
"Nyaman itu sudah bisa di katakan takut kehilangan." Ucap Norr.
"Heyy kau pandai sekali berbicara, memang kau sudah pernah merasakan kenyamanan?" ucap Hanna.
"Hmm, tentu saja aku sangat nyaman berteman denganmu." Ucap Norr sambil tersenyum.
"Apakah benar?" ucap Hanna.
"Iya, saat majikanku yang lain memperlakukanku seperti hewan peliharaan biasa, tapi saat bertemu dengan mu aku seperti temanmu, kau berbagi rasa padaku, Hanna kumohon jangan pernah kembali." Ucap Norr.
"Heh siapa kau berani menyuruh-nyuruh aku ?! Aku juga menganggap mu seperti hewan peliharaan biasa, kau terlalu banyak berfikir." Ucap Hanna.
"Ucapanmu dengan hatimu memang berbeda, apakah kau sangat takut telihat lemah saat berkata jujur?" ucap Norr.
"Hahaha, Norr aku malah baru pertama kali ini bergantung pada seseorang, kau tau kita bisa jadi sahabat." Ucap Hanna.
"Hanna kita sudah sangat jauh dari istana, sebenarnya kau ini ingin kemana?" ucap Norr.
"Tidak tau." Ucap Hanna.
"Aku serius, hey." Ucap Norr.
"Hahaha, aku ingin kesebuah tempat yang ada airnya." Ucap Hanna.
"Kau ingin ke pantai?" ucap Norr.
"Memang di tempat ini ada pantainya?" tanya Hanna.
"Jelas lah kau fikir disini hanya ada hutan, pasar, dan istana saja?" Ucap Norr.
"Ya kalau dulu aku pernah baca di komik-komik gitu ya gak jauh-jauh dari tempat itu." Ucap Hanna.
"Hey ini bukan cerita komik." Ucap Norr.
"Kalau begitu aku buat cerita novel aja gimana, terus nanti namamu itu akan dikenal?" ucap Hanna.
"Aku tidak mau." Ucap Norr.
"Kenapa?" tanya Hanna.
"Aku kan sudah bilang kau tetap disini tidak akan pernah kembali ke negara mu itu! Jadi kuburlah mimpimu itu sedalam-dalamnya." Ucap Norr.
"Mengubur mimpi? Aku bahkan tidak memilikinya." Ucap Hanna.
"Kau yakin?" ucap Norr.
"Iya, saat seseorang memimpikan sesuatu, menjadi sesuatu tapi aku tidak ingin menjadi apapun, aku tetap lah aku, yang aku mau hanya melihat semua orang bahagia dalam hidup nya entah itu keluarga atau di kalangan masyarakat." Ucap Hanna.
"Itu di sebut juga dengan mimpi Hanna." Ucap Norr.
"ya hanya mimpi sederhana." Ucap Hanna.
"Hanna sebentar lagi kita akan sampai." Ucap Norr.
"Oh ya?" Ucap Hanna.
Norr mendaratkan diri di tepi pantai.
Hanna menginjakkan kaki di pasir putih kemudian dia berjalan menuju pantai.
"Hanna hati-hati." Ucap Norr.
"Oke." Ucap Hanna.
Hanna melihat sekeliling.
"Hanna bernyanyi lah seperti waktu itu, suaramu sangat indah." Ucap Nore.
"Tidak akan!" ucap Hanna kesal.
"Mengapa?" Ucap Norr.
"Karna suaraku ini terlalu merdu jadi kau tidak pantas mendengarnya." Ucap Hanna.
Hanna segera menoleh kebelakang dan menatap Norr.
"Tapi aku sudah pernah mendengarnya sekali." Ucap Hanna.
"Anggap saja itu hanya sebuah keberuntunganmu." Ucap Hanna.
"Ayo lah Hanna." Ucap Norr.
"Jadi kau memaksaku?" ucap Hanna.
"Benar kau bilang kita sahabat." Ucap Norr.
"Kau sekarang sangat berani sekali ya." Ucap Hanna.
"Kapan aku pernah takut padamu." Ucap Norr.
Hanna menutup kedua matanya dan menghirup udara segar nan dingin menembus tulangnya itu."
Dalam fikir Hanna "Hah hidup seperti mimpi, terlepas dari penderitaan sehari, ditemani mereka yang bersamaku seperti keluarga, mereka bukanlah manusia namun kesetiaan nya melebihi manusia, saat manusia berkata ia bisa berhianat, namun hewan yang biasa yang kedudukannya di bawah manusia, dia bisa setia bahkan aku pernah melihat seekor ****** yang menyayangi tuannya."
PESAN DARI HANNA
Jika hari ini kau tidak bahagia, semua yang kau alami adalah kekacauan, fikirkan lah kau tidak sendiri, banyak orang diluar sana yang menginginkan hidup sepertimu karna hidup mereka jauh menderita dari dirimu."
" Jadi syukuri lah "