Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
139


Tempat pertempuran Haruka dan Pangeran Iblis.


Terlihat masing-masing diantara mereka saling memendam rasa benci yang teramat dalam. Entah mengapa saat melihat sorot mata Haruka, dia seperti teringatkan oleh seseorang yang sangat dibencinya.


Haruka tidak perduli sama sekali dengan cara pandang Pangeran Iblis terhadapnya. Yang terpenting baginya saat ini adalah membunuh Pangeran Iblis dan segera keluar dari neraka itu.


"Kau, jika kau adalah dia. Lebih baik kau mati saja!" bentak Pangeran Iblis terhadap Haruka.


Haruka sungguh merasa heran, dia tidaklah tau siapa yang tengah dimaksud oleh Pangeran Iblis itu.


"Dia...?!" dalam benak Haruka.


"Aku sungguh sangat ingin membunuhmu dengan segera!" bentak Pangeran Iblis yang terlihat sangat marah.


"Hmm, aku tidaklah tau siapa yang kau maksud itu, tetapi sepertinya ada rahasia yang tidak kuketahui." Ucap Haruka dengan pandangan dingin.


Pangeran Iblis mengepalkan kedua tangannya yang berada disamping pinggang, dia nampak jengkel kepada Haruka. Dengan cepat Pangeran Iblis mengeluarkan sebuah kekuatan yang cukup besar, Haruka yang melihatnya nampak biasa saja. Sambil menyeringai dia memperhatikan kekuatan Pangeran Iblis dengan kedua bola mata birunya.


"Gerakannya agak lamban, ini kesempatanku untuk menyerangnya sebelum semua kekuatan itu terkumpul dengan sempurna." Dalam benak Haruka.


Haruka mengangkat Pedang Pusakanya ke atas langit yang cerah, tak lama angin berhembus dengan cepat, warna langit yang berwarna biru cerah berubah menjadi hitam berkabut. Dari atas langit mengeluarkan sebuah petir yang mengarah pada Pedang Haruka, petir itu menyelimuti Pedang Pusaka milik Haruka.


Pandangan Haruka terlihat sangat mengerikan, tangan kanannya diselimuti petir yang merasuk sampai keorgan dalam tubuh Haruka. Pangeran Iblis nampak terkejut hal itu berlangsung sangat cepat.


Sebelum kekuatan milik Pangeran Iblis terkumpul, tanpa pikir panjang lagi Haruka segera mengarahkan Pedangnya dan dihadapan tepat didepan Pangeran Iblis, dengan memutarkan Pedang Pusaka itu, kekuatan Haruka telah mengunci tubuh Pangeran Iblis.


Pangeran Iblis nampak terkejut dengan apa yang dilihatnya, tubuhnya saat ini tidak bisa digerakan, kekuatannya benar-benar telah terkunci oleh Pedang milik Haruka.


"Kekuatan macam apa ini?!" ucap Pangeran Iblis dengan panik.


"Lepaskan aku?!" bentak Pangeran Iblis.


"Kau pembunuh!" ucap Pangeran iblis lagi.


Haruka yang merasa sangat bingung dengan ucapan dari Pangeran Iblis segera dia mencoba untuk menanyakannya langsung.


"Pembunuh, hmm sepertinya kau sangat membenciku?" ucap Haruka sambil memiringkan kepalanya kekiri.


"Awalnya aku mengira kau hanya gadis biasa, siapa sangka kau masih bisa mengendalikan Pedang itu." Ucap Pangeran Iblis dengan kesal.


"Hmm, aku masih tidak mengerti maksudmu, jika kau mau menjelaskannya padaku, kekasihmu itu akan hidup kembali dan kau tidak akan mati." Ucap Haruka dengan tegas.


"Cih, kau adalah satu-satunya orang yang tidak akan pernah aku percayai, setiap kalimat dari ucapanmu adalah dusta!" bentak Pangeran Iblis.


Haruka sedikit kesal dibuatnya.


"Huh, dasar tidak berguna, kalau begitu lebih baik kau mati saja!" ucap Haruka dengan tegas.


"Aku tidak akan pernah mati!" ucap Pangeran Iblis yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.


Haruka nampak kesal waktunya sudah terbuang sangat banyak hanya demi meladeni teka-teki yang sudah Pangeran Iblis mulai.


"Hmm, aku Haruka Inawa seorang gadis dari dunia modern, tidak butuh teka-teki murahanmu, dan lagi jangan kau pikir dengan begini aku akan melepaskanmu hanya karena sebuah rahasia murahanmu." Ucap Haruka dengan sorot mata membunuh.


Pangeran Iblis nampak terkejut dengan ucapan Haruka yang terdengar sangat serius, wajahnya seperti seorang pembunuh berdarah dingin dan tidak berperasaan yang tidak akan pernah meloloskan mangsanya dengan mudah.


"Jika aku bicara pasti aku mati, jika aku diam juga akan mati, dasar gadis licik." Dalam benak Pangeran Iblis.