Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
216


Pangeran Kichiro kemudian segera menatap wajah Monster itu dengan raut wajah dingin, dan mengerikan, terlihat kekuatan yang dimiliki oleh Monster itu adalah sebuah tanah yang dapat hidup dan menenggelamkan seseorang kedalamnya, sedangkan Pangeran Kichiro mampu untuk berpindah tempat dalam waktu yang bersamaan, kekuatan yang dimiliki Pangeran Kichiro ternyata tidak main-main, dia dapat mematikan seseorang, dan dapat pula membuatnya hidup kembali, kekuatan itu adalah kekuatan yang sangat luar biasa, mungkin benar peribahasa yang mengatakan "Membunuh tanpa harus menyentuh" Pangeran Kichiro kemudian segera memutarkan Pedangnya hingga membentuk setengah lingkaran, yang hampir mirip dengan bentuk dari bulan sabit.


"Lihatlah bocah kini tubuhku sudah menjadi sangat besar dan kau tidak akan pernah mampu untuk mengalahkan diriku!" Ucap, Monster itu dengan sombongnya dia menatap Pangeran dengan raut wajah yang terlihat sangat angkuh.


Pangeran hanya terdiam kemudian salah satu mata Pangeran, tepatnya mata sebelah kiri berganti menjadi putih, dengan segera Pangeran Kichiro mampu melihat organ dalam dari Monster itu, dan mengetahui apa kelemahan yang dimiliki oleh Monster itu, setelah Pangeran mengamati, tak lama kemudian Pangeran Kichiro melihat kearah jantung dari Monster itu, terlihat sesuatu gumpalan berwarna hitam tengah berputar-putar didalam tubuhnya. Pangeran Kichiro kemudian segera menyeringai, segera ia sedikit menggerakkan Pedang Peraknya itu untuk menyentuh tanah yang saat itu berada disampingnya, dengan segera sinar dari Pedang Perak milik Pangeran memasuki tanah dengan sangat cepat, sedangkan Monster yang tengah menatap diri Pangeran terlihat tengah tertawa kemudian Monster itu berjalan dengan cepat ke arah Pangeran Kichiro, sambil mengepakkan sayap dihadapan Pangeran dengan cepat Monster itu kini tengah berada dihadapan Pangeran yang saat itu terlihat begitu sangat tenang.


"Cukup bagus, kau dapat setenang ini saat sudah hampir menemui ajalmu, bagus sekali sekarang biarkan aku untuk membunuh dirimu, hahaha!" Ucap, Monster itu dengan terus tertawa keras dihadapan Pangeran Kichiro.


Sepasang Mata dari Monster itu yang semula berwarna merah berganti menjadi hitam pekat, Pangeran merasakan semua kekuatan yang dimiliki Monster itu, terlebih lagi benda apa yang tengah berada didalam tubuh Monster itu pun Pangeran mengetahuinya. Saat Monster itu tengah mengangkat lengan kirinya ke atas, dengan segera ia akan melindas tubuh Pangeran dengan lengannya yang besar, berkuku panjang dan tajam. Tanpa bersuara sedikitpun Pangeran Kichiro segera melumpuhkan Monster itu.


"Arghh...!" Teriak Monster itu dengan sangat keras, tubuhnya terasa sangat sakit karena seperti ada sesuatu yang tengah mengggerogoti tubuhnya sampai membuat Monster itu kehilangan arah, rasa sakit dari kekuatan milik Pangeran Kichiro membuat Monster itu tidak dapat melawan lagi.


Pria tua yang sedari tadi tengah memperhatikan Pangeran Kichiro saat melawan Monster itu, terlihat sangat senang, dia terus tersenyum. Pangeran Kichiro yang melihat Monster itu yang terlihat sangat kesahitan membuatnya memiliki peluang untuk segera mengakhiri pertarungan yang akan berkahir menyedihkan bagi Monster itu. Pangeran yang masih meletakkan ujung Pedangnya pada tanah, segera ia memutarkan sekali lagi Padangnya, dan membuat tubuh dari Monster itu meledak karena kekuatan Pangeran Kichiro telah sampai pada jantungnya, kekuatan Pangeran Kichiro juga telah menekan titik kelemahan dari Monster itu. Saat Pangeran melihat Monster itu meledak dihadapannya segera ia meloncat ke atas dahan Pohon yang berada dibekakangnya, Monster itu hancur dan mengerlukan cairan berwarna hijau dengan aroma yang sangat tidak sedap.


"Sudah matipun masih saja menyisakan masalah!" Didalam benak Pangeran Kichiro dengan raut wajah dinginnya itu.


