
Satu tahun kemudian ....
Wajah haru Frey dan Aluna tampak jelas begitu melihat pria yang mereka tunggu-tunggu akhirnya keluar dari bangunan besar lembaga pemasyarakatan. Di sana juga sudah ada Alvaro, Nurul, Ikram dan Nandi yang menantikan kebebasan Kriss Griffin.
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, pria itu masih tampan walau tidak terawat seperti dahulu kala. Hanya kulitnya yang semakin memutih, mungkin karena lebih banyak terkurung di dalam sel tahanan.
Kriss langsung memeluk Frey bergantian dengan Aluna. Ia begitu lega dan sangat bersyukur akhirnya hari pembebasan itu tiba, hari di mana ia bisa kemanapun tanpa terikat akan rantai penjara. Hari di mana ia bisa kembali berkumpul dengan anak yang ia tinggalkan masih berusia tiga tahun dan kini bertemu dengannya sudah memiliki seorang anak dan juga istri yang cantik.
"Selamat datang di hari kebebasan Pi, I miss you so much," ucap lirih Frey yang memeluk Kriss dengan begitu erat.
Kriss mencium seluruh wajah Frey bertubi-tubi. Kerinduan terhadap balita yang dulu ia tinggalkan bersama sahabatnya kini menjelma menjadi seorang pria yang sudah berstatus sebagai seorang ayah. Ia memang beberapa kali bertemu dengan Frey, akan tetapi rasanya kali ini berbeda. Dulu ia hanya bisa memandang anaknya dalam beberapa menit saja lalu mereka terpisahkan.
Kini Kriss bisa merasakan kebebasan memeluk dan memiliki anaknya kembali. Tinggal bersama dan merangkai cerita yang tidak sempat mereka lakukan semasa Frey kecil hingga remaja. Kriss akan memberikan semua kasih sayang itu pada keluarga kecil anaknya. Tidak akan ia biarkan tercerai berai.
Begitu banyak waktu yang terlewati dan anaknya bertumbuh di rumah sahabatnya yang dulu ingin ia hancurkan kehidupannya karena ia dan keluarganya di bawah Brandon Elard. Ingin membalas dendam tapi orang itu kini sudah tiada.
"Papi juga sangat merindukan kamu, Nak," balas Kriss kemudian ia kembali membawa Frey ke dalam dekapannya.
'Terima kasih Tuhan karena masih memberikanku kesempatan untuk kembali bersatu dengan anak yang aku tinggalkan di usianya yang masih begitu kecil. Akan aku curahkan seluruh cinta dan kasih sayangku untuknya dan kutebus waktu yang terlah terbuang begitu lama. Terima kasih juga karena telah memberikan seorang cucu yang sangat cantik dan juga menantu yang sempurna. Terima kasih Tuhan, terima kasih.'
Kriss kemudian beralih pada Aluna, putri mahkota milik Alvaro Genta Prayoga yang sudah mau mencintai anaknya, anak dari seorang narapidana dengan sepenuh hati. Ia memeluknya dengan erat.
"Terima kasih karena Aluna sudah mau menerima Frey sebagai suami. Semoga hubungan kalian selalu bahagia sampai akhir hayat. Terima kasih juga karena mau menerima papi sebagai mertua kamu," ucap Kriss setelah ia melepaskan pelukannya dari Aluna.
"Papi jangan ngomong kayak gitu, yang lalu biarlah berlalu dan mari kita menyongsong hidup baru yang lebih baik lagi. Kita semua tahu apa alasan Papi berada di balik jeruji besi. Mulai sekarang Papi harus bahagia," ucap Aluna kemudian sekali lagi Kriss memeluknya hingga dehaman keras dari Frey membuat Kriss melepaskam pelukannya.
"Ck! Sangat posesif," cibir Kriss namun Frey tidak peduli.
Kriss kemudian beralih pada sahabatnya yang sedari tadi menunggu. Ia melihat di gendongan Nurul ada cucunya yang terlihat terlihat sedang asyik berceloteh. Eleanor yang hampir menginjak usia dua tahun itu memang semakin aktif.
Mata Kriss berkaca-kaca melihat sahabatnya yang menunggu hari kebebasannya dengan suka cita. Ia pun segera menghambur memeluk mereka. Empat sekawan yang pada masanya pernah menjadi pria most wanted dan juga partner in crime itu kembali berkumpul.
