Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Pergerakan dari Raja Age.


Pangeran Kichiro yang melihat hal itu hanya terdiam, lalu tak lama kemudian dia segera menjawab ucapan dari diri Haruka.


"Hmm jadi kau sudah bersuami, sayang sekali, baiklah sampai jumpa dilain waktu." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera menghilang dari hadapan Haruka.


Haruka yang melihat hal itu dengan segera ia membalikkan kembali pandangannya, lalu dengan segera Haruka bergegas untuk dapat meninggalkan hutan.


^°^°^°^°


Sedangkan ditempat lain terlihat Xiao Chen tengah merebahkan tubuhnya diatas kasur besar, sambil menahan rasa sakit dari serangannya sendiri.


"Arhh... Hah.... Sakit sekali... Emmhh." Teriak Xiao Chen yang tengah merasa kesakitan.


Rong yang melihat hal itu merasa sangat prihatin akan keadaan Xiao Chen yang sudah seperti itu.


"Jadi yang telah menyerang dirimu ada kaitannya dengan Dewa Langit?" ucap, Rong yang saat itu tengah berdiri dihadapan Xiao Chen.


"Benar, uhhh...." Ucap, Xiao Chen yang terus menyentuh jantungnya yang begitu terasa sakit.


Rong hanya terdiam saat mendengar ucapan dari Xiao Chen, dia sungguh tidaklah tau harus berbuat apalagi jika sudah seperti ini.


"Relakan saja Haruka." Ucap, Rong dengan tegas.


Xiao Chen yang mendengar hal itu segera ia menatap tajam Wajah Rong dengan perasaan terkejut.


"Apa maksudmu Rong?!" Ucap, Xiao Chen dengan terkejut.


Rong kemudian segera membuang muka, dia sungguh sangat tidak ingin melihat diri Xiao Chen yang sudah seperti itu.


"Apa gunanya sekarang kau terus saja mengejar diri Haruka? Selamanya dia tidak akan pernah menjadi milikmu, dan kau sudah tau akan hal itu, semua yang sudah kau lakukan hanya akan sia-sia, dia tidak akan pernah kembali seperti dahulu kala, semua ini memanglah kesalahanmu." Ucap, Rong dengan perasaan sedih.


Xiao Chen yang mendengar perkataan dari Rong, membuat dirinya merasa sangat terluka, untuk pertama kalinya Xiao Chen menitihkan air matanya dihadapan Rong.


"Aaaaarh...!" Teriak Xiao Chen dengan suara kerasnya.


^°^°^°


Putri Yuri terus berjalan menyusuri hutan, tak lama kemudian Putri Yuri tiba didepan Istananya, dia kemudian disambut hangat kedua Penjaga Istana yang tengah berada diluar pintu utama.


Putri Yuri hanya terdiam, kemudian Penjaga itu membukakkan gerbang Istana dengan perlahan, hingga sampai terbukalah keseluruhannya, membuat sepasang mata itu dapat melihat seisi Istana. Putri Yuri kemudian berjalan untuk dapat masuk ke dalam Istana Lang Ai, saat Putri Yuri menginjakkan kakinya dia dikejutkan dengan suara gaduh dari arah halaman, hingga membuat dirinya merasa sangat terkejut.


Dengan segera Putri Yuri mendekati arah suara itu yang berasal dari dalam halaman Istananya. Putri Yuri merasa sangat terkejut saat melihat Ayahnya dan juga para Prajurit milik Pangeran Kichiro tengah berbincang-bincang, dan yang membuat diri Putri Yuri merasa sangat terkejut adalah ketika para Prajurit itu tunduk akan perintah dari Ayahnya.


Putri Yuri kemudian segera mendekat ke arah Ayahnya, sambil berbicara pada Raja Age.


"Jadi Ayah telah mencuci otak mereka? Sehingga Ayah berhasil untuk menguasai mereka?" ucap, Putri Yuri dengan terus menatap ke arah Prajurit milik Pangeran Kichiro.


Raja Age yang sudah melihat kehadiran dari Putrinya sedari tadi, lalu Raja Age segera tersenyum sinis pada Putri Yuri.


Putri Yuri yang mendengar ucapan dari Ayahnya membuat dirinya merasa sangat senang, lalu Putri Yuri segera menunjukkan senyum liciknya sambil membalas ucapan dari Ayahnya itu.


