
Putri Kirana yang terlihat sangat buas, membuat Haruka tidak dapat mengenali Wanita itu. Tanpa basa basi Putri Kirana segera menyerang Haruka dengan mencekik lehernya. Haruka yang melihat hal itu tampak sangat tidak menyangka dengan semua perbuatan keji dari Xiao Chen.
Haruka kemudian mengepalkan kedua lengannya, bibirnya terlihat gemetar, Haruka segera menendang perut Putri Kirana dengan sangat keras, hingga membuat Wanita itu terdorong ke arah belakang tubuhnya hampir saja terkena pegangan tangga yang terbuat dari besi. Xiao Chen melihat diri Putri Kirana yang begitu sangat tidak sabaran membuatnya tersenyum licik kepada Haruka dan juga Putri Kirana.
"Aduh, duh sepertinya kau sudah sangat tidak sabar ya ingin melenyapkan sahabatmu ini! Eh mungkin saat ini bukan sahabat emh, mungkin bisa aku katakan musuh, hahaha! Aku sangat suka dengan cara kerjamu ini Kirana, karena kau begitu sangat tidak sabaran maka aku akan memberikannya kepadamu, dan kau Pria aneh pertarungan kita bukan dimulai disini!" Ucap, Xiao Chen yang segera mengangkat telapak tangannya ke atas tak lama kemudian terlihat kabut keemasan tengah mengelilingi mereka.
Pangeran yang melihat hal itu hanya terdiam sambil terus menatap tajam Wajah Xiao Chen yang tengah berada dihadapannya itu. Tak butuh waktu lama Pangeran Kichiro dan juga Xiao Chen segera menghilang dari tempat mereka.
Haruka yang masih berdiri tegak menatap Wajah Putri Kirana, terlihat ia tengah menahan sakit dari luka yang telah diberikan oleh Putri Kirana kepada dirinya.
"Sadarlah Kirana! Kau hanya berada dalam pengaruh Xiao Chen saja! Kirana sadarlah ini aku Haruka!" Ucap, Haruka dengan nada bicara tinggi.
Putri Kirana yang sudah tidak dapat mengenali dirinya sendiri itu, dengan segera berlari untuk dapat menyerang Haruka.
"Hemh! Hemh!" Hanya suara itu yang dapat Putri Kirana keluarkan, dengan cepat Putri Kirana segera berlari untuk dapat menyerang tubuh Haruka yang saat itu tengah berada dihadapannya. Dengan mengeluarkan kekuatan dari dalam kukunya yang panjang, Putri Kirana sudah sangat siap untuk menerkam tubuh Haruka.
Haruka yang melihat pergerakan dari Putri Kirana yang begitu sangat cepat membuatnya dengan cepat pula berpindah dari tempatnya, sehingga serangan yang Putri Kirana berikan membentur tembok besar Istana Xiao Chen. Haruka yang saat itu tengah berada dibelakang Putri Kirana, terlihat tengah menggenggam kuat-kuat Pedangnya, ia merasa sangat bingung apa yang saat ini harus ia lakukan.
"Jika aku menyerangnya mungkin kah dia akan tersadar? Atau dia akan mati?! Tapi baiklah Kirana jika hanya dengan cara seperti ini dapat membuatmu sadar maka aku akan melakukannya, jika kau terluka maka aku juga akan terluka!" Ucap, Haruka yang segera memutar Pedangnya, angin berhembus semakin kencang, rasa panas pun semakin terasa sangat nyata, luka pada lengan kanan Haruka terasa begitu sangat perih, panas dan sangat menyakitkan. Ia tidak tau jika didalam lukanya itu terdapat benda tajam yang tengah menancap pada danging dalam lengannya.
Haruka berlari untuk dapat menyerang Putri Kirana yang saat itu tengah membelakangi dirinya, dengan cepat Haruka mengangkat Pedangnya untuk dapat melukai tubuh Putri Kirana. Putri Kirana yang merasakan kehadiran dari Haruka membuatnya dengan cepat memalingkan tubuhnya, ketika Pedang pusaka milik Haruka akan mendarat dikepalanya Putri Kirana dengan cepat mengeluarkan kekuatan hitam pemberian dari Xiao Chen, Haruka yang terkejut dengan hal itu, segera ia mengeluarkan kekuatan benih petir, tubuh ke-dua Wanita itu kini tengah terpental.
