
Di depan istana
Hanna berjalan menuju kamar nya sambil menatap setangkai mawar hanna memasuki kamar.
Dia berjalan menuju meja rias dan meletakkan setangkai mawar itu ke dalam gelas kaca.
Hanna membuka kaca jendela dengan lebar , dia menatap pangeran aska yang berada di luar istana.
"Hmm, beberapa hari ini dia sudah tidak mengganggu ku lagi , bagus lah rasa nya ingin ku cabik mulut busuk nya itu." Ucap hanna.
Tak lama pangeran aska menatap hanna yang berada di kamar nya.
Lelaki itu tersenyum menatap hanna , hanna memperhatikan ke dua mata pria itu , kemudian dia mengalihkan pandangan nya.
"Hmh, aska apa kau begitu sangat menderita?." gumam hanna.
Tak lama kichiro memasuki kamar hanna.
dia mengelus rambut istri nya dengan lembut , hanna yang terkejut segera menghindar dan membalikkan tubuh.
Dia melihat kichiro yang berada di dalam kamar nya "Ada apa?." Tanya hanna sambil menatap kichiro.
"Aku akan pergi berburu , apa kau akan baik baik saja aku tinggal sendiri lagi?." Ucap kichiro khawatir.
"Aku selalu baik baik saja bukan tanpa mu , kau fikir aku ini seorang anak kecil, kau tenang saja aku tidak akan melarang mu untuk pergi." Ucap hanna.
"Hmm ,mungkin aku akan pergi beberapa hari ini." Ucap kichiro.
"Oh , kau tenang aja aku tidak akan merindukan mu." Ucap hanna santai.
"tapi aku sangat yakin jika nanti aku akan merindukan mu , sangat." Ucap kichiro sambil mendekatkan wajah nya pada telinga hanna.
Hanna hanya tersenyum menatap kichiro yang kembali menatap nya.
"Hmm baiklah, sebaik nya aku mengantar mu ke luar bukan , mari." Ucap hanna mempersilahkan kichiro.
Hanna dan kichiro berjalan menuju halaman istana , mereka menatap ayah , ibu dan para pangeran sudah berada di sana.
Hanna menatap kichiro "Hati hati ya." Ucap nya sambil tersenyum.
"Kau juga ya." Ucap kichiro sambil mendekatkan wajah nya dan menyentuh kening hanna.
"Hmm, iya." Ucap hanna sambil tersenyum.
Pangeran aska sangat cemburu melihat pemandangan seperti itu.
"Jika saja kaka ke tiga ini bukan istri mu , pasti lah aku yang akan bersanding dengan nya." Dalam benak aska.
Permaisuri jian hanya bisa memalingkan wajah , dia merasa sangat takut jika rahasia nya di ketahui oleh keluarga nya.
Hanna menatap kichiro dan yang lain nya saat keluar dari istana.
Hanna melirik permaisuri jian yang berlagak sangat aneh.
"Hmm, apakah ibunda sangat takut jika nanti aku akan melenyapkan anda." Ucap hanna dengan tatapan dingin.
Kirana dan bunda jian menatap hanna.
"Apa maksud mu hanna?!." Ucap permaisuri jian.
"Hmm, bukan kah waktu itu anda sangat ingin melenyapkan saya? lalu mengapa sekarang tidak mencoba nya lagi? oh , apakah anda sudah tidak sanggup untuk melakukan itu? , jadi seharusnya ini giliran saya ya ,untuk membalas perbuatan anda di waktu itu." Ucap hanna dengan senyum sinis nya.
Kirana segera melirik permaisuri jian "Aduh duh ibunda ,jika saya menjadi anda pastilah akan segera mengakhiri hidup saja , karena jika terus bertahan itu hanya akan sia sia , cepat atau lambat anda juga akan lenyap." Ucap kirana.
"Ki kirana kau juga berniat untuk membunuh ku?! , jadi selama ini kalian bekerjasama untuk menghancurkan ku." Ucap permaisuri jian dengan terkejut.
Sambil berjalan mundur permaisuri jian mengancam hanna dan kirana.
"Kalian yang akan mati , niat buruk kalian akan aku adukan pada suami ku." Ucap permaisuri jian ketakutan.
"Hm, jika anda sampai berani mengatakan itu pada kaisar atau siapapun , aku bisa membunuh mu sekarang juga jian!." Ucap Hanna sambil mendekati permaisuri jian.