Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
51


Istana Lin


Amuya mendatangi Ibunya Ayunian, gadis itu menceritakan tentang kematian adiknya yang di bunuh oleh Hanna.


Amuya segera berjalan memasuki Istana Lin.


"Bunda kau dimana?.


ucap Amuya sambil menangis tersedu."


Ayunian yang berada di kamar mendengar suara teriakan anaknya, segera ia keluar dan menemui putrinya.


"Amuya ?! Ada apa mengapa kau datang kemari dengan wajah menangis seperti ini? Apa yang sudah terjadi?" ucap Ayunian dengan terkejut.


Amuya berjalan dan memeluk Ibundanya.


"Bunda.... Zofan Bunda..." Ucap Amuya dengan menangis.


Ayunian segera memeluk putrinya.


Ayunian nampak panik. "ada apa dengannya?"


Amuya berbicara dalam hati. "Tamatlah kau Hanna." Sambil tersenyum licik.


"Zofan mati di bunuh oleh Hanna." Ucap Amuya.


Seketika Permaisuri Ayunian terkejut mendengar kesaksian anaknya itu.


"Apa?! Bagaimana bisa ?" ucap Permaisuri dengan terkejut.


"Iya ternyata Hanna itu memiliki ilmu hitam bunda." Ucap Amuya dengan serius.


"Apa! Dia menganut ilmu hitam! dasar gadis tercela! Beraninya dia membunuh putriku! Dia benar-benar sudah bosan hidup." Ucap Ayunian dengan marah.


"Bunda sebaiknya berita ini kita beritahukan kepada ayah, aku yakin Hanna akan mendapatkan hukuman setelah ayah tau." Ucap Amuya kepada Ayunian.


"Kau benar Amuya, sekarang kita pergi menghadap ayahmu." Ucap Ayunian kesal.


Permaisuri Ayunian dan amuya segera memasuki ruangan Kaisar. Kaisar yang tengah duduk dikursinya menatap.


"Ada apa ini? Mengapa kalian begitu tergesa? Dan kau Amuya mengapa kau bisa berada di sini?" ucap Kaisar dengam bingung.


"Hormat kepada ayah, semoga anda selalu panjang umur." Ucap Amuya sambil memberikan hormat.


"Ada apa?" tanya Kaisar Lin dengan wajah bingung.


"Ayah anakmu ini ingin memberitahukan bahwa Putri Hanna tidak lah pantas menjadi adikku." Ucap Amuya dengan kesal.


"Apa maksudmu?! Mengapa kau berbicara begitu ?" Ucap Kaisar terkejut bingung.


"Suamiku hari ini Zofan putri kita telah di bunuh oleh Hanna, siapa sangka gadis lugu itu ternyata memiliki ilmu hitam." Ucap Ayunian dengan sedih.


Benar ayah bahkan dia rela membunuh kakanya sendiri, aku tidak sudi memiliki adik seorang pembunuh." Ucap Amuya kesal.


"Mengapa bisa beginH? hanna bukan lah gadis seperti itu, dia adalah gadis baik aku tidak pernah tau dia memiliki ilmu hitam??" ucap Kaisar bingung.


"Suamiku aku juga awalnya tidak mempercayai Amuya, tapi mustahil jika amuya berkata bohong, kau harus segera menghukumnya, aku mohon tegakkan lah keadilan." Ucap Ayunian.


Kaisar lin masih tidak percaya dengan apa yang istri dan anaknya katakan, dia tidak menyangka Hanna putri yang paling disayanginya itu memiliki ilmu hitam.


"Aku ingin mendengar kesaksian dari Hanna sendiri, Amuya sekarang kau kembalilah dan sampai kan pada adikmu Hanna suruh menemui ku di Istana Lin, segera!" ucap Kaisar dengan tegas.


Amuya sangat senang dalam batinnya ini adalah point pertama untuk kemenangannya, sambil tersenyum licik dia berikir "Bagus, ayah sangat marah pada Hanna, tunggu saat nya aku akan benar-benar melenyapkanmu dari muka bumi ini Hanna!"


"Ayah saya pamit undur diri." Ucap Amuya sambil membungkukkan tubuhnya. Ayunian juga segera berpamitan juga kepada Kaisar Lin dan berjalan ke luar istana.


"Bunda hari ini adalah hari terakhir pembunuh itu." Ucap Amuya dengan senyum licik.


"Cepat bawa dia kemari, jika dia menolak paksa dia, aku sungguh sangat membenci dirinya." Ucap Ayunian tidak sabar.


"Pasti lah, bunda tenang saja aku akan membawa Hanna kemari dan sudah tak sabar ingin melihatnya lenyap dari dunia ini." Ucap Amuya.


"Hmm karna Zofan telah mati, maka kau harus bisa menjadi seorang ratu di Istana Yu, ibu mengandalkanmu." Ucap Ayunian.