Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
30


Mereka kembali ke Bukit Hitam.


Hanna berjalan mendekati Yuan dan mengelurkan Daun Emas yang diberikan Burung Api raksaa itu.


Norr menatap kearah Hanna. "Hanna kau Baik-baik saja?


"Iya." Jawab Hanna.


Norr menatap Daun Emas yang Hanna bawa.


"Apakah itu obat yang dapat menyembuhkan gadis kecil ini? Kau mempertaruhkan nyawa demi dia? ucap Norr.


"Sebenarnya aku tidak tau apakah Daun Emas ini dapat menyembuhkannya atau tidak, ya tapi mau bagaimana lagi dia seorang ibu mana mungkin dia membeikan telur nya untukku, setidaknya aku masih memiliki harapan pada Daun ini." Ucap Hanna yang segera duduk dan mendekati Yuan.


"Ternyata dia sangat menyayangi telurnya." Ucap Norr.


Hanna segera mengoleskan Daun pada luka Yuan.


"Jelas saja Norr orang tua mana yang rela anaknya mati, sebelum lahir ke dunia." Ucap Hanna, lalu entah mengapa dia mengingat sesuatu.


"Kau memang benar Hanna, apakah perkataanku sudah melukai perasaanmu?? Mengapa kau terlihat sangat sedih?? ucap Norr dengan cemas saat menatap wajah Hanna.


Hanna yang terlihat tengah menyembuhkan Yuan.


"Tidak ada." Ucapnya.


"Kau tidak bisa berbohong padaku Hanna." Ucap Norr.


Hanna menatap Yuan yang mulai sadar.


"Kau sudah sadar?? dengan perasaan senang.


Dengan perlahan Yuan membuka matanya. "Ah Putri, apa yang terjadi pada saya? Dan dimana ini? ucap Yuan sambil menatap sekeliling.


"Tidak ada kau hanya tertidur cukup lama." Ucap Hanna yang menatap Yuan dengan sedikit tersenyum.


"Hey apakah lukamu itu membuat kau lupa ingatan?? Kau tau hanna mempertaruhkan nyawanya demi menyembuhkanmu!? ucap Norr dengan tegas.


"Benar kah itu putri? Maafkan saya putri, maaf." Ucap Yuan dengan terkejut dan segera dia memegang tangan Hanna.


"Sudahlah tidak perlu meminta maaf, semua ini tidak akan terjadi jika aku tidak membawamu keluar." Ucap Hanna dengan perasaan bersalah.


"Tidak, saya lah yang ceroboh tidak bisa menjaga putri dengan baik." Ucap Yuan.


"Kau menjagaku sudah sangat baik, sekarang apakah kau sudah baikkan?? tanya Hanna.


"Tentu saja ini semua ini berkat putri Hanna." Ucap Yuan.


"Baguslah, kita harus cepat kembali ke istana." Ucap Hanna.


"Benar." Ucap Yuan segera berdiri.


"Norr antar aku dan Yuan kembali ke Istana."


Kemudian Hanna menatap Leo. terimakasih sudah membantu sekarang kau pergilah."


"Baik." Ucap Leo yang kemudian dia segera pergi meninggalkan.


"Terimakasih Norr, sudah mengantarku." Ucap Hanna yang menatap Norr.


"Tidak masalah, aku pergi Hanna." Ucap Norr meninggalkan Hanna.


Hanna segera menatap Yuan. "Cepat masuk."


"Baik, puteri."


Mereka berdua memasuki kamar dengan jendela yang masih terbuka.


Didalam kamar Hanna.


Pintu diketuk.


Tuk...


Tuk...


Hanna menatap ke arah pintu. "Siapa itu? Ucapnya sambil melepaskan jubah, dan segera manaruhnya didalam lemari.


Hanna dengan segera mengambil pakaian, dan mengenakkannya. Hanna segera merapihkan pakaiannya. "Yuan cepat buka pintunya." Ucap Hanna yang menatap Yuan.


"Apakah anda sudah selesai putri? tanya Yuan.


"Iya."


Yuan segera berjalan dan membukakan pintu.


"Pangeran Kichiro, ah anda sudah kembali dari bertugas?? ucap Yuan yang memberi jalan.


"Putri Hanna ada didalam?? tanya Kichiro.


yuan : "iya pangeran"


"Bisa kau tinggalkan aku berdua dengannya? ucap Kichiro.


"Baik." dengan segera Yuan meninggalkan kamar Hanna.


Hanna menatap kichiro. "Rupanya kau sudah kembali suamiku?


"Benar." Ucap Kichiro yang berjalan mendekati Hanna.


"Syukurlah kau baik-baik saja."Ucap Hanna dengan tersenyum.


Kichiro menatap mata Hanna. Dalam batinnya. "Dia sangat mirip dengan gadis itu, apakah sebenarnya itu memang lah dia?? Aku harus mencari tau."


Kichiro segera membelai rambut Hanna. "Apakah kau sangat mengkhawatirkanku?? tanya Kichiro.


"Tentu saja." Ucap Hanna sambil menatap Kichiro.


"Kalau begitu, malam ini aku akan menemanimu." Ucap Kichiro.


Hanna terkejut. Dalam batinnya "Tidak mungkinkan dia akan melakukan itu padaku malam ini."