Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
115


Hanna yang tengah merasa kesal itu kemudian di dikejutkan dengan kedatangan Yuan yang tiba-tiba saja memasuki kamar nya.


"Apa mulut mu itu tidak dapat bersuara?!." Ucap Hanna yang tengah duduk di atas kasur.


Yuan terkejut mendengar ucapan dari Hanna yang tiba-tiba saja memarahi dirinya. Sebenarnya dia sudah sedari tadi memanggil nama Hanna namun tidak ada jawaban akhirnya Yuan memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Hanna.


"Mohon maaf puteri jika saya lancang, bukan maksud saya seperti itu namun sebenarnya saya sudah memanggil nama anda puteri, di rasa tidak ada jawaban saya langsung saja masuk ke dalam. Mohon maaf kan saya puteri." Ucap Tuan dengan merasa bersalah.


Hanna memperhatikan Yuan yang tengah ketakutan karena bentakkan nya. Kemudian dia menarik nafas perlahan.


"Huh, ini semua karena si mesum itu!." Dalam benak Hanna kesal.


"Sudah lah tidak perlu meminta maaf, kemari masuk lah ke kamar ku, Ada apa? Ucap Hanna sambil memandang pelayan nya itu.


Yuan segera berjalan memasuki kamar Hanna. Kemudian Dia berbicara pelahan di hadapan Hanna.


"Jadi begini, Permaisuri Jian meminta anda untuk menemui nya di dalam kamar nya." Ucap Yuan.


Hanna memperhatikan wajah Yuan yang memandang Hanna.


"Hmm, Apa lagi yang sedang di rencanakan oleh nenek lampir itu?!." Dalam benak Hanna.


"Begitu kah, jadi untuk apa kita masih berada di sini? bukan kah kita harus menemui Permaisuri kita tidak boleh membiarkan nya menunggu." Ucap Hanna dengan tegas.


Kemudian mereka berdua berjalan ke luar dari kamar untuk menemui Permaisuri Jian.


"Apapun rencana mu, aku tidak akan pernah takut dengan dirimu!." Dalam benak Hanna dengan Terus berjalan untuk menemui Permaisuri Jian.


"Saya dengar dari Yuan anda memanggil saya kemari? ada hal apa yang perlu anda sampaikan Permaisuri?." Ucap Hanna dengan tatapan dingin.


Permaisuri Jian yang tengah memandangi dirinya di cermin kemudian memandang Hanna yang sudah berada di luar kamar nya. Permaisuri Jian segera memasang wajah ramah kepada Hanna.


"Benar sekali Puteri ku, silahkan masuk namun untuk kau pelayan kecil terimakasih sudah mengantar kan Puteri Hanna kemari, tetapi kau harus pergi." Ucap Permaisuri Jian sambil bangun dari duduk nya.


Yuan yang memandang Wajah Permaisuri Jian segera mengerti maksud dari ucapan nya. Kemudian dia segera pergi meninggalkan Hanna dan Permaisuri Jian di dalam kamar.


"Baik lah, saya akan pergi." Ucap Yuan.


Hanna memandang Yuan yang pergi meninggalkan Kamar Permaisuri Jian. Kemudian Hanna melangkahkan kaki nya untuk memasuki kamar Permaisuri Jian.


"Apa yang sedang kau rencanakan hai Permaisuri?!." Dala benak Hanna.


Permaisuri Jian memandang wajah Hanna yang tengah memasuki kamar nya. Terlihat wajah licik dari dalam diri Permaisuri Jian sudah di pastikan dia memiliki niat buruk terhadap Hanna.


"Lihat lah senyuman mu itu hmm, sangat penuh makna sekali ya Permaisuri!." Dalam benak Hanna.


"Ah, kamari duduk lah disini." Ucap Permaisuri Jian sambil mempersilahkan Hanna untuk duduk di sebuah Kursi berwarna merah yang sudah di siapkan nya.


Hanna memandang Kursi itu, kemudian dia duduk di atas nya.


"Hmm, jadi ada perlu apa anda meminta saya untuk datang kemari? Pastilah ada hal penting bukan Permaisuri?! tidaklah mungkin anda meminta saya untuk datang kemari hanya untuk membicarakan hal yang tidak penting itu sangat membuang waktu berharga anda bukan Permaisuri Jian yang terhormat!." Ucap Hanna dengan tegas.