Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
221


Kaisar Yu yang melihat sikap dari Pangeran Rendra yang menghentikan tindakkannya segera menatap wajah Pangeran Rendra dengan raut wajah kesalnya, dia segera membentak Pangeran Rendra yang seolah tengah menjadi pahlawan kesiangan untuk Pangeran Kichiro.


"Kau berani menghentikan diriku! Hey, Rendra! Lepaskan lenganmu ini!" Ucap, Kaisar Yu yang tengah mendorong lengan dari Pangeran Rendra yang saat itu tengah mencoba untuk menghalangi dirinya, untuk bertindak kasar terhadap Pangeran Kichiro.


Pangeran Rendra yang melihat sikap dari Kaisar Yu yang terlihat sudah sangat marah terhadap dirinya hanya terdiam, lalu dia segera melirik ke arah depan dilihatnya wajah Pangeran Kichiro, selama ini Pangeran Rendra selalu patuh terhadap Kaisar Yu, namun hidupnya selalu berada didalam sebuah sangkar bagaikan sesekor burung yang tengah dibelenggu, sedangkan Pangeran Kichiro semakin ia tumbuh dewasa semakin terlihat sikap berontaknya, namun hal itu malah membuat diri Kaisar Yu semakin ingin mengikat tubuh Pangeran Kichiro dengan sangat erat, Pangeran Rendra kini mulai mempertanyakan keberadaan mereka berdua didalam Istana itu sebagai apa? Jika seharusnya mereka disebut seorang anak, lalu mengapa sikap dari seorang lelaki yang seharusnya ia panggil dengan sebutan Ayah itu terlihat seperti orang asing.


"Ayah dahulu disaat kau berlaku semena-mena terhadap diriku aku hanya terdiam, dan aku malu terlihat lemah dihadapan adikku sendiri, aku tidak pernah bisa melindungi diriku sendiri, bagaimana bisa aku melindungi orang lain, jika kau sakiti Kichiro maka kau akan berhadapan dengan diriku!" Ucap, Pangeran Rendra dengan raut wajah dinginnya.


Kaisar Yu dibuat tersentak dengan ucapan dari Pangeran Rendra yang terdengar sangat tidaklah pantas diucapan oleh seorang Anak kepada Ayahnya sendiri. Bukan hanya Kaisar saja, namun juga Raja Age dan Putri Yuri merasa sangat terkejut dengan ucapan dari Pangeran Rendra yang begitu sangat lancang menantang ayahnya sendiri.


"Kurang ajar! Jadi kau juga sekarang sudah belajar menjadi seorang anak yang pembangkang ya?! Bagus sekali, dasar anak tidak tau diri, anak tidak tau diuntung, seharusnya pada saat itu aku tidak...." Ucap, Kaisar Yu dengan marah, kemudian dia segera tersadar, lalu dia berhenti berbicara lagi, terlihat Kaisar Yu begitu sangat gugup saat menghentikan ucapannya.


Pangeran Kichiro, Pangeran Rendra, Putri Yuri serta Raja Age nampak terkejut saat mendengar ucapan dari Kaisar Yu yang sepertinya ada suatu hal yang membuatnya membungkam kembali mulutnya.


"Seharusnya kau tidak, apa? Mengapa berhenti, katakan saja Kaisar!" Ucap, Pangeran Kichiro yang menatap wajah Kaisar Yu dengan tampang dinginnya.


Pangeran Rendra yang mendengar ucapan dari Pangeran Kichiro, kemudian dia juga segera bertanya kepada Kaisar Yu, yang saat itu terlihat sangat gugup untuk menjawab ucapan dari Pangeran Kichiro.


"Apa yang sudah Ayah sembunyikan dari kami! Apa Ayah!" Bentak Pangeran Rendra yang menatap wajah Kaisar Yu dengan kesal.


Kaisar Yu yang saat itu juga tengah tersulut emosi membuatnya membentak Pangeran Rendra dan meliriknya dengan tatapan kesal.


"Ini semua tidak ada kaitannya dengan dirimu, Rendra!" Ucap, Kaisar Yu dengan kesal.


"Lantas itu ada kaitannya dengan diriku? Benar Kaisar Yu!" Ucap, Pangeran Kichiro dengan raut wajah dinginnya.


