
Segera Pangeran Kichiro dan Putri Yuri meninggalkan ruangan Kaisar Yu, Kaisar dan Raja Age yang melihat Putri Yuri keluar dari dalam ruangan hanya ter dia sambil berharap semua akan berjalan sesuai yang sudah direncanakan oleh Putri Yuri.
Didalam tandu Putri Yuri hanya terdiam, sedangkan Pangeran Kichiro tengah menunggangi seekor kuda miliknya, Putri Yuri agak dibuat kesal dengan hal itu, namun apalah daya dia tidak mampu untuk membantah permintaan dari Pangeran Kichiro. Dia tidak lah mengerti mengapa Pangeran begitu dingin dan tida perduli dengan dirinya sama sekali, meskipun Pangeran Kichiro mengantarnya untuk pergi ke Bukit Zhandou namun itu bukan seperti Pangeran ingin menemani dirinya, tapi ia seperti ingin bertemu dengan seseorang. Putri Yuri hanya ter dia menahan amarahnya yang sudah membara.
Di atas langit Haruka yang masih terdiam, dia mengamati sekitar lalu Haruka menatap ke arah depan dia melihat sebuah perbukitan yang terlihat sangat cantik, tempat itu terlihat sangat mirip dengan tempat untuk pertarungan seorang pendekar yang hebat.
"Hm, mungkinkah itu tempatnya?" ucap, Haruka yang terus mengamati perbukitan yang sangat indah itu.
Rong yang sedari tadi hanya terdiam, kemudian segera ia bersuara dengan suara besar dan beratnya itu, Rong menjawab tanya Haruka.
"Benar, didalam Bukit itu terdapat sebuah arena yang di peruntukan kepada mereka yang berani bertarung didalam Bukit ini, Bukit Zhandou adalah sebuah tempat yang sangat berbahaya bagi mereka yang ingin bertanding ditempat itu, jika kau berbicara sebarangan ditempat itu maka petuah akan datang menghampiri dirimu dalam kurun waktu yang sangat singkat, disana buka hanya dirimu saja, namun akan banyak orang yang menyaksikannya bahkan para dewa, dan dewi pun ikut serta dalam pertarungan ini nantinya, jadi kau harus berhati-hati dalam berucap." Ucap, Rong yang tengah berbicara kepada Haruka.
Haruka yang mendengarnya nampak sangat tertarik dengan keistimewaan dari Bukit Zhandou ini, dia tidaklah takut dengan apa yang dikatakan oleh Rong, namum sebaliknya dia sangatlah ingin menggunakan seluruh kekuatannya ditempat berbahaya itu.
"Hm, Putri Yuri ini ternyata bukanlah orang yang dapat diremehkan ya, aku yakin kemampuannya dalam bertarung pasti sangatlah bagus, jika tidak mana mungki dia memilih tempat seberbahaya ini." Dalam benak Haruka yang tengah menatap ke arah Bukit Zhandou yang terlihat sudah sangat dekat dengan dirinya.
Di dalam bukit Zhandou Norr, Kirana dan Leo tengah mengamati sekitar, mereka baru saja tiba suasana ditempat itu begitu ramai dengan beberapa petarung dari berbagai kalangan. Mereka tengah menyiapkan diri untuk bertarung juga ditempat itu, tidaklah sia-sia mereka bertiga datang ketempat itu, bukan hanya ingin menjumpai Haruka saja namun mereka juga sangat ingin melihat kehebatan dari petarung lainnya.
Putri Yuri kemudian segera tiba didalam tempat itu sambil ditemani oleh Pangeran Kichiro, semua mata memandang pada mereka, begitu pun juga dengan Kirana, Norr, dan Leo. Namun mereka sedikit menjauh dari Pangeran agar ia tidak mengetahui keberadaan mereka bertiga ditempat itu.
"Itu Kichiro." Ucap, Norr yang terus memperhatikan Kichiro dari kejauhan.
