
Aluna berlari mencari keberadaan Frey namun ia lupa jika suaminya itu sedang berada di restoran saat ini. Aluna lalu menghubunginya ketika ia sudah berada di dalam kamar karena ia tidak ingin masalah ini sampai didengar oleh orang tuanya. Sudah cukup masalah Brandon dan juga Bastian yang mengganggu kenyamanan keluarganya, tidak dengan masalah cinta segitiganya di sekolah.
"Frey angkat dongm ...," gumam Aluna sambil mondar-mandir.
Sebenarnya saat ini Frey masih melangsungkan meeting bersama salah satu kliennya yang berniat berinvestasi di kafe baru miliknya ini. Berapa hari yang lalu Frey baru saja membuka cabang kafe baru yang berada di dekat kampus. Ia sengaja mengambil tempat ini karena merasa lebih strategis dimana ada kampus dan juga sekolah yang berdekatan.
Ponsel Frey yang sedang mode silent itu terus berkedip-kedip, namun tidak dihiraukan oleh Frey karena ia sendiri tidak mengetahui ada panggilan masuk dari istri tercinta. Masuk ke dunia bisnis dan berhasil meraih kesuksesan dalam waktu singkat membuatnya menjadi seseorang yang tergila-gila akan pekerjaan.
Resepsi pernikahan mereka yang semakin dekat justru semakin membuat Frey sibuk dengan pekerjaannya. Salah satu kliennya saat ini adalah anak dari pengusaha kuliner yang datang dari kota berbeda. Ayah dari wanita ini sudah menjalin kerjasama dengan tuan Ruri Griffin sebelumnya sehingga kali ini anaknya lah yang akan menggantikannya.
"Mohon maaf Tuan Griffin, tetapi menurut saya kita bisa menyamakan menunya saja dari kafe Anda yang lain. Dan ketika tempat ini sudah mulai digandrungi oleh para pelanggan, maka kita bisa mempromosikan menu baru kepada mereka dan meminta mereka untuk mencobanya, serta kita bisa mengambil penilaian dari mereka apakah menu baru tersebut layak untuk kita pasarkan atau tidak."
Usul dari Jessica tersebut membuat Frey mengangguk-anggukkan kepalanya. "Menarik! Saya rasa apa yang Anda katakan barusan memang ada benarnya. Ya sudah, jika begitu kita akan mulai membuka kafe tersebut di awal semester baru yang akan berlangsung sebulan lagi," ucap Frey menyetujui usul dari Jessica.
Keduanya pun saling berjabat tangan diiringi senyuman yang begitu manis dari Jessica tentu saja, sedangkan pret terlihat datar-datar saja. Frey pun langsung menarik tangannya hingga membuat Jessica salah tingkah. Frey bisa membaca gelagat wanita yang ada di hadapannya ini, ada binar-binar ketertarikan dari matanya dan hal tersebut membuat Frey merasa terganggu.
Walau bagaimanapun Frey hanya mencintai Aluna. Sejak ia masih kanak-kanak hingga jika bisa ia akan mencintainya untuk selamanya. Dengan prinsipnya yang seperti itu, ia merasa bisa menghalau segala godaan dari lawan jenisnya karena ia sudah menambatkan hatinya pada sang istri tercinta seutuhnya.
"Oh ya Tuan Griffin, nanti malam saya akan mengadakan acara sebagai peresmian Kafe baru milik saya yang berada di daerah A. Jika sempat, maka datanglah. Saya akan sangat senang jika Anda meluangkan waktu untuk datang ke acara saya," ucap Jessica dengan penuh harap.
"Mohon maaf nona Jessica, saya tidak bisa meluangkan waktu saya di malam hari karena ada istri saya yang menunggu di rumah. Jika sudah tidak ada urusan lain, saya permisi dulu," ucap Frey kemudian ia mengambil tasnya dan bergegas pergi dari hadapan Jessica.
"What? Istri? Frey Abirsham Griffin sudah menikah? Tapi ... yang aku tahu dia baru saja lulus SMA. Lalu bagaimana bisa dia sudah menikah? Ah tidak–tidak ... aku bahkan sudah jatuh cinta pada pandangan pertama padanya, bagaimana mungkin aku langsung kalah secepat ini dengan seseorang yang sudah berstatus sebagai istrinya? Tapi apakah itu benar?"