"Akhirnya lu bebas Bro," teriak Nandi yang paling bahagia.
"Setelah ini mari kita melakukan kegilaan lagi," timpal Alvaro yang langsung mendapat tatapan tajam dari Nurul.
Ikram sendiri menepuk pundak Kriss, ia bingung hendak berkata apa tetapi ia langsung memeluknya erat dan langsung menumpahkan air matanya.
Kriss mengamini semua ucapan sahabatnya ini. Ia kemudian mengambil alih Eleanor dari gendongan Nurul.
"Cucu cantik kakek ...," lirih Kriss kemudian ia mencium penuh sayang wajah gembul menggemaskan cucunya itu.
Mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah dan kini tujuan mereka menuju ke kediaman Frey dan Aluna. Mereka memang sudah memutuskan untuk tinggal terpisah dan menempati rumah keluarga Griffin. Di sana juga Frey menyediakan dua asisten untuk membantu Aluna mengurus Eleanor dan juga mereka memang sengaja pindah ke rumah itu sebab mengetahui Kriss akan bebas dari penjara dan mereka akan tinggal bersama.
Di dalam mobil yang dikemudikan oleh Frey, Kriss meminta untuk diantar ke makam Miranda. Ia begitu merindukan istrinya yang tidak sempat ia lihat saat pemakamannya. Aluna pun setuju dan mereka pun menuju ke makan Miranda diikuti oleh mobil milik Alvaro dan Ikram di mana ada Nandi yang ikut bersamanya.
....
Kehidupan berliku-liku sejak mereka menjadikan seorang gadis panti asuhan yang bernama Nurul Aina sebagai bahan taruhan akhirnya mengubah jalan takdir kehidupan mereka terutama Alvaro Genta Prayoga yang akhirnya menyadari cintanya setelah ia kehilangan.
Perjuangan yang tidak gampang serta waktu yang tidak sebentar yang keduanya lalui dalam pesakitan akhirnya berbuah manis. Mereka akhirnya bersatu walau banyak drama kehidupan yang harus mereka lalui.
Rasa cinta yang begitu besar kadang disadari ketika seseorang itu telah lepas dari genggaman. Tidak mudah untuk meraih sesuatu yang telah lepas kecuali harus siap berdarah-darah.
Ibarat melepaskan sebuah gelas kaca begitu saja hingga jatuh di lantai dan hancur. Untuk mengambil pecahannya dan menyatukannya kembali menjadi seperti semula itu tidaklah mudah. Jari mungkin akan terkena pecahannya dan akan berdarah. Seperti yang terjadi pada perjuangan Alvaro untuk mendapatkan Nurul Aina, ia harus melewati banyak rintangan. Mendapatkan kembali hati Nurul yang hampir diambil oleh Daniyal Axelle Farezta, ia yang harus meluluhkan hati kakak iparnya Danish Ganendra Emrick dan akhirnya setelah semua pesakitan itu, mereka mendapatkan kebahagiaan.
Hidup tidak akan pernah lepas dari masalah. Tidak ada yang tidak akan mendapatkan masalah baik masalah besar ataupun masalah kecil, tetapi jika kita memiliki orang-orang terdekat yang bisa diajak untuk berbagi beban, maka semua akan terasa lebih mudah untuk diselesaikan.
Memendam masalah tidak akan membuat masalah itu diam di tempat. Seperti Kriss Griffin yang memilih menyimpan masalahnya hingga akhirnya ia yang harus menanggung ledakan masalah itu sendiri.
No pain no gain ...
Semua akan indah pada waktunya.
Akhir kata dari author, terima kasih karena sudah membaca cerita ini dari awal hingga tuntas. Rasanya sulit melepas kisah Alvaro-Aina berakhir karena dukungan kalian semua yang setiap saat membuatku semangat.
Terima kasih semua karena sudah menemani sampai hari ini, tanpa kalian kisah ini tidak akan sampai sejauh ini. Kalian adalah semangatku dan aku pun tidak bisa menjabarkan rasa syukurku karena kehadiran kalian semua. Terharu aku yang remahan ini bisa membuat Alvaro masuk novel top, pilihan editor dan masuk di sosmed Noveltoon. Semua berkat kalian, I love you all. Saranghaeyo 💜💜💜
Untuk kisah Naufal akan ada masanya dan yang menanti kisah Rey, nanti akan dibuat. Sekarang aku fokus ke Lea-Leon dulu ya 😄😄
....................END..................