Raja Age dan Putri Yuri yang tengah berada ditempat itu terlihat sangat antusias untuk mendengar sebuah rahasia yang belum mereka ketahui sebelumnya tentang Pangeran Kichiro, Pangeran Rendra juga Kaisar Yu. Hal itu harus mereka dengar, hal itu harus mereka ketahui.


Kaisar Yu yang merasa sangat kesal kemudian dia segera menurunkan lengannya dengan kasar, sambil membuang wajah Kaisar Yu terdiam sejenak, kemudian dia segera meminta kepada Pangeran Kichiro, dan Pangeran Rendra untuk mengikuti dirinya, masuk kedalam Ruangannya.


Kedua Pangeran itu kemudian saling menatap satu sama lain, dalam benak Pangeran Kichiro berpikir bahwa mungkin saja Pangeran Rendra ini bukanlah anak kandung dari Permaisuri Jian. Namun, itu hanya dugaan dari Pangeran Kichiro saja yang mengetahui kebenarannya hanyalah Kaisar Yu.


Tak lama kemudian mereka berdua segera mengikuti Kaisar Yu yang telah terlebih dahulu meninggalkan mereka. Putri Yuri yang terlihat sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya akan dibicarakan oleh Kaisar Yu terhadap kedua Pangeran itu, membuatnya sangat ingin mengetahui rahasia yang sudah lama disimpan oleh Kaisar Yu, Putri Yuri kemudian segera menatap ke arah penjaga Istana yang masih terdiam ditempatnya.


"Untuk apa kalian masih saja berdiri disini! Cepat pergi sana, dan ingat untuk temukan penyusup itu!" Ucap, Putri Yuri dengan perasaan kesal terhadap para penjaga Istana itu.


Para Penjaga Istana yang mendengar ucapan dari Putri Yuri, nampak terkejut kemudian mereka segera meninggalkan tempat mereka, denga perasaan takut terhadap Putri Yuri dan Raja Age.


"Baik Putri, kami mohon pamit." Ucap, salah seorang Penjaga Istana, kemudian dia segera pergi untuk meninggalkan Putri Yuri dan Raja Age.


Putri Yuri dan Raja Age yang melihat para Penjaga Istana itu akhirnya pergi, membuat Putri Yuri yang tengah berada disamping Raja Age berbicara kepada Ayahnya itu.


"Kita harus tau apa yang ingin Kaisar Yu sampaikan terhadap Pangeran Kichiro dan Pangeran Rendra, Ayah kita harus mengikuti mereka." Ucap, Putri Yuri yang segera menatap wajah Ayahnya.


Raja Age yang melihat Putri Yuri nampak antusias membuat dirinya juga ikut terpancing dengan rahasia yang disimpan oleh Kaisar Yu, terhadap anak-anaknya itu. Raja Age kemudian menatap wajah Putri Yuri yang tengah berada disampingnya itu.


"Baiklah, tapi ingat jangan ceroboh, awas jika kau merusak semuanya aku akan menghukum dirimu! Apa kau mengerti!" Ucap, Raja Age dengan raut wajah yang terlihat sangat serius dihadapan Putri Yuri.


Putri Yuri yang melihat sikap dari Ayahnya yang masih saja marah terhadap dirinya, membuat dirinya merasa sangat kesal, dan kali ini Putri Yuri akan tunjukkan kepada Ayahnya Raja Age bahwa dia pantas untuk diandalkan.


"Ayah tenang saja, Ayah cukup mempercayai diriku saja, oke." Ucap, Putri Yuri dengan tegas kepada Raja Age.


Raja Age yang melihat sikap dari Putri Yuri yang terlihat sangat serius membuatnya sedikit merasa luluh kepada Anak gadisnya itu, Raja Age kemudian segera memberikan kesempatan kedua bagi Putri Yuri untuk menguping pembicaraan dari Kaisar Yu kepada Anak-anaknya.


"Ingat untuk selalu berhati-hati, Ayah akan menunggu dirimu didalam kamar, setelah kau mengetahui rahasia dari Kaisar Yu, cepat kau beritahu kepada Ayahmu ini, awas jika kau merusak kepercayaan Ayahmu ini untuk kedua kalinya, Aku tidak akan pernah memaafkan dirimu, apa kau mengerti!" Ucap, Raja Age dengan raut wajah serius terhadap Putri Yuri.