
Kaisar Lin yang mendengar ucapan dari diri Yuan, merasa begitu sangat menyesal dan malu akan semua perbuatannya.
"Aku rasa itu tidak akan pernah mungkin terjadi, aku telah banyak mengecewakan dirinya, berhati-hatilah Yuan, didalam Hutan ini terdapat Hewan buas, senang bisa membantu dirimu." Ucap, Kaisar Lin yang sedikit menoleh ke arah Yuan.
Yuan yang melihat diri Kaisar ingin pergi meninggalkan dirinya, membuatnya merasa sangat ingin menghentikan langkahnya.
"Kaisar, saya mohon anda jangan pergi, sebenarnya saya disini sedang mencari keberadaan dari Putri Hanna dan juga Pangeran Kichiro." Ucap, Yuan dengan tegas.
Kaisar Lin yang mendengar ucapan dari diri Yuan, membuatnya merasa sangat terkejut, lalu dia dengan segera kembali menatap diri Yuan, sambil berjalan mendekat ke arah dirinya, dengan langkah dari sepasang kaki yang tidak stabil itu, Kaisar Lin mencoba untuk mendekati diri Yuan.
"Apa maksud dari ucapanmu itu? Dimana Hanna? Yuan, jawab aku?!" Ucap, Kaisar Lin yang menatap Wajah Yuan dengan raut Wajah terkejut.
Yuan yang melihat diri Kaisar yang begitu mengkhawatirkan diri Putri Hanna, membuatnya merasa sangat sedih, dan menyesal.
"Maafkan saya Kaisar, saya tidak menjaga Putri Hanna dengan baik, saya tidaklah tau saat ini dia berada dimana, maafkan saya Kaisar." Ucap, Yuan yang terus memohon ampun terhadap diri Kaisar Lin."
Kaisar yang mendengar ucapan dari Yuan dengan segera ia terdiam, lalu tak lama kemudian Kaisar Yu segera membalas perkataan dari Yuan.
"Kita harus mancarinya, dan kita harus menemukannya, meskipun aku hanya memiliki satu kaki, tetapi keselamatan Hanna segalanya bagiku." Ucap, Kaisar Lin dengan tegas.
Yuan yang mendengar ucapan dari diri Kaisar membuatnya merasa begitu sangat senang, kemudian Yuan segera menunjukkan senyum manisnya terhadap diri Kaisar.
"Baik, saya akan membantu anda Kaisar." Ucap, Yuan yang segera memapah tubuh Kaisar Lin.
Kaisar Lin yang melihat hal itu hanya tersenyum kepada diri Yuan, lalu mereka segera meninggalkan Hutan ditengah malam.
Tak terasa hari yang gelap kini berganti menjadi terang, bulan dan bintang yang menghiasi langit malam, kini mulai menghilang dengan perlahan, langit yang semula gelap, kini menjadi biru terang dengan setengah tubuh dari Matahari yang tengah memperlihatkan sinar merahnya. Pancarannya mampu memasuki celah kecil dari Rumah Kayu milik Pangeran Kichiro.
Hoam...." Ucap, Haruka yang segera terbangun dari tidurnya, terlihat ia tengah duduk disamping Pangeran Kichiro yang saat itu masih tertidur dengan sangat lelap.
"Aww! Punggungku sakit sekali." Ucap, Haruka yang segera menyentuh Punggunggnya dengan lengan kanannya itu.
Pangeran Kichiro kemudian segera membuka sepasang Matanya dengan perlahan, dilihatnya Haruka tengah duduk disampingnya itu.
"Selamat pagi." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera mengangkat lengan kirinya untuk ia letakkan pada perut Haruka. Haruka yang melihat hal tersebut segera ia memalingkan pandangannya dan menatap Wajah Pangeran Kichiro yang saat itu tengah menatap Wajahnya juga.
"Hmm." Ucap, Haruka yang menjawab perkataan dari Pangeran Kichiro.
Haruka terlihat begitu sangat malu dihadapan Pangeran Kichiro, segera ia memalingkan pandangannya tanpa berkata apapun lagi terhadap diri Pangeran.
"Pinggangku sakit sekali, mengapa kau tidak menyadarinya lebih awal Haruka, lukanya itu memang sudah pulih, dia hanya mempermainkan dirimu, aku menyesal membantumu." Dalam benak Haruka dengan perasaan kesal.
Haruka kemudian segera turun dari atas Kasur, lalu dia segera bangkit dengan perlahan, sambil menatap diri Pangeran, Haruka segera berkata.
"Aku harus kembali untuk bertemu dengan Norr, kau sudah pulihkan sekarang?" ucap, Haruka yang menatap Wajah Pangeran Kichiro.
