Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
195


"Pergi dari hadapanku sekarang juga!" Bentak Putri Yuri kepada Yuan.


Yuan yang melihatnya nampak terkejut lalu dia segera terbangun dan pergi dari hadapan Putri Yuri. Putri Yuri yang melihatnya nampak dibuat geram oleh sikap dari Yuan yang begitu berani terhadap dirinya, Putri Yuri segera menggertakkan giginya sambil menggenggam tangannya dengan erat, raut wajahnya nampak sangat kesal, dia begitu sangat benci terhadap Putri Hanna, karena bagi dirinya Putri Hanna lah yang terus mengganggu kehidupannya dengan Pangeran Kichiro.


"Awas saja kau Putri Hanna, semoga saja kau pergi untuk selamanya dan jangan pernah kembali untuk mengusik kehidupan diriku dan Pangeran Kichiro!" Ucap Putri Yuri dengan tampang kesal.


Diluar kamar Putri Yuri, Yuan yang tengah berjalan dengan cepat untuk memasuki kamarnya, Pangeran Kichiro yang melihat Yuan begitu tergesa kemudian dia segera menghampiri Yuan.


"Yuan...." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tampang curiga terhadap Yuan.


Yuan yang tengah berjalan sambil menutupi wajahnya yang memerah karena bekas tamparan dari Putri Yuri, nampak terkejut dia kemudian segera menghentikan langkahnya dan mengangkat kepalanya untuk menatap Pangeran Kichiro yang saat itu sudah berada dihadapannya.


"Pangeran....?!" Ucap, Yuan dengan sedikit tersentak karena kehadiran Pangeran Kichiro yang secara tiba-tiba menghadang dirinya.


Pangeran Kichiro nampak terkejut saat Yuan menutupi wajahnya terus dengan tangan. Sehingga membuat Pangeran Kichiro yang penasaran itu bertanya kepada Yuan.


"Apa yang sudah terjadi terhadap dirimu?" tanya Pangeran Kichiro dengan penasaran.


Yuan nampak terkejut saat Pangeran Kichiro bertanya hal itu kepada dirinya, namun dengan segera Yuan menjawab tanya dari Pangeran Kichiro sambil tersenyum tipis dihadapan Pangeran Kichiro.


"Tidak ada yang salah dengan diri saya, Pangeran." Ucap, Yuan yang terlihat tengah menahan rasa sakit.


Pangeran Kichiro terdiam sejenak, dia kemudian memperhatikan wajah Yuan yang memar bekas pukulan seseorang, tak lama kemudian Pangeran Kichiro segera menunjukkan wajah tidak sukanya terhadap Yuan, Yuan yang terkejut nampak ketakutan dengan ekspresi dari Pangeran Kichiro yang begitu mengerikan.


"Pa... Pangeran....?!" Ucap, Yuan dengan ketakutan.


Pangeran Kichiro yang melihat Yuan nampak sangat takut dengan dirinya segera Pangeran Kichiro bertanya pada Yuan dengan suara tegasnya.


"Apakah Putri Yuri yang telah berbuat hal ini kepada dirimu?" ucap, Pangeran Kichiro dengan raut wajah seriusnya.


Yuan nampak tercengang saat Pangeran Kichiro yang telah mencurigai Putri Yuri lah yang telah menindas dirinya.


"Itu... Itu...." Ucap, Yuan dengan gugup.


Kichiro semakin merasa sangat kesal, karena Yuan terlihat begitu ketakutan hingga dia tidak berani untuk berkata jujur terhadap dirinya. Pangeran Kichiro segera mengepalkan telapak tangannya dan bergegas untuk meninggalkan Yuan, dia melewati diri Yuan begitu saja, arah langkahnya menuju kamar Putri Yuri. Yuan yang segera berbalik nampak terkejut ternyata Pangeran Kichiro mengetahui kebenarannya bahwa Putri Yuri telah menindas dirinya.


Pangeran Kichiro berjalan dengan sangat cepat untuk menuju kamar yang sudah disediakan untuk Putri Yuri, sambil memukul pintu kamar yang terbuka Pangeran Kichiro berdiri dihadapan Putri Yuri dengan raut wajah kesalnya.


Putri Yuri yang tengah bersolek di depan cermin nampak terkejut saat mendengar suara pintu yang dipukul keras oleh Pangeran Kichiro. Putri Yuri nampak sangat kesal dia tengah mengenakan pemerah bibir, karena terkejut kini pewarna bibir itu mengenai wajahnya.


Pangeran Kichiro yang melihat tingkah dari Putri Yuri yang begitu tidak bersikap baik didalam kediaman orang lain, semakin membuat Pangeran Kichiro muak terhadap dirinya.


