Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
223


Sedangkan malam hari didalam Istana milik Xiao Chen, dia yang tengah duduk diatas kursi besar miliknya, nampak tengah termenung, kemudian Xiao Chen segera melirik ke arah samping, dilihatnya Rong Naga emas mikiknya itu tengah tertidur lelap disampingnya.


Xiao Chen teringat kembali saat ia tengah berada didunia atas bersama dengan para Dewa, Dewa Yu Huang berkata kepada semua orang yang tengah berada disana, termasuk juga kepada Xiao Chen, sebuah masalah besar bagi dirinya jika hal itu dapat terjadi, dia tidak siap untuk berpisah dengan diri Haruka.


"Aku tidak boleh memberitahukan kepada para Dewa dan Dewi bahwa aku telah menemukan Zie yang telah ber-Reinkarnasi, aku tidak akan pernah siap kehilangan dirinya, tidak akan lagi." Ucap, Xiao Chen yang merasa sangat cemas.


Rasa cemas, dan tidak siap untuk kehilangan membuat Xiao Chen merasa sangat ingin menyembunyikan diri Haruka, dan tidak ingin Haruka dapat bertemu dengan Ibunya sendiri, jika hal itu terjadi maka bagi Xiao Chen itu adalah hal yang sangat sulit dan berat untuk dirinya.


"Apakah aku harus membunuh Kichiro? Agar Haruka dapat melupakan dirinya dan datang kepelukanku ini? Ataukah aku akan membiarkan mereka bersama dan hidup bahagia, tidak itu tidak akan pernah terjadi, Haruka hanya akan menjadi milikku, lagipula Kichiro hanyalah seorang Pangeran biasa, Haruka tidak akan pernah bisa bersama dengan pria itu, hm iya, itu benar." Ucap, Xiao Chen dengan raut wajah kesal.


Rong yang tidak sengaja terbangun segera dia berbicara kepada Xiao Chen, sambil sedikit membuka kedua matanya dengan perlahan.


"Jika kau berniat untuk membunuh Kichiro, maka kau juga akan dibunuh oleh Haruka." Ucap, Rong yang terbangun dari tidurnya.


Xiao Chen yang mendengar ucapan dari Rong terlihat sangat terkejut dia begitu sangat tidak menyangka Rong dapat berkata begitu terhadap dirinya, kemudian Xiao Chen segera membalas ucapan dari Rong.


"Lantas apa yang harus aku lakukan? Membiarkan mereka terus seperti itu, aku tidak akan rela." Ucap, Xiao Chen dengan tegas.


Rong yang mendengar ucapan dari Xiao Chen kemudian dia segera melirik ke arah Xiao Chen yang saat itu tengah melirik ke arah dirinya.


"Biarkan saja seperti itu, lagipula Pangeran itu, tidak akan pernah bisa bukan hidup bersama dengan Haruka? Dia hanyalah seorang Pangeran, dan kemungkinan besar kau yang akan bersama dengan dirinya." Ucap, Rong dengan tegas.


Xiao Chen yang mendengar ucapan dari Rong terdiam sejenak sambil memikirkannya kembali, namun Xiao Chen segera membalas ucapan dari Rong kepada dirinya dengan cepat, sambil memperlihatkan raut wajah kesal.


"Meskipun begitu, tetapi Dewa Yu Huang pasti akan menjodohkan Haruka dengan seseorang yang sudah menjadi pilihannya, ya memang saat ini aku tidaklah tau siapa titisan dari Dewa Yu Huang itu, hal itu yang membuat diriku tidak sanggup, dan sangat tidak ingin membawa Haruka kembali ke Dunia atas." Ujar, Xiao Chen dengan nada bicara yang terdengar sangat tegas.


Rong yang mendengar ucapan dari Xiao Chen yang terdengar sangat kesal, juga bercampur rasa cemas membuat dirinya teringat kembali akan sikap Xiao Chen dimasa lalu terhadap Zie, yang kala itu sangat mencintai Xiao Chen, namun Xiao Chen tidak pernah membalas perasaannya sedikitpun kepada Zie, bahkan dia pada saat itu sudah bersama dengan seorang wanita lain, Zie yang mengetahui cintanya bertepuk sebelah tangan membuat dirinya kabur dari Dunia atas, dan menetap didunia bawah, namun tidak disangka Zie yang memiliki sifat keras kepala mengorbankan hidupnya untuk Dunia bawah yang saat itu tengah hancur, dilanda keretakkan karena ulah dari para Iblis. Bagi Rong mungkin saja ini adalah hukuman untuk Xiao Chen atas perlakukannya yang dahulu pernah ia perbuat kepada Zie.