Pangeran yang mendengar Haruka begitu sangat ingin menemui Pria lain, membuatnya merasa sangat kesal. Lalu Pangeran Kichiro segera bangun dari tidurnya sambil mengulurkan tangan kanan ia menggenggam lengan kanan Haruka.
"Kita baru berjumpa, dan kau sudah akan pergi meninggalkan diriku? Kau memang jahat, baru saja semalam kita bersama, aku tidak mengizinkan dirimu!" Ucap, Pangeran Kichiro yang menatap Wajah Haruka dengan tegas.
Haruka yang mendengar ucapan dari diri Pangeran, segera ia berbicara kembali, sambil menatap Wajah Pangeran Kichiro, dan ia mencoba untuk melepaskan genggaman dari Pangeran Kichiro.
"Aku akan tetap pergi, jadi jangan menghalangi diriku, ini balasan karena kau telah membohongi diriku!." Ucap, Haruka dengan tegas pada diri Pangeran.
Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan dari Haruka, segera ia menjawab perkataan dari Wanita itu.
"Maaf, jika semalam aku begitu kasar, dan maaf jika aku berbohong, jika aku tidak melakukan ini kau pasti tidak akan memperdulikan diriku." Ucap, Pangeran Kichiro yang terlihat kecewa.
Haruka yang mendengar perkataan dari diri Pangeran, segera ia menjawabnya dengan tegas, dan cepat.
"Kita ini sudah menikah, itu hal yang wajar, tetapi aku suka kau berbohong, kau membuat diriku khawatir." Ucap, Haruka dengan tegas pada diri Pangeran Kichiro.
Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan dari Haruka, nampak Wajah senangnya, lalu dia dengan segera bangkit dari duduknya, dan memeluk tubuh Haruka, sambil membelai rambutnya dengan sangat lembut. Haruka yang melihat hal itu dia kemudian memejamkan Matanya dengan perlahan.
"Akhirnya, aku mendapatkan hatimu juga, setelah sekian lama." Dalam benak Pangeran Kichiro dengan perasaan senang.
"Aku menyayangi dirimu." Dalam benak keduanya.
°^°^°^°^
Sedangkan diatas langit, Xiao Chen tengah berhadapan dengan Dewi alam, dan juga para Dewa lainnya. Mereka sepertinya tengah berbincang-bincang dengan sangat serius, hingga membuat suasana menjadi sangat kaku.
"Benar Dewi, saya telah menemukan Zie, dia tengah berada didunia bawah. Namun, nampaknya dia tidak ingin kembali, itu semua ulah dari seorang Pria yang telah meracuni otaknya." Ucap, Xiao Chen dengan tegas.
Dewi Alam, yang mendengar perkataan dari Xiao Chen sungguh ia merasa sangat tidak menyangka, jika putrinya Zie ternyata masih hidup. Namun, hal yang membuat dirinya merasa sangat sedih adalah saat Xiao Chen berkata bahwa Zie telah dicuci otaknya oleh seorang Pria, hingga membuatnya tidak ingin kembali pulang.
"Bawa dia kembali Xiao Chen, aku mengandalkan dirimu, jika Pria itu berusaha untuk mencegahmu bunuh saja dia." Ucap, Dewi Chang'e dengan raut Wajah tegasnya itu.
Xiao Chen yang mendengar ucapan dari Dewi Chang'e membuatnya merasa begitu sangat senang, lalu dengan segera Xiao Chen menjawab ucapan dari Dewi Chang'e.
"Bailah, jika itu sudah menjadi keputusan anda, saya tidak dapat menentangnya." Ucap, Xiao Chen dengan perasaan puas.
Segera Xiao Chen menghilang dari hadapan Dewi Chang'e. Xiao Chen yang telah kembali ke dalam Istannya itu, terlihat dia begitu sangat senang dengan kabar yang baru saja diterimanya itu.
°^°^°^°^°
Sedangkan didalam Hutan, Haruka yang masih dipeluk erat oleh diri Pangeran membuatnya segera membuka sepasang matanya yang terpejam itu, dan dengan segera ia menatap Wajah Pangeran Kichiro yang saat itu juga telah melepaskan pelukannya.
Tiba-tiba.... Cup, Pangeran Kichiro segera mengecup kening Haruka, yang membuatnya merasa sedikit terkejut, lalu Pangeran Kichiro segera merendahkan kepalanya ke arah samping kanan, untuk dapat mencium bibir Haruka, dengan perlahan bibir Haruka tersentuh oleh sesuatu yang begitu hangat, jantungnya berdegup cepat, perasaan yang tidak asing itu kembali ia rasakan. Ia bagaikan tengah tersengat listrik, yang membuat tubuhnya bergetar. Untuk kesekian kalinya Haruka telah menyerahkan dirinya pada Pria berhati lembut yang satu ini.