Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
189


Leo yang melihatnya kemudian sedikit merasa aneh terhadap Norr, yang berbicara terlebih dahulu untuk meminta mereka segera pergi adalah Norr sendiri, namun sekarang pria itu berkata "Akan menyembuhkan luka Kirana terlebih dahulu" Membuat Leo hanya terdiam sambil berjalan memasuki ruang kamar itu.


Leo memperhatikan wajah Kirana yang sudah sangat pucat, dia kemudian segera menghentikan langkahnya saat sudah berada disamping wanita itu.


"Jadi dia telah berhasil mempelajari kekuatan dari mata teratai? Ataukah jangan-jangan dia sudah memiliki kekuatan itu sejak lama, namun dia hanya berpura-pura saja menjadi seorang wanita yang lemah." Ucap, Leo yang sebenarnya hanya ingin menggoda Norr, dia sangatlah ingin mengetahui apa yang akan dikatakan oleh Norr kepada dirinya.


Norr yang mendengar hal itu kemudian dia segera menatap wajah Leo yang tengah berada disamping kasur, Norr yang tengah mengeluarkan kekuatannya untuk disalurkan pada Kirana, segera menatap wajah Leo dengan acuh.


Leo yang melihat ekspresi dari Norr merasa sangat kecewa karena apa yang dia harapkan tidaklah terjadi, hingga membuat Leo menjadi sangat ingin terus menggoda pria itu.


"Hm, jika aku lihat Putri Kirana ini sepertinya menyimpan perasaan terhadap dirimu, apakah itu alasannya mengapa dia sangat ingin membantu dirimu, yah kan tidak lucu jika seorang pria yang dihasihi mati dengan sangat mengenaskan dan akhirnya Kirana patah hati dan diapun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, karena sang Pangeran yang dikasihi itu tidak akan pernah kembali." Ucap, Leo dengan bibir yang menyeringai dihadapan Norr.


Norr yang mendengar hal itu nampak dibuat kesal dengan sikap Leo yang begitu sangat menjengkelkan.


"Ini bukanlah sebuah cerita tentang cinta yang berakhir mengenaskan, namun ini adalah sebuah cerita fantasi, lagipula Kirana bukanlah pemeran utamanya!" Ucap, Norr dengan kesal.


Leo hanya terdiam kemudian dia segera melihat tubuh Kirana yang terlihat sudah semakin membaik dengan kulit yang awalnya terlihat sangat pucat dengan segera berubah menjadi putih bercahaya, namun sayangnya dia belum juga tersadar.


Leo kemudian segera membantu Norr untuk memulihkan tubuh Kirana, agar dia kembali tersadar. Leo kemudian mengeluarkan kekuatannya, dengan segera kedua kekuatan milik Norr dan Leo bersatu menyentuh tubuh Kirana.


"Norr?" ucap, Kirana yang memandang wajah Norr.


Norr yang masih menyalurkan kekuatannya terhadap Kirana, kemudian dia segera menatap wajah Kirana sambil tersenyum tipis terhadap wanita itu.


"Akhirnya kau sadar juga." Ucap, Leo yang tengah berada disamping wanita itu.


Kirana yang mendengar suara dari Leo kemudian dia segera memalingkan wajahnya, dilihatnya Leo tengah berada disampingnya.


"Kau juga sudah sadar, syukurlah." Ucap, Kirana yang segera terbangun dari tidurnya.


Norr yang melihat hal itu kemudian segera menyimpan kembali kekuatannya, secara tidak sengaja Norr yang melihat Kirana yang akan terbangun. Dia dengan segera menyentuh tubuh Kirana untuk membantunya.


"Bi... Biar aku bantu." Ucap, Norr dengan segera membantu Kirana untuk bangun.


Kirana nampak terkejut namun segera ia membiaskan dirinya, sambil tersenyum tipis kepada Leo dan Norr, Kirana tak lupa mengucapkan terima kasih karena mereka telah membantu dirinya.


"Terima kasih, oh iya bukankah kita harus pergi dari tempat ini, kita harus mencari Haruka bukan?" ucap, Kirana kepada Leo dan Norr.