
Tak lama Istana itu runtuh seperti ditelan bumi, Norr, Leo dan Kirana nampak terkejut dibuatnya.
"Hannaa..." Suara teriakan Kirana yang cukup keras, sambil mengepalkan kedua tangannya.
Bugggg....
Suara runtuhan dari puing-puing Istana Pangeran Iblis berjatuhan, Norr masih dibuat tak percaya oleh apa yang dilihatnya.
"Ini belum berakhirkan?!" ucap Norr yang terlihat tak menyangka.
"Haruka, kau harus bertahan!" ucap Leo dengan suara keras.
Saat ini Norr merasa sangatlah tidak berguna menjadi seorang teman yang seharusnya melindunginya, namun apa dia malah tidak dapat mencegah hal buruk yang telah menimpa Haruka.
Haruka yang masih nampak dari kejauhan, mencoba untuk menggerakkan kakinya agar dapat terbebas. Haruka menatap Pangeran Iblis yang tersenyum licik dibawah kakinya.
"Aku sudah katakan jika aku mati maka kau juga harus mati, kau telah membunuh Aya, harta paling berharga bagiku!" ucap Pangeran Iblis yang terlihat sudah tidak berdaya.
Haruka merasa tercengang mendengar hal itu, dia kemudian berpikir mungkinkah dimasa lalu dia pernah memiliki hubungan yang sangat buruk terhadap Pangeran Iblis.
"Tak apa kau membenciku, karena pada dasarnya aku sudah terlebih dahulu membenci dirimu, oh iya soal gadis itu seharusnya kau bersyukur dia mati dengan mudah, jika tidak mungkin hidupnya akan jauh lebih sengsara, karena lawan yang sedang dia hadapi adalah aku!" ucap Haruka dengan raut wajah dinginnya.
"Mengapa kau begitu kejam!" bentak Pangeran Iblis.
Pangeran Iblis hanya terdiam saat mendengar ucapan Haruka kepadanya. Tak lama dia menundukkan kepala, tubuhnya semakin teramat sakit, dan lagi mereka sudah hampir tertelan bumi.
"Hmm, semua orang itu baik. Tetapi, ada satu hal yang akan membuat mereka menjadi orang yang paling jahat." Ucap Haruka yang melirikkan matanya pada Pangeran Iblis.
Saat tubuh Haruka hampir tertimbun tanah, kemudian dia menyentuh jantungnya dengan lengan kanan. Haruka menatap kearah depan dengan wajah sangatlah serius.
"Jika kau memang memiliki kekuatan yang sangat besar, maka aku mohon bantu aku, berikanlah kekuatanmu kepadaku." Ucap Haruka dengan wajah serius.
Tak lama sinar oranye menyala dari dalam jantung Haruka, Batu Perak telah mendengarkan permohonan Haruka, entah apa yang terjadi, namun tubuh Haruka seketika diselimuti dengan cahaya itu. Bola mata kanan yang sebelumnya berwarna biru dengan cepat berubah warna menjadi merah dengan membentuk simbol bintang kecil berwarna hitam.
Bukan hanya matanya yang berubah namun, rasa sakit yang amat menyiksa seketika sirna dalam tubuh Haruka. Entah apa yang sudah terjadi namun dia merasa inilah kekuatan dari Batu Perak sesungguhnya.
Haruka menatap wajah Pangeran Iblis yang nampak tercengang melihat perubahan Haruka secara drastis. Haruka kemudian merendahkan tubuhnya dan berjongkok disamping tubuh Pangeran Iblis.
"Selamat tinggal." Ucap Haruka kemudian dia berdiri menatap kearah langit yang akan segera tertutup oleh tanah yang menimpa tubuhnya.
Sebelum dia pergi meninggalkan Pangeran Iblis, sedikit ia menengok kebelakang, dengan sorotan mata penuh dengan keibaan.
"Hm, aku paham, bagaimana kesedihanmu yang kau rasakan, kita sama-sama pernah dikecewakan, sampai membuat kita menjadi orang yang tidak berperasaan." Dalam benak Haruka.
Kemudian Haruka meloncat keatas sebelum tanah itu benar-benar menguburnya hidup-hidup. Haruka meninggalkan Pangeran Iblis yang tengah sekarat didalam tanah bersama dengan wanitanya.