"Sepertinya saya telah membuat Putri Yuri kesal, jikalau begitu bukankah lebih baik anda segera pergi dari Istana ini, agar anda dapat merasa nyaman!" Ucap, Pangeran Kichiro dengan raut wajah mengerikan.


Putri Yuri yang merasa kesal kemudian dibuat terkejut dengan suara dari Pangeran Kichiro yang terdengar sangat menakutkan, kemudian Putri Yuri segera memalingkan wajahnya untuk menatap ke arah Pangeran Kichiro.


"Pa... Pa... Pangeran! Ah... aku pikir yang melakukan hal itu adalah Pelayan dari Putri Hanna, maaf Pangeran saya salah, saya mohon ampun, saya tidaklah tau, saya pantas dihukum." Ucap, Putri Yuri yang segera bersujud dihadapan Pangeran Kichiro, da membuang pemarah bibir yang berada di genggamannya.


Putri Yuri nampak sangat ketakutan saat melihat ekspresi dari Pangeran Kichiro yang nampak begitu murka terhadap dirinya.


"Putri Yuri sepertinya sudah sangat nyaman ya berada di Istana Yu ini, apakah saya harus memulangkan anda, agar Putri Yuri tau akan batasannya!" Ucap, Pangeran Kichiro dengan tegas.


Putri Yuri sungguh dibuat gugup dengan ucapan dari Pangeran Kichiro yang terdengar sangat kasar terhadap dirinya, Putri Yuri sedikit mengangkat kepalanya dan sedikit melirik wajah Pangeran Kichiro yang ternyata masih berada di hadapannya sambil menatap tajam wajah Putri Yuri.


"Pangeran saya sudah mengaku salah, saya mohon kepada anda agar memaafkan kelakuan saya yang tidak lah baik, saya mohon Pangeran tolong anda mengampuni saya." Ucap, Putri Yuri dengan terus bersujud dihadapan Pangeran Kichiro.


Pangeran Kichiro yang melihat Putri Yuri yang begitu merasa takut dengan dirinya, kemudian Pangeran Kichiro segera membalikkan tubuh sambil berbicara pada Putri Yuri.


"Teruslah seperti itu sampai aku sendiri yang memintamu untuk bangkit." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tegas.


Putri Yuri nampak tersentak saat mendengar ucapan dari Pangeran Kichiro, Putri Yuri dibuat bingung dengan sikap dari Pangeran Kichiro, dia hanyalah melakukan kesalahan kecil namun mengapa Pangeran begitu sangat kasar terhadap dirinya.


"Dan satu hal lagi Putri Yuri, aku peringatkan kepada dirimu untuk tidak menganggu Pelayan Yuan, dia bukanlah pelayanmu tetapi dia milik Putri Hanna, hanya dia yang pantas memerintah Yuan, dan tanpa seizin dariku kau tidak boleh sedikitpun mengusik dirinya, atau kau akan tau akibat dari membantah diriku!" Ucap, Pangeran Kichiro dengan tegas.


Putri Yuri yang mendengar hal itu dibuat terbelalak ternyata gadis pelayan itu telah mengadu pada Pangeran Kichiro tentang perlakuannya, Putri Yuri nampak kesal terhadap Yuan, ternyata dia sungguh sangat berani berkata yang tidak-tidak kepada Pangeran Kichiro.


"Saya tidak melakukan hal buruk terhadap Pelayan dari Putri Hanna itu, tetapi dialah yang mengusik diriku Pangeran, dia dengan tiba-tiba datang kepada diriku dan ingin mencelakai wajahku dengan tangannya, karena saya hanya ingin membela diri tampa sengaja saya menampar wajahnya, Pangeran percayalah itu bukanlah kesalahan saya, saya mohon kepada diri anda untuk mempercayai saya, saya tengah minta keadilan pada diri anda Pangeran." Ucap, Putri Yuri dengan mengepalkan kedua tangannya.


Pangeran Kichiro yang masih membelakangi tubuh Putri Yuri kemudian tersenyum sinis sambil memandang ke arah langit yang nampak cerah.


"Oh jadi seperti itu, jika Putri menginginkan sebuah keadilan maka saya akan memberikannya." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tegas.


Putri Yuri nampak terkejut saat mendengar ucapan dari Pangeran Kichiro yang sebenarnya tengah mengisyaratkan sesuatu terhadap Putri Yuri, dengan segera Putri Yuri menundukkan kepalanya sambil memohon maaf pada Pangeran Kichiro berulang kali.


"Maaf Pangeran, saya mengaku salah, saya tidak berani melawan anda, saya mohon kepada anda agar mau memaafkan kesalahan saya ini." Ucap, Putri Yuri dengan perasaan takut.