aku ini gadis yang baik." Jawab Hanna dengan senang.


"Hmm terlalu percaya diri." Ucap Leo.


"Percaya diri itu harus, jika tidak ada rasa percaya diri mungkin aku tidak akan pernah berhasil." Ujar Hanna dengan tersenyum tipis.


"hmm." Ucap Leo dengan senyuman.


"Terimakasih, Leo kau sudah membantuku."


"Bukankah sudah sewajarnya aku membantumu, teman." Ucap Leo sambil tersenyum.


"Aku suka dengan perkataanmu ini." Balas Hanna dengan sedikit tersenyum.


"Baiklah selamanya aku akan mengangapmu temanku." Ucap Leo.