
"Jika kau butuh apapun katakan saja padaku." Ucap Kichiro.
"Kau pergi lah, urusi saja tugasmu itu." Ucap Hanna.
Kichiro kesal. "Aku tidak akan pergi kemanapun, apa kau lapar?."
"Terimakasih, iya karna semalam aku belum makan apapun sampai hari ini." Jawab Hanna.
"Aku akan memanggilkan pelayanmu, untuk membawakan makanan padamu." Ucap Kichiro.
"Terimakasih." Jawab Hanna.
Kichiro segera berbalik dan keluar dari kamar Hanna, untuk memanggil pelayan.
"Tubuhku belum pulih sempurna, jika begini aku tidak akan bisa melakukan apapun." Ucap Hanna lirih.
Tak lama Kichiro dan Yuan memasuki kamar Hanna.
"Ah tuan Putri, anda sudah kembali, anda sangat mengkhawatirkan saya." Ucap Yuan, sambil berjalan menuju Hanna yang terbaring di atas kasur."
"Maaf." Ucap Hanna.
"Anda tidak perlu meminta maaf, semua ini kesalahan saya." Ucap Yuan.
Kichiro yang berjalan mendekat sambil membawa makanan, dan duduk disamping Hanna."
Yuan menatap Kichiro dan segera menjauh dari Hanna.
"Kau harus benar-benar mengawasi tuanmu ini." Ucap Kichiro.
"Maaf pangeran saya memang bersalah." Ucap Yuan.
Hanna menatap Kichiro. "Ini bukan kesalahannya, aku yang salah, tidak perlu memarahinya seperti itu."
"Diam, cepat buka mulutmu." Ucap Kichiro, sambil menyodorkan makanan dalam sendok.
"Aku bisa memakannya sendiri." Ucap Hanna.
"Cepat buka mulutmu." Ucap Kichiro yang menatap Hanna.
Hanna membuka mulut dan memakan makanan yang di berikan Kichiro."
"Enak tidak?" tanya Kichiro yang memandangnya.
Hanna dalam batin mengapa jantungku berdegug lagi?! Dasar kau pria sialan!"
"Hmm." Ucap Hanna.
"Habiskan." Ucap Kichiro.
Tak lama Seorang pengawal memasuki kamar Hanna.
"Maaf mengganggu waktu anda pangeran, Pangeran dan Putri Hanna diperintahkan untuk segera menghadap Kaisar." Ucap Pengawal.
Hanna dan Kichiro menoleh.
"Ada apa?" tanya Hanna.
"Baiklah aku akan segera ke sana, kau boleh pergi." Ucap Kichiro.
"Baik." Pengawal Istana segera pergi.
"Baiklah." Ucap Hanna.
Kichiro memberikan mangkuk kepada Yuan, dan pergi meninggalkan kamar Hanna."
Yuan segera mendekati Hanna. "Putri ada apa lagi ini? Mengapa saya merasa sedikit aneh kepada Kaisar Yu."
"Aku tidak tau, tapi menurutku ini adalah hal yang sangat penting." Jawab Hanna.
Istana Kaisar Yu
Kichiro segera menghadap kaisar.
"Hormat kepada ayah, ada apa ayah memintaku untuk datang kemari." Ucap Kichiro.
"Dimana Hanna?" ucap Kaisar.
"Dia ada di kamar, sedang tidak enak badan." Jawab Kichiro.
"Maksudmu dia sedang sakit?" tanya Kaisar Yu.
"Benar ayah." Ucap Kichiro.
"Aku ada berita buruk tentang Hanna, keluarganya sudah mengetahui kematian Putri Zofan di sebabkan oleh Hanna, dan Amuya di perintahkan untuk membawa Hanna ke Istana Lin." Ucap Kaisar.
"Jika Hanna sudah pulih maka saya sendiri yang akan mengantarnya ke Istana Lin." Jawab Kichiro.
Kaisar menatap Kichiro dalam batinnya. "Apa kau benar-benar sudah jatuh hati pada gadis itu?"
"Baiklah." Ucap Kaisar.
"Jika tidak ada yang perlu di bicarakan saya pamit." Ucap Kichiro.
"Baiklah kau boleh pergi." Ucap Kaisar Yu.
Kichiro segera meninggalkan ayahnya.
Dalam batin Kaisar Yu. "Aku baru pertama kali melihatmu sampai seperti ini pada seorang gadis."
Di luar Istana Kichiro bertemu dengan Permaisuri Kirana.
"Pangeran, dimana Putri Hanna? sejak tadi saya belum melihatnya?" ucap Kirana.
Kichiro Menghentikan jalan dan menatap Putri Kirana "Dia ada di kamar, sedang sakit."
"Apa? Bolehkah saya menjenguknya?" ucap Permaisuri Kirana.
"Tentu saja, dan tolong sampai kan pada nya aku harus mengurus pekerjaanku." Ucap Kichiro.
"Baik." Ucap Permaisuri Kirana.
Kirana segera berjalan menuju kamar Hanna, dan pengeran Kichiro segera menuju ruang kerjanya."
Permaisuri Kirana memasuki kamar Hanna.
"Aku dengar putri hanna sedang tidak enak badan?" ucap Permaisuri Kirana berjalan mendekat.
Yuan menatap dan memberi hormat "Permaisuri Kirana."
Hanna menatap Kirana. "Benar, saya sedang tidak sehat."