Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
74


hanna berjalan menuju batu besar dan mulai mengarahkan pedang nya ke atas langit yang di taburi bintang dan bulan.


hanna perlahan menarik nafas kemudian terlihat cahaya berwarna biru terang menyelimuti pedang nya.


dalam batin hanna "fokus hanna".


cahaya dari langit turun dan mulai menyelimuti pedang hanna".


hanna "oke sebentar lagi".


tak lama kemudian sinar itu hilang , hanna merasa puas karna dia berhasil mencapai tingkatan yang di inginkan nya".


kemudian hanna menjatuhkan tubuh nya di bebatuan besar ,sambil menatap langit malam."


norr "kau sangat hebat hanna." (menatap hanna terkagum)


hanna "ya aku berhasil , dan sekarang istirahat sebentar".


hanna memejamkan mata dan mulai tertidur."


pagi hari


hanna terbangun karna sinar mentari menyilakan wajah nya."


hanna "oh rupanya sudah pagi".


hanna menatap langit dan segera bangun ,dia berjalan menuju sungai di depan nya."


hanna "norr jangan mengintip".


norr menatap hanna dan segera memalingkan pandangan nya "tidak akan , cepatlah kita tidak punya banyak waktu."


hanna "sabar lah. kita akan tepat waktu." (membuka pakaian dan memasuki sungai)


norr "hanna".


hanna "hmm?".


norr "apakah tubuh mu tidak terluka ? kau berlatih sangat keras kemarin."


hanna "tidak , tentu saja aku baik baik saja."


norr "baguslah."


hanna "hey kau sedang mengkhawatirkan ku ya ?."


norr "tidak."


hanna tersenyum "hah baik lah".


setelah hanna selesai mandi ia segera memakai pakaian nya".


hanna berjalan mendekati norr


hanna "ayo kita berangkat."


norr "baiklah."


hanna menaiki punggung norr dan mereka segera menuju istana iblis."


pangeran kichiro mengangkat tangan nya dan istana iblis pun terlihat oleh mereka semua


dalam batin pangeran aska "sungguh hebat , ternyata benar yang di bicarakan oleh semua orang pangeran kichiro adalah pangeran terhebat di istana yu."


pangeran kichiro "mari kita masuk , tapi ingat kita harus selalu waspada karna tidak di dipungkiri mereka sudah mengetahui kedatangan kita dan menyiapkan jebakan."


pangeran rendra "ya aku mengerti."


semua memasuki halaman istana iblis itu, suasana di sekitar istana sangat terasa aneh , mereka sangat waspada."


pangeran kichiro menuruni kuda


pangeran kichiro "hei kesai tidak perlu bersembunyi lagi , aku tau kau sudah menunggu kedatangan kami , keluar lah."


tak lama ada sebuah cahaya hitam mendarat."


pangeran iblis "hehe , rupa nya aku kedatangan tamu , apa yang harus aku siapkan untuk para tamu ku ini ?? ."


kaisar dikkan "kami kemari ingin melenyapkan mu bodoh."


pangeran iblis "oh begitu , aduh galak nya."


pangeran rendra menarik pedang milik nya."


pangeran rendra "banyak bicara."


pangeran iblis " hoho , seperti nya pangeran rendra ini sangat tidak sabaran ya , tapi aku disini tidak seorang diri , aku bersama salah satu rekan ku , yang akan membuat kalian semua terkejut."


pangeran kichiro "aku tidak perduli siapa yang akan membantu mu."


pangeran iblis "hoho begitu kah? , baiklah jika kalian memang sangat tidak sabar , keluarlah sayang ku."


seorang berjalan mendekat i pangeran iblis dengan mengenakan jubah serba hitam."


pangeran iblis "perlihatkan wajah mu pada mereka ."


seorang itu membuka tutup kepala yang di kenakan nya tiba tiba kaisar dikkan dan semua nya terkejut , dengan sosok misterius itu."


kaisar dikkan "kina ?!".


putri kina "hay ayah , dan hay pangeran kichiro." (sambil tersenyum sinis)


pangeran kichiro menatap dingin


kaisar dikkan " kina , mengapa kau jadi begini?"


putri kina "mengapa ?! ,ini semua karna kesalahan dari pangeran kichiro , dia tidak mau memper isteri aku , dia memilih gadis itu di banding kan ku ! ,sekarang darimana nya pada diriku yang tidak lebih baik dari dia!!."


pangeran kichiro menatap putri kina


pangeran kichiro "bukan kah hati seseorang tidak dapat di paksa? ,aku sudah katakan padamu aku tidak bisa untuk menikahi mu , dan sekarang kau bertanya pada ku darimana pada dirimu yang tidak lebih baik dari istri ku biar ku beritau padamu , semua pada dirimu tidak lebih baik dari nya , aku sungguh tidak menyangka padamu ku fikir kau adalah seorang putri yang anggun dan terhormat namun sungguh tidak disangka aku telah salah menilai mu."


putri kina "pangeran kichiro , apa kau tau ucapan mu barusan telah sangat melukai hati ku."


pangeran iblis "hoho jadi pacar ku yang tidak berguna ini , sebenarnya mencari ku hanya untuk mendapatkan kasih sayang dari kichiro , sungguh permainan yang sangat luar biasa , aku sungguh kagum padamu sayang! (tatapan marah)