Kirana dan Leo hanya terdiam sambil terus memperhatikan diri Pangeran Kichiro, tak lama Putri Yuri segera bangun dari duduknya, dia nampak anggun saat tengah berada didalam tandu. Dengan perlahan Putri Yuri segera keluar dari dalam tandu, semua orang menatap dirinya, Putri Yuri yang menjadi sorotan banyak orang sungguh merasa sanga senang, kemudian dia segera menunjukkan raut wajah lugunya dihadapan banyak orang.
"Huh, sungguh menjijikkan dia terlihat seperti binatang!" Seru Putri Kirana dengan tidak suka.
Norr dan Leo kemudian segera menatap wajah Kirana sambil menampakkan raut wajah muak mereka.
"Hm, lebih dari itu, seperti binatang itu masih terlihat bagus untuk dirinya, dia lebih menjijikkan dari seekor binatang!" Ucap, Norr yang terlihat sangat kesal.
Kemudian saat mereka semua tengah memperhatikan diri Putri Yuri, Haruka yang tengah berada diatas langit, segera mendaratkan diri ke dalam Bukit Zhandou itu. Sontak saja membuat semua orang kagum akan kehadirannya karena dia tengah menunggangi seekor Naga Emas, tidak main-main lagi Naga Emas adalah seekor siluman yang kekuatannya sudah mencapai peringkat ketiga, didunia para dewa dan dewi kekuatan dari Naga Emas cukup kuat, dan hanya mereka yang memiliki kekuatan yang sudah mencapai tingkat kelima saja yang mampu mengendalikkannya.
Norr, Leo dan Kirana dibuat takjub akan hal itu, mereka tidaklah menyangka Haruka dapat bersama dengan Naga Emas yang hidupnya didunia atas. Kemudian Norr segera berpikir kembali sambil menatap kagum pada Haruka.
"Dia adalah Reinkarnasi dari seorang wanita yang mengorbankan hidupnya untuk negeri ini, dan yang lebih membuat diriku semakim kagum dia ternyata memang berasal dari dunia atas." Ucap, Norr dengan kagum.
Putri Yuri dan Pangeran Kichiro yang menatap Haruka nampak sangat tebelalak, ketika Haruka datang bersama dengan Naga Emas. Pangeran Kichiro kemudian semakin yakin Haruka memanglah titisan seorang dewi, dan pastinya dia bukanlah Hanna. Namun, hati seakan tidak dapat berdusta rasa rindu yang teramat dalam muncul dengan sangat memiksa, Haruka yang tidak sengaja menatap Pangeran Kichiro rasanya seperti ingin segera mendekap dan bekata aku disini! Tapi apalah daya terdapat benteng besar yang menghalangi mereka untuk saling bersatu, hanya dapat bertatap muk, dan berbicara seadanya seperti seorang yang tidak saling mengenal, meskipun begitu hati tidak pernah dapat berdusta, saling melupakan adalah cara terbaik agar tidak ada luka yang semakin membekas didalam hati.
Haruka kemudian segera turun dari tubuh Naga Emas, lalu dia berjalan dam berhenti dihadapan Putri Yuri, dengan tampang dinginnya itu dia segera berbicara kepada Putri Yuri.
"Ada apa dengan dirimu? Apakah sekarang kau ingin memutuskan untuk membatalkannya? Jika benar, kau masih memiliki waktu sekarang, memohonlah maka aku akan memaafkan dirimu!" Ucap, Haruka dengan tegas kepada Putri Yuri.
Semua orang yang melihatnya dibuat bergosip satu sama lain, mereka semua menatap ke arah Putri Yuri, Putri Yuri yang sedikit merasa goyah dia kemudian segera mengepalkan telapak tangannya. Dia tidaklah mungkin membatalkan semua begitu saja, harga dirinya akan hancur dihadapan semua orang yang hadir, juga dihadapan Pangeran Kichiro.
"Tidak aku tidak boleh menyerah, meskipun kemampuannya pasti jauh diatas diriku, namun aku harus menjaga harga diriku ini, aku masih memiliki beberapa kekuatan yang pastilah dapat mengalahkan dirinya, iya benar aku pasti mampu untuk mengalahkan dirinya, aku tidak boleh takut, aku pasti akan memenangkannya!" Dalam benak Putri Yuri yang tengah menghibur diri.