Haruka yang terkena serangan dari Putri Kirana tampak terengah-engah, ia begitu sangat lelah, terlebih lagi ia harus mengontrol kekuatan yang sudah mendarah daging dalam tubuhnya, jika ia tidak mampu mengontrolnya maka sudah dapat dipastikan ia akan membuat kekacauan diseluruh dunia.
Begitu pun juga dengan diri Putri Kirana, ia tampak sangat kelelahan meskipun baru saja ia memulai pertarungan, Putri Kirana terlihat tengah mengangkat lengan kanannya ke atas, langit-langit atap Istana megah milik Xiao Chen, Haruka yang melihat hal itu tampak sangat bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh Wanita itu. Tak lama kemudian tubuh Putri Kirana membesar dengan perlahan, Haruka yang tengah terjatuh diatas lantai, tampak sangat terkejut dengan apa yang telah ia lihat dengan Mata telanjangnya.
^°^°
Sedangkan ditempat lain, terlihat Pangeran Kichiro dan juga Xiao Chen tengah saling menatap satu sama lain, Xiao Chen yang sebenarnya sedikit merasa ragu dengan keputusannya itu. Namun, tujuannya bukanlah ingin memenangkan pertarungannya dengan Pangeran Kichiro, ia hanya ingin memancing agar Pangeran Kichiro mau menjauh dari diri Haruka, karena yang ia inginkan adalah Haruka dapat mati ditangan Putri Kirana yang saat ini sudah menjadi Wanita kuat berkat kekuatan yang ia berikan kepada Putri Kirana.
"Siapakah dirimu! Sepertinya aku pernah bertemu dengan dirimu?" ucap, Xiao Chen yang terus memandang Wajah Pangeran Kichiro dengan tatapan tajam.
Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan dari Xiao Chen, terlihat begitu sangat tidak memperdulikan hal itu. Tanpa berpikir terlalu lama Pangeran Kichiro segera mengeluarkan kekuatannya untuk dapat menyerang Xiao Chen dengan Pedang yang tengah berada didalam genggamannya itu.
"Hmh! Manusia seperti dirimu tidaklah pantas mengetahui siapa diriku ini! Cukupkan lah dosa yang kau perbuat Xiao Chen, tebuslah semua dosamu itu dengan pergi ke neraka!" Ucap, Pangeran Kichiro yang segera menancapkan Pedangnya diatas tanah hitam, dengan segera Pangeran Kichiro menghilang dari hadapan Xiao Chen.
Xiao Chen yang terkejut ketika melihat hal itu dengan segera ia mengeluarkan Pedang dari dalam Pakaiannya. Pandangan Xiao Chen kemudian tertuju kearah tanah yang saat itu tengah ia pijak, ketika ia tengah menundukkan kepalanya Xiao Chen melihat tanah yang ia pijak mengeluarkan sebuah Pedang perak merah yang segera menancap tepat pada Mata kanannya.
Pangeran Kichiro yang tengah berada dibalik dahan pohon besar segera ia mendarat sambil menatap tajam tubuh Xiao Chen, dilihatnya organ dalam tubuh Xiao Chen, Pangeran Kichiro melihat luka dalam yang waktu itu pernah ia berikan masih terlihat belum membaik, lengan kanan Pangeran Kichiro kemudian mengepal dengan sangat kuat.
Xiao Chen yang tengah merasa kesakitan karena Mata kanannya telah tertancap Pedang milik Pangeran Kichiro, dengan langkah yang tidak stabil tubuh Xiao Chen tidak dapat terkendali, tubuhnya yang masih terluka kini terasa semakin sakit, entah apa yang telah terjadi. Namun, seluruh tubuhnya terasa sangat sakit.
"Arhhh...! Sial...! Aku pasti akan membunuhmu!" Ucap, Xiao Chen yang segera menarik Pedang milik Pangeran Kichiro yang tengah menancap didalam Matanya.
"Keluarlah kalian bantulah Tuan kalian ini!" Ucap, Xiao Chen yang tengah berteriak dengan sangat kencang.
Pangeran Kichiro yang melihat hal itu tampak sangat bingung apa yang akan dilakukan oleh Xiao Chen, tak lama kemudian dari balik tubuh Xiao Chen keluar sosok Monster kerdil yang sangat banyak. Pangeran Kichiro yang melihat hal itu hanya terdiam, tanpa menunjukkan sikap panik.
"Hmh! Anak-anak kecil ini kau jadikan sebagai budakmu! Sungguh sangat tidak ber kemanusiaan!" Ucap, Pangeran Kichiro yang segera memutar Pedangnya dihadapan Xiao Chen.