Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
162


Tak lama kemudian Kichiro pun menatap kearah Haruka dia memperhatikan raut wajah Haruka yang seketika berubah, iya. Dia masih dingin namun Kichiro seperti merasakan sebuah rasa yang pernah ia temui dahulu.


"Hm, Nona jadi siapakah nama anda? Dari mana asal anda? Dan apa tujuan anda datang kemari?" ucap Norr dengan raut wajah curiga.


Kemudian, Haruka menatap wajah Kichiro, tak lama ia pun menjawab tanya pria itu.


"Nama saya Haruka Inawa, saya hanya seorang pengembara, yang tengah memperdalam sebuah ilmu dari berbagai negeri saja, hmm, jika kau bertanya asalku ini dari mana, maka aku tidak bisa menjawabnya." Ucap Haruka dengan tegas.


Pangeran Kichiro semakin merasa curiga, bukan hanya dia tetapi seluruh penduduk desa juga menatap tajam kearah Haruka, dengan sebuah nama yang aneh, juga kedatangan Haruka yang membuat tempat itu menjadi gaduh. Timbul rasa curiga terhadap dirinya.


Haruka memperhatikan sekeliling, dia menatap setiap penduduk yang seperti tengah bersiap untuk menyantapnya, tatapan mereka sungguh menunjukkan kewaspadaan yang luar biasa. Ia, Haruka sadar hal itu akan terjadi.


"Huft, baiklah tidak perlu tegang begitu melihatku, aku bukanlah seorang penjahat. Aku berasal dari sebuah tempat yang amat jauh, tetapi kalian sering melihatnya setiap hari." Ucap Haruka dengan raut waja serius.


Putri Yuri, dan Pangeran nampak terkejut dengan jawaban yang Haruka berikan. Denga cepat Putri Yuri segera berbicara kepada Haruka.


"Apa maksudmu! Jangan pikir aku akan perduli dengan ucapanmu yang penuh dengan tanda tanya itu!" bentak Putri Yuri.


"Nona Haruka, jika anda terus mempersulit keadaan, jangan salahkan saya yang akan membawa anda ke Istana Yu untuk dipenjara!" ucap Pangeran Kichiro dengan tegas.


"Hmm, Pangeran sungguh anda ini sangatlah lucu, anda tidaklah tau siapa saya. Jika anda adalah seorang pemimpin yang cerdas, seharusnya anda dapat mengerti maksud dari ucapan saya!" ucap Haruka dengan tegas.


Tak lama Kichiro terdiam saat memperhatikan raut wajah Haruka.


"Hmm. Apa maksudnya, dia berkata asalnya dari sebuah tempat yang amat jauh, namun sebenarnya dapat dilihat setiap hari, tempat macam apa itu?!" dalam benak Pangeran Kichiro.


"Mungkinkah dia....?!" dalam benak Pangeran Kichiro.


Haruka kemudian menatap wajah Pangeran yang memperhatikannya dengan tajam.


"Lalu, dengan siapa Nona Haruka kemari?" tanya Kichiro dengan pandangan yang nampak lembut.


Haruka sedikit terkejut saat melihat ekspresi yang diberikan Pangeran kepadanya. Putri Yuri dan para penduduk juga ikut terkejut saat Pangeran tidak mempermasalahkan asal Haruka yang tidaklah jelas itu.


"Aku kemari bersama dengan kedua kakaku." Ucap Haruka dengan tegas.


"Dimana mereka?" tanya Pangeran dengan tegas.


Haruka kemudian melirik kearah Norr, dan Kirana yang tengah berada dibalik kerumunan warga. Norr yang melihat pandangan Haruka kemudian dia segera berjalan untuk menghapiri Haruka, dan juga Pangeran.


"Kami disini, Pangeran." Ucap Norr yang segera berjalan melewati para penduduk desa.


Para warga yang melihatnya nampak terkejut, dan juga kagum. Raut wajah Norr terlihat sangatlah tampan, dan memiliki kewibawaan, seperti seorang yang berasal dari kedudukan yang tinggi dan mulia.


Tak lama kemudian, Pangeran Kichiro segera menoleh kearah belakang. Kemudian dia melihat serang pria yang tengah menggandeng seorang wanita dengan wajah yang bertutupkan topeng.


Ditengah-tengah kerumunan warga nampak seorang pria dengan memakai penutup kepala, memandang kearah Haruka dengan tatapan tajamnya. Pakaian dari pria itu serba hitam.


"Hm, akhirnya aku menemukanmu!" dalam benaknya, kemudian dia segera berbalik dan berjalan keluar dari kerumunan warga.