"Tetapi bagiku, Haruka tidak akan mungkin bisa mencintai dirimu, Tuan." Ucap, Rong dengan nada bicara yang terdengar sedikit gugup saat berkata begitu kepada Xiao Chen.


Xiao Chen yang mendengar ucapan dari Rong yang terdengar sangat menyinggung perasaannya, membuat dirinya sangat marah kepada Rong, dengan suaranya yang lantang Xiao Chen membentak Rong yang sudah menyinggung dirinya itu.


"Lancang sekali kau Rong berkata seperti itu! Apa saat ini kau sudah sangat ingin kembali ke Dunia atas! Kau sudah tidak ingin bersama dengan diriku lagi?!" Bentak Xiao Chen dengan perasaan kesal terhadap Rong.


"Maaf Tuan, saya tidak bermaksud untuk berkata seperti itu terhadap diri anda." Ucap, Rong yang merasa sangat bersalah atas kelancangannya itu.


Xiao Chen yang terlihat masih sangat marah, membuat dirinya hanya terdiam seribu kata tanpa sedikitpun berkata apa-apa lagi kepada Rong, Rong yang melihat hal itu hanya terdiam, tanpa mau membujuk Tuannya agar tidak semakin larut dalam kemarahan, Rong merasa ucapannya itu memang benar adanya, hanya saja sikap Xiao Chen yang sangat tidak ingin menerima kenyataan lah yang membuat dirinya semarah itu kepada diri Rong.


Xiao Chen kemudian segera mengangkat lengan kanannya ia melihat Haruka tengah bersama dengan teman-temannya didalam hutan, dapat tersenyum, dan bercanda tidak seperti saat tengah bersama dengan dirinya, Xiao Chen menyadari tindakkannya ini memanglah salah, namun hanya itu yang dapat ia lakukan agar Haruka mau menerima dirinya, dan melupakan Pangeran Kichiro.


Xiao Chen kemudian mengepalkan telapak tangannya, sambil memperhatikan langit malam dari balik jendelanya itu.


Sedangkan didalam Hutan, Haruka tengah diantar oleh Putri Kirana untuk dapat pergi ke kamar tidurnya, Putri Kirana kemudian meraih daun pintu dan menggenggamnya dia mendorong pintu kamar Haruka, dengan perlahan Haruka dapat melihat tempat tidur yang baginya cukup besar.


"Ayo masuk." Ucap, Putri Kirana yang mempersilakan Haruka untuk memasuki kamarnya.


Haruka yang mendengarnya, segera mengikuti Putri Kirana yang sudah berjalan lebih dulu, Haruka memperhatikan tempat tidur yang baginya itu cukup bagus.


"Bagaimana menurut dirimu?" tanya Putri Kirana yang merasa sangat penasaran dengan jawaban yang akan Haruka berikan.


Haruka yang mendengar ucapan dari Putri Kirana segera ia duduk diatas kasur, kemudian Haruka segera berbalik untuk bertanya kepada Putri Kirana yang tengah berada dihadapannya itu.


"Hm, lalu bagaimana menurutmu tentang ini?" tanya Haruka yang tengah menatap wajah Putri Kirana dengan tatapan serius.


Putri Kirana yang tengah berada dihadapan Haruka, segera ia duduk disamping Haruka, sambil melirik wajah Haruka.


"Hm, ini juga cukup bagus bagiku." Jawab Putri Kirana sambil memperhatikan sekeliling.


Haruka yang mendengar jawaban dari Putri Kirana segera ia bertanya lagi kepada Putri itu, sambil sedikit melirik ke arah Putri Kirana, yang saat itu tengah berada disamping dirinya.


"Hm, lalu... menurutmu bagaimana dengan Norr??" ucap, Haruka dengan raut wajah tegas sambil sedikit melirik ke arah wanita yang seharusnya ia panggil dengan sebutan kakak itu.


Putri Kirana yang mendengar ucapan dari Haruka yang bertanya hal semacam itu, membuat dirinya terkejut dan juga salah tingkah, dia sangat gugup dan bingung harus menjawab seperti apa, dan nampaknya Haruka hanya tengah menggoda dirinya saja.