Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Siasat Pangeran Rendra


Sedangkan ditempat lain terdengar suara tetesan air yang masuk ke dalam kolam air.


Clak....


Clak....


Clak....


Terlihat pergelangan tangan tengah terikat mati dengan sebuah tali merah dengan dilapisi oleh sinar merah, rambut terurai panjang, kepalanya tertunduk, tubuhnya terlihat beberapa sayatan merah yang membekas, seperti bekas pecutan garis-garis merah itu mewarnai tubuh kekar dari Pangeran Rendra.


Dengan keadaan yang masih belum sadarkan diri juga, Pangeran Rendra telah terdantung diatas langit-langit goa, dihadapannya saat ini telah berdiri seorang Wanita cantik dengan busana hijau, Wanita itu terus memandangi tubuh kekar Pangeran Rendra. Sampai tak lama kemudian Pangeran Rendra segera tersadar ia mengangkat kelopak matanya dengan perlahan, Pangeran Rendra dengan perlahan mengangkat satu alisnya, karena tubuhnya terasa begitu sangat sakit, terlebih lagi pergelangan tangannya. Saat Pangeran Rendra telah terjaga dia kemudian segera mengangkat kepalanya dilihatnya Siluman Ular itu tengah memandangi dirinya, terlebih lagi saat ini tubuh Pangeran Rendra telah tidak dilengkapi dengan busananya, Pangeran Rendra mencoba untuk menampik pemikirannya dan membuang semua dugaan buruk tentang dirinya dan Siluman itu.


"Haha, sayang aku sungguh sangat kagum akan kehebatanmu." Ucap, Siluman Ular itu yang segera tersenyum tipis pada diri Pangeran Rendra.


Pangeran Rendra yang mendengar hal semacam itu segera ia menatap jijik Wajah Siluman itu, saat Siluman itu mendekat dan seakan ingin menempatkan barangnya yang tidak berharga kepada dirinya dengan cepat Pangeran Rendra, meludahi bibir Siluman Ular itu, Siluman Ular yang terkejut segera ia menatap tajam diri Pangeran Rendra, sambil menjilat bibirnya yang terkena ludah Pangeran Rendra.


"Sangat tidak sopan sekali! Karena kau yang begitu sangat tidak mau menerimaku, maka jangan salahkan diriku jika selamanya kau akan tetap seperti ini! Hemh!" Ucap, Siluman itu dengan perasaan kesal dan juga tidak suka.


Dengan segera Siluman itu membalikkan tubuh dan ia kemudian segera pergi untuk dapat meninggalkan Pangeran Rendra. Pangeran Rendra yang melihat Wanita itu pergi meninggalkan dirinya, lalu Pangeran Rendra segera memperhatikan tempat itu, lalu Pangeran Rendra dikejutkan dengan seekor hewan kecil yang tengah memakan sesuatu, diatas batu besar disamping kanan Pangeran Rendra itu. Namun, setelah beberapa saat dia melihat hewan itu seperti tengah berada dalam masalah, yang membuat tubuhnya terhimpit diantara bebatuan yang cukup besar. Pangeran Rendra yang melihat hal itu dengan segera ia menggerakkan jari telunjuk kanannya untuk dapat mengeluarkan sedikit kekuatan agar dapat membebaskan hewan kecil itu, setelah selamat, hewan yang terlihat seperti kutu itu segera menatap diri Pangeran Rendra dan mencoba untuk mendekatinya, Pangeran Rendra yang melihat hal itu segera ia terkejut saat hewan kecil itu menghampiri dirinya dengan sangat cepat.


Pangeran Rendra tidaklah tau apa yang akan dilakukan oleh hewan kecil itu setelah ia menyelamatkannya, Pangeran Rendra kemudian mencoba untuk berbicara kepada hewan kecil dengan warna hitam yang bisa dikatakan sangat mirip dengan kutu, kejelian dari penglihatan Pangeran Rendra sungguh begitu sangat tajam dan akurat. Namun, hewan itu memiliki bibir yang sangat panjang seperti jarum dan didalam moncongnya itu terdapat sebuah racun yang dapat membunuh siapapun dengan perlahan-lahan.


"Apa yang ingin kau lakukan?!" Ucap, Pangeran Rendra dengan perasaan curiga.


Hewan itu nampak tidak ingin menjawab pertanyaan dari diri Pangeran kemudian dia segera berjalan menaiki beberapa bagu besar, lalu ia semakin mendekat ke arah Pangeran, Pangeran Rendra masih merasa begitu sangat bingung dengan hal semacam itu, kemudian hewan aneh itu segera menaiki telapak tangan kanan milik Pangeran Rendra.


"Apa yang ingin kau lakukan, teman kecil?" ucap, Pangeran Rendra lagi dengan perasaan bingung.


Hewan itu memanglah sangat mirip dengan kutu, namun bibirnya begitu panjang dan runcing, Pangeran Rendra dibuat tidak menyangka hewan sekecil itu menggigit tali merah yang bahkan sudah dilapisi dengan kekuatan itu. Namun, nampaknya kekuatan itu tidak ada apa-apanya bagi hewan kecil yang mematikan itu.


"Terima kasih." Ucap, Pangeran Rendra dengan perasaan senang.


"Tidak tidak berbuat hal yang tidak senonoh dengan dirimu Pangeran, tetapi kekuatanmu dia lumpuhkan dengan memasukkan racunnya pada tubuhmu, kau bisa melihatnya sendiri dengan semua luka merah yang berada pada tubuhmu ini." Ucap, hewan aneh itu.


Pangeran Rendra yang mendengar hewan kecil itu dapat berbicara dan mengerti ucapannya membuat dirinya merasa semakin terkejut. Namun, informasi yang diberikan hewan pintar itu sangatlah berguna bagi dirinya.