"Baguslah, tetapi aku tidak ingin ikut serta dalam hal semacam itu, aku sudah cukup lelah akan semuanya, aku butuh istirahat sejenak." Ucap, Putri Yuri yang segera menatap diri Raja Age.


Raja Age yang mendengar perkataan dari Putri Yuri, segera ia membalas ucapan dari Putrinya.


"Baiklah, kau boleh beristirahat, dan tunggu saja kemenangan Ayahmu ini." Ucap, Raja Age dengan perasaan senang.


Putri Yuri yang mendengar ucapan dari Ayahnya hanya terdiam, kemudian dia segera pergi meninggalkan Raja Age untuk masuk kedalam kamarnya.


Setelah malam tiba, Raja Age nampak sudah sangat begitu siap untuk menyerang Istana Yu, yang saat itu tengah lengah dalam pertahanan. Namun, sebelum itu Raja Age mempersiapkan semuanya dengan matang, Putri Yuri yang tidak ikut serta ketika Ayahnya akan pergi untuk melakukan penyerangan, tidak dipermasalahkan oleh Raja Age, baginya yang teramat penting adalah kemenangannya yang harus ia peroleh malam ini juga.


Raja Age kemudian segera pergi meninggalkan Istannya bersama dengan para Prajurit perang miliknya dan juga milik Pangeran Kichiro, Putri Yuri hanya melihat dari balik kaca jendela ketika melihat Ayahnya yang akan pergi untuk berperang itu.


Putri Yuri hanya terdiam, lalu dia segera menghela napasnya, entah mengapa dimalam itu hatinya terasa amat kacau, juga bertumpuk kesedihan didalam kelopak matanya.


^°^°^°


Malam itu Raja Age yang tengah ditemani oleh ratusan Prajurit perang, terlihat begitu sangat siap untuk dapat menyerang Istana Yu.


"Tamatlah kau Yu!" Dalam benak Raja Age dengan perasaan senangnya.


Tidak lama kemudian Raja Age segera sampai di Istana Yu, dari atas dahan Pohon yang tidak terlalu jauh dari Istana Yu dia melihat suasana didalam Istana itu terlihat begitu sangat sunyi, hanya ada dua orang Penjaga Istana yang tengah berjaga diluar gerbang Istana, sedangkan didalam Istana terlihat hanya ada beberapa Penjaga Istana yang tengah berjaga-jaga.


Raja Age kemudian segera memengeluarkan dua bilah anak panah yang segera ia lemparkan ke arah dua Penjaga Istana itu. Dengan cepat dua bilah anak panah itu mengenai jantung kedua Penjaga Istana.


"Arh...!" Teriak kedua Penjaga Istana yang segera terjatuh tersungkur diatas tanah.


Raja Age yang melihat hal itu terlihat begitu sangat senang, lalu dia segera meloncat kebawah, dan mendaratkan dirinya dengan sempurna, Raja Age kemudian segera melambaikan tangannya kepada pasukannya untuk dapat mengikuti dirinya.


Raja Age berjalan dengan perlahan, lalu saat ia sudah berada didepan pintu gerbang yang cukup besar itu segera Raja Age mengeluarkan kekuatannya untuk dapat membuka pintu gerbang dari Istana Yu.


Saat pintu gerbang sudah terbuka dengan lebar, Raja Age segera tersenyum tipis, lalu dia segera mengerahkan kepada pasukannya untuk dapat memasuki Istana Yu.


Para Penjaga Istana Yu, yang mendengar suara berisik dari arah gerbang Istana Yu, membuat mereka menunjukkan sikap waspada, lalu Raja Age segera menampakkan wujudnya dihadapan para Penjaga Istana Yu, sambil tersenyum licik menatap ke arah mereka semua.


"Hmm...." Ucap, Raja Age yang menatap para Penjaga Istana.


"Raja Age?!" Ucap, salah seorang Penjaga Istana Yu yang terlihat begitu sangat mencurigai Raja Age.


"Selamat malam, dan ini akan menjadi malam terakhir untuk kalian, Prajurit serang mereka." Ucap, Raja Age dengan tampang liciknya.


Penjaga Istana Yu yang melihat hal itu merasa sangat terkejut, terlebih lagi saat melihat para Prajurit perang milik Pangeran Kichiro, saat ini sudah mengikuti Raja Age. Para Prajurit yang dibawa oleh Raja Age segera menyerang beberapa Penjaga Istana Yu yang tidak ada apa-apanya bagi diri mereka itu.