Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
106


Di dalam istana lin


Permaisuri jian yang tengah berada di kamar terlihat sedikit panik dia sangat takut jika semua rahasia nya akan terbongkar karena amuya.


Permaisuri jian terus memikirkan cara agar rahasia nya tetap aman dan tidak ada seorang pun yang mengetahui nya.


"Ini semua karena ayunian jika saja dia tidak menghasut ku mungkin saat ini aku tidak akan merasa cemas begini."


Muncul niat buruk nya terhadap permaisuri ayunian, dia berpikir semua adalah kesalahannya jadi apapun dan bagaimana pun dia harus mencari Ayunian dan putrinya untuk dia hancurkan.


"Ah, benar jika aku membunuhnya pasti semua masalah ini akan berakhir." Ucap, Permaisuri Jian dengan perasaan yakin.


Dia terus memandang diri nya yang berada di Dalam cermin, permaisuri jian dengan begitu saja melupakan persahabatan yang sudah mereka bangun sedari dulu.


Karena di rasa permaisuri ayunian tidak pernah menguntungkan dirinya namun selalu sebaliknya maka menurut permaisuri jian mereka bukan lah lagi seorang sahabat.


"Malam ini aku harus membunuhnya." Gumam Permaisuri Jian.


Permaisuri jian keluar dari istana dengan tergesa melalui jendela, dia segera melompat ke bawah dan bergegas pergi menemui ayunian.


Sebelum nya mereka sudah berencana untuk bertemu, ini lah kesempatan yang sudah permaisuri jian tunggu tunggu.


Setiba nya di hutan disana permaisuri ayunian sudah menunggu kedatangan sahabat nya itu.


"Maaf aku terlambat." Ucap, Permaisuri Jian.


Permaisuri ayunian yang tengah membelakangi sahabat nya itu hanya sedikit melirik nya dengan tatapan kesal.


"Jian, mengapa kau tidak membantu anak ku amuya untuk terus berada di samping kichiro?! ,apa kau lupa rahasia mu berada di tangan ku?!" Ucap, Permaisuri Ayunian dengan terkejut.


Permaisuri jian memperhatikan ayunian yang tengah membelakangi nya itu dengan kesal, dia mengepalkan kedua tangannya.


Permaisuri ayunian merasa kesal ternyata sahabat nya itu sudah berani mengancam nya, dahulu dia sangat lah penurut hal itu membuat nya merasa gentar.


"Hm, kau mulai berani untuk mengancam diriku rupanya?! Kita lihat saja siapa yang terlebih dahulu berkhianat." Ucap, Permaisuri Ayunian dengan kesal.


Permaisuri jian menatap ayunian dengan muak, sebuah kekuatan sudah terkumpul di dalam tangannya.


"Hmm, jika ada yang berkhianat maka dia yang lebih dulu harus mati!." Bentak, Permaisuri Jian


Ucapan dari permaisuri jian membuat ayunian terkejut, sehingga dia membalikkan tubuh untuk menatap sahabat nya itu.


"Hey, apa maksud dari perkataan mu itu?" ucap, Permaisuri Ayunian.


Permaisuri jian sambil menatap sahabatnya dengan kesal dan benci.


"Hmm, aku berkata sudah sangat jelas bukan?! Apa ada masalah dengan pendengaranmu, hai kawan ku?!" Ucap, Permaisuri Jian.


Permaisuri ayunian memperhatikan kawan nya itu yang terlihat sangat aneh dia memperhatikan tangan jian yang tengah mengeluarkan kekuatan nya.


"Kau tidak berfikir jika aku akan berkhianat bukan?" ucap, Permaisuri Jian yang saat itu masih menatap diri Permaisuri Ayunian.


"Hahaha, tentu saja kawan ku tersayang." Ucap, Permaisuri Ayunian dengan perasaan curiga.


Permaisuri jian menatap kesal sahabatnya yang terlihat sedikit panik karena nya.


"Ada apa? Kau tidak mempercayai sahabat mu ini?." Ucap, Permaisuri Jian.


Permaisuri Ayunian mulai mencurigai Jian akan melakukan sesuatu yang buruk terhadapnya.


"Kita bersahabat sudah sangat lama,namun jika ada yang berani berkhianat maka aku pun tidak segan membunuh mu terlebih dahulu kau dengar!." Bentak Permaisuri Ayunian.