Pangeran Kichiro kemudian memperhatikan cairan hijau yang semakin lama, semakin menaik dan menandakan cairan itu bertambah banyak, Pangeran terlihat sangat terkejut kemudian dia segera menoleh ke arah kirinya dia melihat pria tua renta itu tengah terdiam sambil mengamati cairan hijau itu tanpa melakukan apapun. Pangeran yang merasa panik akan keselamatan dari pria tua itu segera Pangeran menggunakan kekuataanya untuk bisa berada disamping Pria tua itu, setelah Pangeran telah berada dibelakang Pria tua itu dengan segera Pangeran Kichiro mengangkat tubuh Pria tua itu dan segera ia membawanya ketempat yang jauh lebih tinggi dari tempatnya saat itu.


Pangeran Kichiro harus segera membereskannya dengan cepat, sebelum cairan itu akan menenggelamkan semua tempat yang berada disekitarannya. Termasuk Pedesaan, dan terlebih lagi Danau itu tidak boleh dihancurkan oleh cairan hijau itu. Pria tua itu saat melihat diri Pangeran Kichiro yang sudah banyak membantu membuatnya tidak tinggal diam dia juga akhirnya ikut membantu Pangeram agar tidak melawan sendirian. Telapak tangan dari Pria tua itu mengangkat cukup tinggi dihadapan wajahnya. Pangeran Kichiro yang melihatnya nampak bingung sebenarnya apa yang tengah dilakukan oleh Pria tua itu, tak lama kemudian sebuah pusaran dengan warna putih muncul dihadapan mereka, Pangeran terlihat begitu sangat tidak menyangka, Pria tua yang tengah bersama dengan dirinya ternyata memiliki kekuatan yang seperti itu.


"Dia...?!" Dalam benak Pangeran Kichiro yang nampak sangat tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya.


"Terkejut?" ucap, Pria tua itu yang segera menoleh ke arah samping dan menatap wajah Pangeran Kichiro yang saat itu terlihat sangat tidak menyangka.


Tidak lama kemudian Pria tua yang terbungkuk itu tubuhnya dipenuhi dengan sinar berwarna putih, Pangeran merasa sangat takjub, dan perasaan senang karena pria yang ia tolong adalah seorang Dewa, yang tengah menyamar menjadi seorang kakek tua.


"Kehormatan bagi saya bertemu dengan anda." Ucap, Pangeran Kichiro dengan menundukkan kepalanya sebagai tanpa hormat dan patuh.


Pria tua itu ternyata adalah seorang Dewa, ya Dewa Langit yang paling terkuat Yu Huang. Sungguh Pangeran Kichiro merasa sangat bangga dapat berjumpa dengan seorang Dewa.


"Aku telah memperhatikan dirimu sejak lama, aku tau apa yang tengah kau pikirkan, beban yang kau pikul, dan tanggung jawab yang harus kau laksanakan, Putra ke dua dari salah seorang Kaisar, yang kedudukannya dalam berperang sangat kuat, sehingga ayahmu selalu mengandalkan dirimu daripada kakamu sendiri, kau adalah emas baginya, namun caranya memperlakukan sebuah emas yang sangat berharga itu tidaklah layak, kemari lah Nak, ikutlah bersama dengan diriku." Ucap, Dewa Yu Huang yang menatap wajah Pangeran Kichiro dengan raut wajah tulus.


Pangeran Kichiro terlihat sangat terkejut dengan hal itu dia merasa sangat tidak menyangka, benar-benar seperti sebuah mimpi, seorang Dewa meminta kepada seorang Pangeran rendah seperti dirinya untuk ikut bersama dengan Dewa yang agung.


"Hm, saya hanya manusia biasa, sungguh sebuah kehormatan bagi saya dapat menemani anda, tetapi untuk apa? Dilihat dari segi kekuatan sudah dipastikan anda cukup kuat untuk dapat melindungi diri anda sendiri, jika saya ikut nantinya anda yang akan terbebani, lagipula ditempat ini saya masih memiliki sebuah tanggung jawab yang harus saya selesaikan." Ucap, Pangeran Kichiro yang menatap wajah Dewa Yu Huang.


Dewa Yu Huang tersenyum tipis saat mendengar ucapan dari Pangeran Kichiro, kemudian dia segera membalas ucapan dari Pangeran Kichiro.


"Hm, kau benar tetapi tempatmu yang sebenarnya bukanlah disini, jika kau ingin menemukan semua jawaban dari setiap pertanyaanmu, maka kau harus kembali ketempat dimana kau berasal, selamat tinggal." Ucap, Dewa Yu Huang yang segera hilang dari pandangan Pangeran Kichiro dengan perlahan.