....
Kepulangan Frey ke rumah disambut oleh seluruh keluarganya yang memang sudah sangat ramai di kediaman Prayoga. Frey mencium punggung tangan satu persatu orang tua yang berada di sana lalu ia berpamitan ke kamar untuk mencari Aluna, karena ia sudah melihat ada begitu banyak panggilan tak terjawab dari istrinya tersebut. Ia yakin sekali Aluna saat ini pasti sedang merajuk padanya.
Bunyi pintu yang dibuka mengalihkan perhatian Aluna yang sejak tadi sedang mengerjakan rajutannya. For your information, setelah selesai ujian Aluna mendadak memiliki hobi membuat rajutan dan ia mempelajarinya dengan sangat cepat. Jadi ketika Frey pergi untuk bekerja, Aluna menghabiskan waktunya dengan membuat berbagai kerajinan dari benang wol tersebut.
Aluna hanya menatap Frey sekilas. Sangat jelas ia memperlihatkan wajah tidak bersahabat pada Frey, hal tersebut justru terlihat menggemaskan di mata suaminya itu hingga Frey langsung memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi Aluna.
"Apaan sih!" keluh Aluna dengan pipi yang memerah karena malu. Walau bagaimanapun ia berusaha untuk marah pada Frey, tetapi sikap manis Frey terhadapnya selalu saja mampu meluluhkan benteng pertahanan Aluna.
Frey tertawa, ia kemudian melepaskan jasnya dan menyimpan tasnya di atas sofa yang berada di dekat Aluna. Ia lalu menarik kaki Aluna dan meletakkannya di atas pangkuannya lalu memijat-mijatnya dengan perlahan hingga membuat Aluna merasa nyaman.
"Harusnya aku yang ngelakuin ini sama kamu, 'kan kamu seharian kerja. Masa justru ketika pulang aku yang dipijat, aneh banget sih suami aku," ucap Aluna, ia kemudian melepaskan rajutannya dan menatap suaminya itu dengan penuh kerinduan.
"Katanya wanita yang sedang hamil itu lebih gampang kelelahan, tubuhnya lebih sering pegal-pegal. Jadi aku ingin memanjakan istriku. Bukankah sudah selalu seperti ini?" ujar Frey yang membuat Aluna tertawa kecil.
"Suamiku yang terbaik! Semoga saja tidak ada bibit pelakor yang akan membuat rumah tangga kita menjadi berantakan. Aku takut jika itu sampai terjadi ... dan awas saja jika sampai terjadi, aku akan kabur membawa anak kita dan meminta Kim Taehyung untuk menjadi suamiku sekaligus ayah dari anak kita," ancam Aluna yang justru membuat Frey tertawa terbahak-bahak.
Aluna juga ikut tertawa, merasa lucu dengan keinginannya yang menurunkan sesuatu yang menurutnya sangat mustahil. Bagaimana bisa ia datang kepada seorang pria bujangan lalu mengaku memiliki anak bersamanya sedangkan ia sendiri tahu Frey adalah pemilik dari benih yang tengah ia kandung.
Aluna kemudian meminta Frey untuk membersihkan diri terlebih dahulu, ia bahkan lupa jika tadi ia menelpon untuk menanyakan apa benar Cici masuk di rumah sakit jiwa. Perlakuan manis Frey selalu saja membuat Aluna lupa daratan dan lupakan segala-galanya, bahkan jika bisa mungkin saja Aluna akan melupakan namanya sendiri jika sudah bersama dengan Frey.
"Oke–oke, aku bakalan mandi, tapi kita juga harus mencintai bumi kita lho," ucap Frey yang merupakan kalimat ambigu menurut Aluna.
Melihat reaksi Aluna tersebut, Frey kemudian melanjutkan ucapannya. "Hemat air sayang, mari kita mandi bersama dengan begitu kita bisa menolong bumi ini dari kekurangan air, agar cadangan air di bumi tidak menipis," ucapnya sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Ihh, bilang aja modus!" cibir Aluna.
"Modus 'kan sama istri sendiri. Daripada aku modus sama Jessica —"
"Siap Jessica?"