
Kemudian Permaisuri Jian mengambil sebuah kendi dan dua cangkir yang berada di ke dua tangan nya. Hanna memperhatikan Permaisuri Jian yang tengah menggenggam candi dan cangkir itu. Dia meletakkan nya di atas meja yang melingkar di hadapan Hanna.
Permaisuri Jian kemudian duduk di samping Hanna. dan menuangkan air yang berada di dalam kendi ke dalam gelas.
"Tentu saja, aku mengundang mu kemari ada hal yang sangat penting ingin ku katakan padamu, Namun sebelum itu minum lah dulu." Ucap Permaisuri Jian.
Hanna memperhatikan Permaisuri Jian yang tengah menggenggam cangkir yang berisi kan air di dalam nya.
"Hm, itu sangat lah tidak sopan bukan jika saya yang meminum terlebih dahulu, anda sebagai Ibunda yang saya cintai silahkan untuk meminum terlebih dahulu." Ucap Hanna dengan lembut.
"Hm, kau pikir aku sebodoh itu! Aku sangatlah yakin kau telah mencampurkan sesuatu ke dalam minuman itu." Dalam benak Hanna.
Permaisuri Jian terkejut mendengar ucapan Hanna yang meminta nya untuk meminum air itu terlebih dahulu.
"Baiklah, aku akan meminum nya." Ucap Permaisuri Jian dengan kaku.
"Huh, susah sekali mengelabuhi bocah ini! Sial." Dalam benak Permaisuri Jian yang kesal.
Segeralah Permaisuri mengambil cangkir itu dan meminta Hanna untuk meminum nya juga.
"Baiklah, aku akan meminum nya terlebih dahulu. Setelah itu kau harus meminum nya juga." Ucap Permaisuri Jian yang menggenggam Cangkir berisikan air di dalam nya.
Dengan segera Permairusi jian meminum air itu Hanna memperhatikan Permaisuri Jian yang tengah meneguk air di dalam cangkir. setelah selesai meminum nya Permaisuri Jian meletakkan kembali cangkir itu dan meminta Hanna untuk meminum air yang sudah dia sediakan untuk nya.
"Aku sudah meminum nya sekarang kau harus meminum nya juga." Ucap Permaisuri Jian dengan tegas.
"Sudah bisa di tebak cangkir itu bermasalah." Dalam benak Hanna.
"Hmm benar sekali anda sudah meminum nya, saya tidak lah menyangka Permaisuri Jian ini sungguh penurut sekali saya meminta untuk berbuat sesuatu anda dengan cepat langsung melakukan nya. Jika dengan saya saja bersedia apalagi dengan orang lain!." Ucap Hanna dengan tegas.
Permaisuri Jian terkejut mendengar ucapan Hanna kemudian dia terbangun dari duduk nya dan membentak Hanna yang tengah berada di depan nya itu.
"Apa maksud dari ucapan mu! Kau fikir aku ini Anjing yang akan selalu menuruti perintah siapapun?!." Ucap Permaisuri Jian dengan sangat kesal.
Hanna memperhatikan Permaisuri Jian dengan tatapan dingin nya. Kemudian dia segera bangun dari duduk nya dan segera menjawab ucapan dari Permaisuri Jian.
"Hah saya tidak pernah berkata bahwa anda itu seekor Anjing, tetapi bisa di lihat bukan anda sendiri mengakui nya dan anda terlihat wanita yang tidak pantas jika dikatakan sebagai Seorang Permaisuri. Hari ini anda telah menunjukkan nya kepada saya bahwa anda lebih pantas jika di sebut sebagai budak yang mau-mau nya disuruh oleh organ yang pangkat nya lebih rendah daripada anda!." Ucap Hanna dengan tegas.
"Kau beraninya berkata begitu terhadap diriku!." Ucap Permaisuri Jian dengan mengangkat tangan kanan nya untuk memukul wajah Hanna.
Hanna yang melihat nya segera menggenggam tangan Permaisuri Jian dengan sangat erat dan membuat pergelangan tangan nya terasa sangat sakit.
"Orang bodoh selamanya tidak akan pernah berhasil, melainkan dia akan hancur dengan perlahan karena perbuatannya sendiri!." Ucap Hanna dengan tatapan dingin.
Permaisuri Jian Merasakan sakit pada pergelangan tangan nya dia melihat wajah Hanna dengan perasaan takut. Raut wajah nya berubah menjadi sangat mengerikan seperti ingin membunuh seseorang.
"Lepaskan tangan ku! Cepat atau lambat semua akan terbongkar Hanna." Ucap Permaisuri Jian dengan Terus mencoba untuk melepaskan genggaman Hanna yang sangat kuat.
"Hm, Berharap saja semua tidak akan terungkap dengan cepat! Jika itu terjadi Kematian menunggu keluarga mu!." Ucap Hanna dengan tatapan benci.