"Begitukah, siapa namamu?" tanya Pangeran Rendra, saat melihat hewan kecil itu tengah berjalan ke sisi lain dari tubuh Pangeran untuk dapat melepaskan ikatan itu.


"Namaku Boru Pangeran, sekarang kau sudah terbebas, segeralah pergi dari tempat ini Pangeran, sebelum Siluman itu kembali." Ucap, Boru hewan kecil nan cerdik itu kepada diri Pangeran Rendra.


"Kau?! Tidak mungkin, semua kekuatanmu sudah tidak dapat kau gunakan lagi! Siapa yang dengan beraninya masuk ke dalam wilayahku dan menyelematkan dirimu!" Bentak Siluman Ular itu dengan perasaan kesal.


Pangeran Rendra yang mendengar hal itu kemudian dia segera berdiri dengan tegak dihadapan Siluman Ular itu, dengan tersenyum licik Pangeran Rendra segera menjawab ucapan dari diri Siluman Ular itu.


"Hm! Terkejut, kau boleh saja beranggapan bahwa dirimu itu cerdik dan pintar, tapi menurutku kau itu Siluman terbodoh yang pernah aku temui!" Ucap, Pangeran Rendra dengan raut Wajah dingin dan mengerikan itu.


Siluman Ular yang mendengar perkataan dari Pangeran Rendra merasa begitu sangat kesal, lalu dia dengan segera mengelurkan kekuatan yang dimilikinya itu untuk ia berikan kepada diri Pangeran Rendra, Pangeran Rendra yang melihat hal itu kemudian dia segera mengangkat satu alis kirinya, lalu Pangeran Rendra kembali berbicara kepada Siluman itu sambil tersenyum tipis kepada dirinya.


"Untuk apa kau gunakan kekuatanmu itu? Bukankah hal itu hanya akan membuang tenagamu dengan percuma saja? Aku sudah tidak memiliki kekuatan apapun, kau telah menanamkan racun pada tubuhku? Bukankah kau sangat menginginkan diriku? Jika kau menggunakan kekuatanmu itu maka aku akan mati dengan sangat mudah, bukan?" ucap, Pangeran Rendra yang tengah berbicara kepada diri Siluman Ular itu dengan perasaan yang begitu sangat tenang itu.


Siluman Ular yang mendengar perkataan dari Pangeran Rendra kemudian dia kembali tersadar, dan tanpa berpikir lagi Siluman Ular itu dengan segera langsung saja mempercayai perkataan dari diri Pangeran Rendra.


"Benar juga ucapannya itu." Dalam benak Siluman Ular itu dengan sedikit merendahkan pandangannya.


Pangeran Rendra yang melihat diri Siluman Ular itu telah termakan akan ucapannya itu, segera Pangeran menatap Wajah Siluman Ular yang tengah merendahkan pandangannya itu dengan raut Wajah licik, lalu Boru yang tengah bersembunyi dibelakang tubuh Pangeran Rendra segera ia bergegas untuk dapat mendekati diri Siluman Ular itu dengan langkahnya yang hati-hati. Karena tubuhnya yang sangat kecil Boru dapat dengan mudahnya bergerak tanpa diketahui oleh Siluman Ular itu.


Pangeran Rendra kemudian segera menatap diri Boru yang tengah bergerak untuk dapat mendekati Siluman Ular itu, Pangeran Rendra lalu dengan cepat mengalihkan pandangannya, ia terus menatap Wajah Siluman Ular itu yang segera berbicara kepada dirinya.


"Benar juga apa yang kau katakan, baiklah aku akan sedikit berbaik hati kepada dirimu, tetapi mengapa kau dapat melepaskan dirimu dari jeratan taliku itu?!" Ucap, Siluman Ular itu dengan perasaan curiga.


Pangeran Rendra yang sedikit terkejut kemudian dengan segera ia membalas ucapan dari Siluman Ular itu.


"Itu hanyalah seutas tali merah, mungkin saja kau tidak cukup kuat untuk mengikatnya?" balas Pangeran Rendra yang terus menatap Wajah dari Siluman itu.


Siluman Ular itu terus menatap tajam Wajah Pangeran Rendra, seingatnya ia telah memastikan bahwa ia telah mengikatkan tali merah itu dengan sangat kuat, terlebih lagi ia juga telah membekalkan kekuatannya didalam tali merah itu.


"Tidak mungkin aku tidak mungkin lupa untuk mengikat tali itu dengan sangat kuat, tetapi dia sudah tidak memiliki kekuatan yang besar jadi mana mungkin dia dapat melepaskannya, pasti ada orang lain yang telah membantu dirinya?" dalam benak Siluman Ular itu dengan perasaan yang semakin curiga.


"Cepat katakan siapa yang telah menyelamatkan dirimu, katakan padaku!" Bentak Siluman Ular itu yang segera menatap diri Pangeran Rendra.


Boru kemudian segera masuk ke dalam pakaian dari Siluman Ular itu, hewan kecil itu dengan cepat menusukkan racun mematikannya pada tubuh Siluman Ular itu, bibir panjang bak jarum itu dengan perlahan-lahan masuk ke dalam tubuh Siluman Ular itu, dengan segera Siluman Ular itu terkejut lalu dia menunjukkan raut Wajah kesakitan dihadapan Pangeran Rendra.


"Arhhh! Sialan sakit sekali!" Ucap, Siluman Ular itu yang segera menunjukkan tampang tersiksanya.


~Sesuatu yang terlihat kecil dan tidak berarti, setelah ia mendekat lalu menyerang maka lunturlah ke digdayaan seseorang~