
Setelah beberapa lama kemudian luka pada tubuh Haruka dan Putri Kirana sudah mulai membalik, Pangeran Kichiro kemudian segera mengangkat lengannya, Haruka yang masih berbaring segera bangkit dari tempatnya, ia terduduk sambil memandangi Pangeran, Haruka merasa sangat heran dengan diri Pangeran Kichiro, timbul rasa curiga dalam hatinya, tatapannya tampak tajam ketika tengah memandangi Wajah Pangeran Kichiro, Pangeran Kichiro kemudian melepaskan sebuah topeng yang melekat pada Wajahnya, Haruka tampak begitu sangat terkejut dengan hal itu. Tak lama kemudian Pangeran Kichiro kembali seperti sedia kala.
Haruka yang terlihat begitu sangat curiga dengan cepat ia bertanya kepada Pangeran Kichiro, tentang apa yang tengah terjadi dengan dirinya.
"Darimana kau bisa mendapatkan penyamaran itu?" tanya Haruka yang tengah menatap sepasang bola Mata biru milik Pangeran Kichiro.
Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan dari Haruka membuat dirinya dengan cepat memandang Wajah Haruka, sambil menjawab pertanyaan dari Wanita itu.
"Aku pun tidaklah tau, tetapi benda ini sudah sejak lama bersama dengan diriku." Jelas Pangeran Kichiro sambil menundukkan pandangannya untuk dapat melirik sebuah topeng Wajah yang tengah ia genggam saat itu.
Haruka yang memiliki tingkat rasa penasaran tinggi, terlihat begitu sangat terpikat oleh topeng itu, ia terus saja memandangi topeng yang tengah digenggaman oleh Pangeran Kichiro. Putri Kirana yang masih berada disamping Haruka tampak tengah termenung, ia terlihat tidak begitu memperdulikan apa yang tengah terjadi pada diri Pangeran Kichiro.
Tubuhnya memang sudah tidak merasakan sakit yang amat menyiksa seperti sebelumnya, namun tetap saja tubuhnya masih lemah. Kini dihadapannya terlihat Norr yang begitu sangat memperhatikan dirinya, walaupun begitu rasa bersalah dalam diri Putri Kirana tak dapat ia hiraukan, meskipun semua itu bukanlah mutlak kesalahannya.
Norr, yang saat itu masih bersimpuh dihadapan Putri Kirana merasa sangat bingung dengan apa yang saat itu tengah terjadi kepada Putri Kirana. Sejenak ia mengela napas panjangnya, sampai tak lama kemudian Norr kembali berbicara kepada Putri Kirana.
"Jangan pernah bermain-main dengan perasaan jika kau tak ingin terjerumus ke dalam lubang kehancuran." Ucap, Norr lirih lalu ia segera bangkit dari tempatnya, lalu pandangannya tertuju pada Haruka dan juga Pangeran Kichiro.
Norr dengan segera berbicara kepada Pangeran Kichiro dan juga Haruka sambil menatap topeng yang tengah berada didalam genggaman Pangeran Kichiro.
"Bisakah aku melihatnya Pangeran?" tanya Norr yang segera mengulurkan lengannya dihadapan Pangeran Kichiro.
"Ini, apakah kau mengetahuinya?" tanya Pangeran Kichiro yang segera memberikannya kepada Norr.
Norr hanya terdiam sambil menerima topeng itu, ia dan juga Leo terlihat begitu sangat memperhatikan topeng itu dengan sangat jeli. Haruka pun begitu ketika semuanya tengah memperhatikan topeng yang saat itu berada dalam genggaman Norr tidak lama kemudian topeng putih itu menghilang dengan diiringi oleh hembusan angin yang sangat kencang, kabut putih terlihat memenuhi lengan kanan Norr. Semua orang yang tengah berada ditempat itu terlihat begitu sangat terkejut, terlebih lagi Norr, ia hanya menggenggamnya dan tidak melakukan apapun, dengan cepatnya topeng itu menghilang.
"Hah?! Hilang?!" Ucap, Norr dan Leo yang tengah terkejut.
Haruka dan juga Pangeran Kichiro hanya terdiam sambil berpikir dan bersuara dalam hati.
"Hmh?! Sungguh aneh." Dalam benak Haruka yang segera memalingkan Wajahnya, saat pandangannya tak sengaja tertuju pada Putri Kirana Wajahnya tampak sedikit berbeda ketika melihat Wanita itu yang seakan tengah gelisah.
Putri Kirana yang menyadari tengah diperhatikan oleh Haruka, perlahan ia tersenyum tipis sambil berusaha bangkit dari duduknya dan sedikit berjalan untuk dapat mendekati Haruka. Haruka terdiam sambil memperhatikan teman-temannya, ia kemudian segera berbicara kembali pada Pangeran Kichiro tentang topeng misterius itu.
"Hmh! Sayang sekali bukan, topeng itu menghilang, dan saat ini kau tidak dapat berganti-ganti wujud yang mencoba untuk menipuku lagi, untung saja aku ini cerdik, kau tidak pandai untuk menyamar Kichiro." Ucap, Haruka dengan tegas.
Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan dari Haruka membuatnya sedikit terkejut, tak lama kemudian Pangeran Kichiro segera membalas perkataan Haruka dengan senyum tipis yang lintang diantara kedua pipinya.
"Hmh, kau memang sangat cerdas, beruntungnya diriku mendapatkan diriku." Dalam benak Pangeran Kichiro dengan perasaan penuh syukur.