
Pangeran Iblis yang semakin tertantang pada Hanna, dia dengan cepat mengeluarkan kekuatan gelap yang dimilikinya, cahaya hitam pekat dengan cepat mengarah pada Hanna, Hanna yang hanya dapat merasakan setiap gerakan dari Pangeran Iblis merasa sedikit kesulitan disitu Hanna tidak dapat merasan gerakan dari Pangeran Iblis.
"Hehe... Aku cukup pintar bukan?! Saat ini kau tidak akan bisa mendengar ataupun merasakan kekuatanku, jika aku tidak dapat memilikimu maka siapapun tidak boleh memilikimu. Aku sangatlah ingin membuatmu merasakan penderitaan yang amat dalam Hanna, aku ingin kau jauh dari Kichiro, kau dibuang olehnya!." Bentak Pangeran Iblis.
Dengan cepat sinar hitam itu melilit tubuh Hanna yang ramping.
"Aku tidak boleh kalah darinya! Aku tidak boleh menyerah, sadarlah Hanna kau selama ini selalu kuat." Dalam benak Hanna.
Tanpa ada gerakan apapun, Hanna tidak dapat merasakan kekuatan ataupun gerakan dari Pangeran Iblis. Tak lama Pedang yang tengah Hanna genggam diambil paksa dari tangannya. Hanna nampak terkejut, dahulu kekuatan Pangeran Iblis tidaklah sekuat ini. Namun mengapa kali ini kekuatannya bisa berlipat ganda dari biasanya.
"Kau telah meremehkanku Hanna, sadarlah siapa dirimu saat ini!." Bentak Pangeran Iblis.
Tubuhnya semakin terlilit erat oleh cahaya hitam itu, sampai nafasnya tak teratur. Degup jantungnya mulai melemah, lalu dengan tiba-tiba tubuh Hanna merosot kebawah dan saat ini yang tengah terlilit oleh cahaya hitam itu adalah tubuh Haruka yang asli.
Pangeran Iblis nampak terkejut melihat hal itu, kemudian dia tersenyum licik.
"Sungguh sangat cantik sekali. Ternyata kau bukanlah Hanna!." Ucap Pangeran Iblis dengan senang.
Dalam benak Haruka "Aku sudah membalaskan dendammu, kini kau bisa pergi dengan tenang Hanna!." Haruka memejamkan kedua matanya dia terlihat sangat lelah, tubuhnya kekurangan oksigen, tulangnya seakan remuk. Dan tak lama Haruka pun tak sadarkan diri.
Jasad Hanna dengan cepat menghilang dari tempatnya.
**
Di dalam Istana Lin saat Norr sudah menghabisi para prajurit dan juga membunuh Pangeran Aska, entah mengapa dia seperti merasa kehilangan separuh jiwanya. Perasaan panik muncul dalam diri Norr, kemudian dengan cepat dia segera pergi untuk mencari Hanna.
Dengan perasaan cemas Norr segera meminta bantuan kepada Harimau Putih untuk ikut membantunya mencari keberadaan Hanna.
"Ada apa Norr?!." Ucap Pak Leo dengan tegas.
"Baiklah aku akan membantumu."
Tak lama mereka berdua segera mencari keberadaan Hanna yang tiba-tiba saja menghilang.
"Apa yang sudah terjadi kepadamu Hanna, mengapa aku tidak dapat lagi merakan kehadiranmu, jiwa kita seakan telah terputus." Dalam benak Norr yang terlihat sangat cemas.
"Hmm... Hanna aku harus menemukanmu!." Ucap Pak Leo dengan cemas.
**
Tak lama Pangeran Kichiro tiba di Istana Yu dia sangatlah terkejut suasana Istananya nampak sunyi tak berpenghuni. Pangeran Rendra yang tengah berada disamping adiknya itu terlihat sangatlah kesal. Kemudian dengan suara lantangnya Pangeran Rendra memanggil nama isterinya.
"Kirana kau dimana!." Bentak Pangeran Rendra.
Kaisar Yu tidak menyangka dengan apa yang telah terjadi pada Istananya, tak lama seorang pelayan datang menghampiri mereka.
"Ampun. Pangeran, Kaisar. Permaisuri Jian telah tiada dan pembunuhnya adalah Permaisuri Hanna."
"Apaa!." Dengan terkejut ketiga orang itu saat mendengar ucapan dari pelayannya.
"Kau jangan bercanda! Tidak mungkin Hanna yang melakukan itu!." Ucap Kichiro dengan tidak percaya.
"Saya tidak berani berbohong, saat ini seluruh prajurit dan Pangeran Aska tengah mencari keberadaan Permaisuri Hanna, kini pelayannya tengah berada dipenjara bawah tanah." Ucap Pelayan itu.
"Lalu dimana jasad Permaisuri Jian!." Ucap Kaisar panik bercampur kesal.