
Hanna berjalan semakin mendekat kearah Kaisar, namun saat dia ingin melakukan penyerangan kepada ayahnya itu, terdengar suara orang yang tengah berteriak dari luar Istana. Suara itu sangatlah lantang bahkan membuat Hanna menghentikan langkahnya.
Kemudian dia menatap kearah samping kanan dan itu ternyata adalah Pangeran Aska dan para prajurit Istana Yu.
"Lama sekali!." Ucap Hanna dengan senyum sinis.
Pangeran Aska nampak terkejut dengan apa yang dilihatnya. Istana Lin terlihat kacau tidak ditemukan tanda-tanda bahwa Kaisar Lin akan melindungi Hanna.
"Apa yang sudah terjadi disini?!." Dalam benak Pangeran Aska yang penuh dengan tanya.
Tak lama tangan kanan Pangeran Aska diangkat keatas sebagai tanda untuk segera menyerang Hanna.
"Aku tidak perduli apa yang tengah terjadi disini, namun tugasku adalah membalaskan kematian Bibi Jian! Prajurit kita serang dia!." Ucap Pangeran Aska yang tengah berada dibibir gerbang Istana Lin.
Puluhan Prajurit memasuki Istana Lin dengan gaduh. Mereka saling membawa senjata tajam begitupun pangeran Aska dia sudah menyiapkan sebuah pedang kesayangannya untuk menghadapi Hanna.
Saat Kaisar Lin melihat hal itu kemudian dia dengan cepat menghindar dari pandangan Hanna untuk berjalan menghampiri Isteri dan juga anaknya. Hanna melihat kearah Kaisar Lin yang begitu sangat memperhatikan Permaisuri Ayunian dan kaka tirinya itu.
Hanna segera mengepalkan tangannya yang berada disamping pinggang perasaannya bercampur menjadi satu.
Dengan cepatnya Pangeran Aska mengeluarkan seluruh kekuatan yang dimilikinya tanpa pikir panjang dia sudah siap untuk menyerang Hanna dengan pedangnya.
"Akan kupenggal kepalamu itu! Dan akan ku pertontonkan kepada seluruh rakyatmu sungguh betapa malangnya nasibmu! Kau tidak pantas untuk hidup Hanna! Kau seorang pembunuh!." Bentak Pangeran Aska dengan perasaan marah.
"Sungguh tidak disangka aku sudah salah jatuh hati terhadap wanita iblis seperti dirimu!." Bentak Pangeran Aska.
Para prajurit yang tengah mengepung Hanna membuat hati Norr tidak terima melihat orang yang paling berarti dalam hidupnya itu terluka. Dengan cepat Norr menendang tubuh Raja Satoru dan berlari kearah Prajurit Yu dengan kekuatannya membuat tubuh beberapa Prajurit Yu terluka. Kemudian pandangan Pangeran Aska melirik kebelakang saat melihat Prajuritnya terjatuh.
Hanna yang berpikir telah mendapatkan kesempatan untuk segera menerang kemudian dia menendang perut bagian bawah Pangeran Aska dengan sangat keras. Hingga membuatnya terdorong mundur kebelakang dengan menahan rasa sakit diperutnya.
Kaisar Lin yang melihat hal itu hanya terdiam kemudian dia meminta kepada Permaisuri Ayunian yang masih dapat bertahan, untuk segera meninggalkan Istana Lin sejauh mungkin.
"Kau masih bisa bertahankan? Cepat pergi dari sini!." Ucap Kaisar Lin dengan tegas.
Permaisuri Ayunian terlihat sangat bingung apa yang telah terjadi kepada Kaisar Lin dia masih tidak menyangka Kaisar Lin lebih memilih dirinya setelah mengetahui semua penjelasaan yang Hanna berikan.
"Baik, Kaisar. Amuya cepat kita harus segera pergi dari sini." Ucap Permaisuri Ayunian yang memandang wajah Amuya.
Amuya hanya menganggukan kepala dan segera bangun dari duduknya dengan perlahan. Kemudian dia mengikuti langkah ibunya yang sudah terlebih dahulu berada didepannya itu.
Kaisar Lin memperhatikan Permaisuri dan anaknya yang tenga meninggalkan Istana secara diam-diam. Kemudian pandangannya tertuju pada Hanna yang tengah bertarung dengan sengit.
Melihat hal itu membuat Raja Satoru memiliki kesempatan untuk meninggalkan Istana Lin. Dengan merangkak seperti katak untuk melewati para Prajurit yang tengah bertarung. Raja Satoru segera keluar dari Istana Lin melalui pintu utama.
"Untuk terlihat kuat kamu hanya perlu untuk tidak memperlihatkan kelemahan dan ketakutan terbesarmu kepada orang lain, cukup tunjukkan senyum terbaikmu maka mereka akan berpikir kau baik-baik saja."